1 Day Trip To Taman Wisata Alam Kapuk

6 Replies

Hobi Review

Ada yang sudah pernah mendengar taman wisata kapuk di Utara Jakarta ini? Beberapa waktu lalu (udah lama juga sik), saya bertiga sama suami dan Naia iseng main ke sana. Berhubung waktu itu long weekend sih kalau gak salah. Daripada gak kemana-mana, seharian aja jalan-jalan, besokannya ngedekem deh di rumah, mengistirahatkan pikiran dan tenaga, hehehe.

Nah, namanya aja wisata alam, jadi yaa emang beneran dari alam. Kapuk itu nama daerahnya, alamnya sendiri yang dijadikan wisata adalah hutan mangrove a.k.a. bakau yang sering ada di pinggir pantai. Utara Jakarta kan memang pinggir pantai yah, jadi ya masih banyak deh hutan bakaunya πŸ˜€

Sebetulnya sih kenapa bisa kepikiran ke sana karena salah satu tulisan di web milik suami, anakUI.com berisi mengenai tempat-tempat wisata yang bisa cocok banget untuk 1-day trip. Salah satunya ya hutan mangrove ini deh.

Letaknya persis di belakang Tzu Chi International School (kalau ada yang tau, hehe). Kalau belum tau, dia letaknya gak jauh dari pintu keluar tol Pantai Indah Kapuk. Tzu Chi ini besar kok, jadi dari jauh juga sudah terlihat dan insyaAllah gak akan nyasar, karena cuma berjarak tidak sampai 500 meter dari turun fly over keluar tol yang saya sebut tadi.

Peta Taman Wisata Alam Kapuk

Dan berhubung saya dan suami sudah pernah ke Tzu Chi ini, jadinya kita lumayan cepet mencari TWA-nya, gak pake nyasar Alhamdulillah πŸ™‚

Biaya TWA

Sesampainya di sana, kami hanya dibebankan biaya Rp. 60.000,- saja. Sudah termasuk biaya parkir mobil loh itu. Rinciannya sih, turis lokal (saya dan suami) masing-masing membayar 25.000, 10.000 untuk parkir, Naia belum masuk hitungan, hihihi. Murmer yah πŸ˜€

Penginapan dan Hutan Alam

Di dalam sana ada apa aja? Yang jelas ada Hutan bakau lah yaa, hehe. Tapi, selain ada hutan bakau, di sana yang banyak terlihat adalah penginapan yang masihΒ alami. Maksudnya alami karena terbuat dari kayu-kayu alam dan berada di pinggir pantai, ya dekat sekali dengan hutan bakau tadi. Bagus sih, tapi kalau saya, karena saya orangnya penakut jadi kayaknya gak bakal mau nginep di situ *gak ada yang nanya*. Tapi seriusan, tempat penginapannya bagus kok, kayanya dalemnya juga adem. So, kalau mau menginap tinggal hubungi saja petugasnya deh.

Selain itu, ada juga jembatan tali. Di sini ini yang dijadikan spot foto bagi kebanyakan orang. Termasuk kita juga dooonk, hehehe

 

Oiya, sebetulnya ada juga penyewaan kapal untuk mengelilingi area TWA ini. Tapi, sayangnya tarifnya terlalu gimanaa gitu buat kita bertiga. Harusnya sih Rp. 250.000,- untuk 6 orang. Tapi, berhubung kita cuma berdua *Naia gak diitung, haha* jadi ngerasa sayang ajah. Mungkin selanjutnya kalau ke sini lagi mau ah ngerasain dan mengelilingi area ini dengan kapal πŸ™‚

Fauna

Dan karena wisata alam, ya sepanjang jalan di sana kita akan menemukan flora dan fauna yang masih asli deh. Saat pertama masuk, yang dilihat pertama kali adalah monyet dan kelinci. Tapi monyet dan kelinci ini sih piaraan yaa, karena ada di dalam kandang. Kalau mau memberi makan kelinci secara langsung sih kayanya bayar, tapi saya lupa bayar berapa *gak dicatet siiih, huhuhu*

Waktu itu Naia juga suka banget melihat biawak. Biawaknya cukup besar dan ada dua. Kata Naia sih satu ibunya satu anaknya, haha. Iyes, dia setiap melihat ada dua besar dan kecil selalu deh bilang yang besar itu ibunya yang kecil anaknya. Padahal kan mungkin aja yang besar bapaknya yaa? xp

Selain biawak, kita juga menemukan kepiting kecil-kecil saat berjalan menuju ujung pantai. Karena penasaran, kita bertiga menelusuri jalanan kayu sampai ujung. Dan akhirnya berhasil sampai di tepi pantai banget. Ternyataa, gak ada apa-apanya juga sih, haha. Cuma enak aja, hawa pinggir pantai dan hutan bakau yang segar bikin pikiran kita refresh. πŸ˜‰

Masjid

Nah, taman wisata satu ini lengkap deh karena ada Masjidnya yang terletak persis di sebelah pintu masuk. Jadi, sebelum kita keluar dan selesai berjalan-jalan di TWA ini dan berhubung sudah masuk waktu Ashar, ya kita sholat dulu deh di sini. Berhubung jalanan ke masjidnya tidak beratap, jadi kayaknya sandal sebaiknya dilepas tepat di pintu depan masjid ya, bukan sebelum masuk kawasan masjidnya. Karena apa? Karena panass bok, haha. Masjidnya juga adem karena terletak masih di atas hutan bakau. Sambil dikelilingi ikan-ikan juga, Naia jadi seneng lagi menemani kami sholat. Tapi harus agak hati-hati yaa kalau membawa anak kecil, takut nyemplung euy πŸ˜€

Biaya Makan

Sayangnya setelah dari sana, kami mampir ke restoran yang *agak* mahal, huhu. Jadilah wisata cuma 60 ribu, makannya sampai *hampir* 200ribu, huahaha. Tapi ya sudah lah yah, sekalian wisata kuliner juga. Makannya di mana? Waktu itu yang kita pilih adalah Restoran Sate khas Senayan.

Sate khas Senayan PIK

Sate khas Senayan PIK – courtesy of Zomato

Saya cukup suka sih sama restorannya, terlebih makanannya. Menu Indonesia yang disajikan dalam bentuk yang lebih eksklusif. Menurut saya, restoran ini sungguh meningkatkan level makanan Indonesia. Waktu itu menu yang kami pilih adalah nasi Bali dan (lupa satunya apaaaaa, huaaa). Dan itu cukup untuk bertiga saya rasa, haha. Eh, kami memang makan bertiga sih sama Naia, tapi porsi Naia mah seuprit. Saya deh yang makannya jadi buanyak karena menunya lengkap dan enak πŸ˜€

Sebetulnya di TWA juga ada tempat makannya sih. Lengkap lah fasilitasnya, ada penginapan, masjid, dan tempat makan. Tapi ya kita iseng aja wisata kulineran ke tempat lain, sekalian jalan pulang soalnyah, hehehe.

So, want to try one day trip to TWA Kapuk? πŸ˜€

6 comments

  1. Pingback: 1 Day Trip To Taman Wisata Alam Kapuk

Leave a Reply

%d bloggers like this: