Kamu Bakal Dapet 4 Hal Berharga ini di Hukumpedia!

3 Replies

Review

Emangnya hukumpedia apaan? Itu loh, situs yang berkonsep citizen journalism dan berisi mengenai pengetahuan tentang hukum. Tapi tenang aja, seperti yang udah saya ceritakan di sini, bahasa yang digunakan oleh setiap kontributor adalah bahasa orang awam kayak kita kok, bukan bahasa hukum level dewa. Jadi, ya bisa deh intip sering-sering setiap kali mau komentar ataupun mau membahas berita yang berkaitan tentang hukum. Soalnya baca di hukumpedia itu cepet ngerti. Gak percaya? Coba gabung aja deh, hihi.

Menariknya, hukumpedia tidak hanya menawarkan kita untuk bisa menulis, tapi juga menawarkan beberapa hal berharga yang bisa kita dapat. Apa aja tuh?

1. Peringkat

Bahkan kalau belum daftar pun kita bisa mendapat peringkat di hukumpedia, yaitu sebagai tamu. Tuh, belum daftar aja udah dihargai, gimana gak seneng coba? 😀

Malah, icon untuk mewakili setiap peringkat juga menarik banget, eyecatchy gitu.

Peringkat

Peringkat

2. Lencana Penghargaan

lencana penghargaan

Lencana Penghargaan

Wuih, kayak apa aja ya bisa dapet penghargaan, hihihi. Serius, hukumpedia sangat menghargai kita-kita yang mau berkontribusi, makanya mereka membuat lencana penghargaan ini. Agar kontributor merasa dirinya dihargai dan diperhatikan. Karena pada diri kita, 2 hal itu menjadi hal mendasar yang penting kaan? Dengan dihargai, kita bisa membuat semakin banyak tulisan dan bisa semakin semangat menyebarkan kebaikan. 😉

3. Lencana Pengakuan

lencana pengakuan

Lencana Pengakuan

Lha ini, apa bedanya dengan lencana penghargaan tadi?

Begini, saat kita membuat sesuatu yang bagus, kemudian karya kita tersebut akan dihargai dengan nominal. Berapa banyak karya yang sudah kita hasilkan, berapa yang suka karya kita, dan berapa-berapa lainnya, itu namanya penghargaan. Kemudian, karena sudah mendapat penghargaan seperti itu, berikutnya kita akan mendapat predikat penulis terbaik misalnya, itu namanya pengakuan. Sampai sini kelihatan kan ya bedanya penghargaan dan pengakuan? 😀

4. Ilmu Dasar Hukum

Kenapa hukumpedia mau banget kita berkontribusi di sana? Supaya kita gak cuma sok tau setiap kali ada kasus hukum terjadi. Sering kan ya denger orang di sekitar kita komentar akan kasus hukum yang terjadi di negara. Iya kalau dia beneran ngerti, kalau enggak kan jadinya sok tau. Makanya saya jaraaang banget komentar tiap kali ada kasus hukum di berita televisi, hihihi. Ya karena saya gak ngerti, jadi daripada jadi tong kosong nyaring bunyinya ya lebih baik diam kan, hee.

Tong Kosong

Tong Kosong – courtesy of Chris

Nah, saya sih berpikir, dengan adanya hukumpedia ini, kita-kita yang lebih melek informasi dan teknologi bisa mengedukasi mereka-mereka yang komentar sok tau tadi dengan meluruskan apa yang salah.

Malah kita juga gak akan kebingungan gimana kalau suatu saat kita yang mengalami masalah hukum. Saya udah pernah cerita kan ya kalau dalam setiap hidup kita itu ya pasti berhubungan dengan hukum, makanya kita harus setidaknya mengerti hukum sedikit saja. Hukumonline dan hukumpedia betul-betul sangat membantu lho 😉

Tips Bisa Berkontribusi di Hukumpedia

Tapi, lalu muncul pertanyaan. Gimana orang-orang gak ngerti hukum bisa berkontribusi di hukumpedia coba? huahua. Saya sih kepikiran begini. Hukumpedia itu kan termasuk salah satu bagian dari hukumonline juga ya. Nah, hukumonline sendiri sudah menjadi acuan khususnya bagi para mahasiswa hukum dalam memahami pelajaran mereka. Itu artinya hukumonline merupakan sumber data yang valid bagi pengetahuan hukum di Indonesia.

Nah, hukumonline bisa memfasilitasi masyarakat untuk bisa aktif bertanya dengan klinik hukumnya. Makanya orang awam kayak saya juga bisa mendapat “nasehat hukum” tanpa biaya, hihi. So, tips saya adalah begini. Setiap kali kita mendengar kasus, kasus tersebut kita tanya di klinik hukum secara detail. Pihak hukumonline dengan senang hati kok akan menjelaskan sedetail-detailnya lewat klinik hukum ini.

Kalau sudah begitu, kita yang sudah mengerti dan percaya diri bisa menjelaskan kasus tersebut dengan bahasa yang lebih ringan, bisa deh menulis di hukumpedia. Tujuannya apa? Selain memberi pengetahuan kepada orang lain mengenai kasus yang sama, kita juga meringankan beban hukumonline. Meringankan karena akan meminimalisir pertanyaan yang sama muncul dalam klinik hukum, hehe.

Ada peristiwa hukum? -> Belum ada penjelasannya di hukumpedia? -> Tanya di klinik hukum -> Jelaskan kembali jawaban yang didapet dari klinik hukum di hukumpedia

Jadi, sebelum menulis di hukumpedia, bertanya dulu di klinik hukum. Tapi, sebelum bertanya, ya cek dulu di hukumpedia sudah ada artikelnya atau belum, hehe. Muter-muter? Enggak kok. Malah makin terlihat kalau 3 situs hukum itu saling berhubungan. 😀

Di hukumonline, tempatnya para ahli menjelaskan perhukuman yang terjadi serta membeberkan data-data yang terkait dengan hukum. Para ahli tersebut tidak segan-segan menjawab segala pertanyaan terkait peristiwa hukum di klinik hukum. Nah, saat pertanyaan terjawab, baru deh tugas orang “awam” menjelaskan dengan bahasa lebih santai dan ringan di hukumpedia.

Jadi, dengan adanya 3 situs hukum itu, kita tidak akan menjadi “tong kosong nyaring bunyinya” lagi, melainkan bisa menjadi “teko” yang mengeluarkan isi pengetahuan yang ada di diri kita 😉

Teko

Teko Pengetahuan ^^ – courtesy of Ned

Yuk melek hukum! ^^

3 comments

  1. Ani Berta

    Multibenefit! Saya bakalan sering nongkrong di Hukumpedia buat ngais ilmu 😀
    Komen pertama tolong hapus Mba Isti hehehe tadi link blog ku salah :p

  2. della

    Nah, aku baru tau nih ada hukumpedia. Aku biasanya berkunjung ke hukumonline, berhubung kerjaan juga sehari-hari di persidangan tapi background sastra, jadi harus sering-sering baca artikel yang berhubungan dengan hukum biar nggak nge-blank amat 😀
    Dan biasanya di hukumonline tuh semua pertanyaanku terjawab.
    Thnx sharenya ya, Mak. Nanti aku berkunjung ^^

Leave a Reply

%d bloggers like this: