Memahami Seluk Beluk ASI di Seminar Laktasi, New Mom New You

6 Replies

Kehamilan Keluarga Review

Jadi nih, ASI itu diatur oleh 2 hormon penting yang ada dalam tubuh kita, yaitu Prolaktin dan Oksitosin. Nah, si Prolaktin ini bertugas sebagai “pabrik” penghasil ASI. Sebagai pabrik, Prolaktin jadi bertugas hanya memproduksi tanpa memasarkan dan mengalirkan ASInya keluar. Di sinilah Oksitosin bekerja, dia bertugas sebagai “distributor” ASI yang mengalirkan dan mengangkut ASI ke arah areola sehingga bisa keluar dan dihisap oleh bayi.

Dan tau gak? Kedua hormon ini sangat-sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis kita serta keadaan lingkungan yang tenang. Makanya, saat-saat produksi ASI yang paling banyak adalah di malam hari, di mana kondisinya tenang banget minim gangguan suara. Dan pendistribusian ASI yang baik adalah saat kita sangat happy dan lingkungan pun ikut mendukung. Kalau mau dijabarkan satu-persatu, ini faktor-faktor penting keberhasilan pemberian ASI.

Niat Ibu

Ini yang kemarin ditekankan banget sama dokter Melanie beserta konselor laktasi yang juga mengisi acara, mbak Muji hananik. Yang penting si ibu sungguh-sungguh berniat dan bertekad kuat untuk bisa memberi anaknya ASI. InsyaAllah dengan begitu, segala cara yang dibutuhkan untuk memperlancar produksi ASI juga bisa dijalani dengan ikhlas serta bisa terus merangsang pemikiran positif. Pikiran yang positif ini yang bisa meningkatkan produksi ASI.

Faktor Psikologis Ibu

Menurut saya sih ini yang paling paling mempengaruhi si ibu dalam memproduksi ASI ya. Psikologis yang baik, ibu yang senang dan bahagia sungguh dapat memperlancar produksi ASI. Makanya, selama menyusui, terlebih lagi selama ASI eksklusif, pikirkan saja apa-apa yang bisa bikin kita bahagia dan mintalah itu pada suami atau keluarga 😀

Buang jauh-jauh semua pikiran negatif. Mungkin cara-cara ini bisa dicoba:

  1. Berkumpul bersama teman yang punya pikiran positif lebih banyak.
  2. Jalani hobi yang menyenangkan. Kalau saya, dulu saat lahiran Naia sempet terkena baby blues. Salah satu hobi yang masih saya lakukan ya ngeblog, hehe. Dengan menjalani hobi tersebut, bikin kita setidaknya bisa melupakan pikiran negatif sejenak dan bisa menumbukan pikiran positif lagi 🙂
  3. Mandi dengan air hangat. Kalau sempat sih, bisa juga berlama-lama di kamar mandi sambil memanjakan tubuh sendiri ya, luluran kek gitu, atau creambath, hihihi. Yang jelas, mandi air hangat ini bisa membuat tubuh rileks, setidaknya buat saya sih pengaruhnya begitu.
  4. Sering-sering keluarkan apa yang dalam pikiran. Bisa dengan bercerita ke suami, bisa dengan bercerita ke anak, orangtua, atau bisa juga dengan menulis. 🙂

Intinya, kerjakanlah sesuatu yang membuat kita semakin bahagia, apapun itu. Agar keadaan psikologis kita tetap terjaga. Kalau sampai ada rasa khawatir, stress, takut nyeri, ataupun ragu sedikit saja, bisa sedikit sedikit mengurangi produksi ASI lho.

Lingkungan

Lingkungan ini terdiri dari suami, keluarga, sampai lingkungan tempat kita beraktifitas sehari-hari lho ya. Bisa di kantor, bisa di rumah, di manapun lah pokoknya. Kalau bisa, kita yang mengedukasi mereka dan sampaikan kalau kita mau berusaha banget supaya anak bisa ASI apapun yang terjadi, hihi.

Yang paling berpengaruh sih menurut saya suami ya. Selama suami mendukung dan membuat kita selalu nyaman, insyaAllah kita akan selalu dalam kondisi yang baik dan insyaAllah payudara akan terus memproduksi ASI yang cukup.

Selanjutnya, orangtua dan lingkungan terdekat kita deh yang harus diedukasi. Kayak kakak saya yang bekerja. Di rumah, anaknya ya terpaksa sama ibu saya dan keponakan saya yang lain. Nah, dia mengedukasi mereka deh tentang bagaimana mencairkan ASIP. Soalnya sebelum-sebelumnya, orangtua kan gak tau apa-apa mengenai ASI perah, apalagi keponakan. 😀

Pokoknya KOMUNIKASIKAN segala hal mengenai ASI kepada lingkungan ini ya. Jangan berjuang sendirian, karena lingkungan itu betul-betul mempengaruhi bahagia tidaknya kita. 😉

Manajemen Waktu

Saat awal kelahiran, bayi harus disusui 2 jam sekali. Ini karena payudara kita yang terus menerus memproduksi ASI setiap kali mulai kosong. Dan jarak 2 jam tersebut sudah bisa membuat payudara kita penuh lagi.

Penyusuan 2 jam sekali ini juga agar si bayi bisa mengikuti ritme harian dan bisa membedakan siang dan malam. Kalau pada siang hari kita bisa mengikuti jadwal penyusuan tersebut, pada malam hari bisa sedikit tenang dan bisa membiarkan si bayi tidur nyenyak.

Tapi, tadi kan disebut produksi ASI justru paling banyak terjadi pada malam hari yaa? Iya, makanya biasanya waktu malam hari itu digunakan untuk memerah ASI sebagai cadangan di kemudian hari. ASI perah gak hanya dibutuhkan buat ibu pekerja aja kok, ibu rumah tangga pun bisa saja sewaktu-waktu membutuhkan ASI perah ini. Misalnya saja kayak saya yang waktu itu harus kontrol ke dokter kandungan. Saya menitipkan Naia ke mertua dan memberinya susu perah. Alhamdulillah Naia mau diberi minum ASIP itu pakai sendok 😀

Dan kenapa harus diperah? Supaya payudaranya tidak selalu penuh, prinsipnya itu setiap kali penuh, ASInya harus dikeluarkan supaya terus bisa diproduksi. Soalnya, kalau payudara dibiarkan penuh, maka akan terbentuk zat yang bisa menghentikan produksi ASI. Makanya kalau anak disapih, payudara kita akan menghentikan sendiri aktifitas produksi ASInya kan? 😀

Oke, selanjutnya saya mau ngomongin masalah memerah ASI nih. Belom bosen kan ya? Jangan donk yaa, hehe.Yuk lanjut! 🙂

6 comments

  1. evrinasp

    Alhamdulillah masih bisa memberikan ASI walaupun mulai bercampur sufor diusia 1.5 tahun karena ditinggal dinas 3 minggu, waktu menyapih malah saya lho mbak yang sedih, memberikan ASI membuat ikatan batin ibu dan anak lebih erat

  2. Pingback: Drama ASI dan Pelajaran Dari Menyusui – Momopururu

Leave a Reply

%d bloggers like this: