Angpau Lebaran: Uang vs Amplop

10 Replies

Pribadi

Yuhuu, Lebaran udah lewat aja yah. Tapi, tradisi yang gak pernah lewat setiap lebaran itu tetap yah, membagikan uang angpau. Saya dulu juga dapet sih, tapi sekarang udah giliran membagikannya, Alhamdulillah 😀

Eh, tapi ternyata masih dapet juga deng, tapi dari Naia, wehehe. Sejak ada Naia, saya kembali menghitung uang angpau sehabis lebaran, lumayan lah pendapatannya, hampir menyamai angpau yang kita bagikan, hihihi.

Tapi, berhubung Naia belum begitu mengerti masalah uang, apalagi nominalnya, jadinya dia selalu menolak pemberian orang lain, kecil ataupun besar nominal uangnya, haha. Orang-orang jadi bingung, yang lain mah dikasih angpau pada seneng, malah berebut, inii malah ditolak. Soalnya buat Naia, lebih menarik amplop bergambar macam-macam siih dibanding uang, hehehe. Dan terbukti, begitu ada saudara yang memberinya amplop bergambar, langsung deh dia terima dengan senang hati. Buat dia yang penting amplopnya, bukan uangnya, wkwkwk.

Angpau Lebaran

Bahkan pernah dia sampai marah dan nangis saking gak mau nerima uang angpau tanpa amplop, jahaha. Tahun sebelumnya gimana? Tahun sebelumnya sih aman terkendali, Naia kalau dikasih apapun diterima saja tanpa mengerti itu apa. Jadi gak ada emosi atau marah dan gak ada keinginan punya amplop, hehe.

Tapi, pernah juga sih amplop bergambar ditolak. Dia bilang, “Naia udah punya amplop donk, dua”, hahaha. Dua aja udah seneng bener dia. Yang ngasih jadi ngebujuk2, “Yaudah, ditambahin lagi jadi tiga, mau gak?”. Berhubung dia lagi senang juga menghitung, jadi dia terima dengan senang hati deh. 😀

Buat yang masih mau ngasih Naia angpau, siapkan amplop yaaa xp

Nah, kalau orang tersebut gak menyediakan amplop bergambar gimana? Kita deh ortunya yang pinter-pinter menyiasati. Ada satu amplop yang kita keluarkan dulu isinya, ganti dengan angpau yang diberikan tanpa amplop, baru deh Naia terima, hihi. Soalnya, begitu amplopnya sudah lebih dari 3, dia gak begitu aware lagi dengan jumlah amplopnya.

Terus, biar amplop dan uang angpau Naia gak bececeran dan tercerai berai, saya mengumpulkan dan menaruhnya di pouch lucu pemberian Annisa, makmin KEB. Pouch ini hasil Naia menang giveaway #365XyloDays, anaknya Annisa, hihihi. Alhamdulillah yah bermanfaat 😀

Pouch Angpau

Sejak dikumpulkan di pouch tersebut, Naia jadi aware banget sama itu pouch. Ditanya terus tiap kali hilang dari pandangannya. Malah dibawa-bawaaa terus ke manapun. Dia sih takut kehilangan amplop-amplopnya, bukan uangnya, hahaha.

Semoga sampai nanti Naia tetap tidak mementingkan uang  ya, yang penting mah bahagia dan berkahnya, hehe. Selama ini sih saya mengajarinya untuk menabung dalam celengan. Untuk membeli apa yang nanti dia mau beli. Katanya sih mau beli boneka kelinci tiap kali ditanya celengannya buat apa. Tapi sampai sekarang celengannya belum dibuka dan belum dibelikan boneka kelinci 😀

Tapi kayanya buat Naia, yang penting dia bisa belajar memasukkan uang ke dalam celengannya deh ya, bukan jumlah uangnya. Soalnya ya dia memang seneng banget memasukkan apapun ke dalam lubang celengan yang kecil begitu, baik uang koin maupun uang kertas yang sudah saya lipat. Lumayan kan, memasukkan uang ke dalam celengan termasuk latihan motorik halusnya lho. Melatih menabung sekaligus melatih motorik halus 😉

Intinya sih, yang saya tekankan, dia harus menabung terlebih dahulu, biar gak kaya emaknya yang susyeh banget nabung, hee. Selama mengajak Naia untuk menabung, saya juga ikutan sih. Soalnya, buat anak seusia Naia, mereka masih melihat contoh. Makanya saya juga ikut punya celengan dan ikut memasukkan uang ke dalam celengan saya sendiri.

Dia seneng banget deh sama hal yang dilakukan bersama-sama kayak gitu. Semoga kebiasaan menabung ini bisa nempel banget yah di Naia sampai seterusnya 🙂

10 comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: