Memahami Seluk Beluk ASI di Seminar Laktasi, New Mom New You

6 Replies

Kehamilan Keluarga Review

Pada Kondisi Apa Ibu Memerah ASI?

Tadi udah sedikit ngomongin ASI perah. Nah, sebetulnya kapan aja kita perlu memerah ASI sih?

  1. Ibu Bekerja. Jelas donk, kalau ibu bekerja tetap mau full memberikan ASInya, ya mau gak mau harus memerah sesering mungkin agar cadangan ASIPnya bisa banyak dan bisa selalu diberikan kepada bayi oleh orang yang menjaganya di rumah atau di daycare.
  2. Ibu Sakit. Tapi, kalau sakitnya belum parah, misalnya flu biasa atau demam biasa masih bisa kok untuk menyusui. Soalnya saat sakit itu, tubuh kita menghasilkan antibodi, dan antibodi ini nantinya akan mengalir lewat ASI. Tapi jangan lupa pakai masker ya sebagai pencegahan agar anak tidak tertular 🙂
  3. BBLR. Atau Berat Bayi Lahir Rendah. Hal ini menyebabkan bayi harus terus berada di inkubator, jadi kita gak bisa sering-sering menyusui secara langsung. Untuk itulah ASI perah kita dibutuhkan olehnya.
  4. Payudara Bengkak. Yap, kalau payudara kita bengkak, disenggol sedikit saja akan sakit kan yaa? Siapa yang pernah bengkak juga payudaranya hayo saat menyusui? Ngaku aja deh! hehehe. Jadi, selesaikan dulu masalah payudara bengkak kita tadi, baru deh mulai menyusui secara langsung lagi. Oiya, pemerahan saat payudara bengkak ini juga membantu memulihkan kondisi si payudara itu sendiri lho.
  5. Puting Tenggelam. Iya, ada ya kondisi di mana puting si ibu tenggelam. Sambil terus mengupayakan dan memijat si puting supaya sedikit menonjol, pemerahan bisa membantu anak, khususnya bayi baru lahir, tetap mendapat ASI. Walau begitu, bayi juga tetap perlu dilatih agar terbiasa dengan keadaan puting ibu yang sedikit tenggelam tersebut. 🙂

Berbagai Cara Memerah

Oiya, memerah juga gak cuma bisa dilakukan melalui satu cara ya, tapi ada berbagai cara.

  1. Manual memakai tangan. Ini cara saya memerah waktu menyusui Naia dulu. Waktu payudara terasa penuh tapi belum waktunya menyusui, biasanya saya langsung beri pijatan dan sedikit-sedikit diperah, agar payudara tidak selalu penuh dan tidak bengkak.
  2. Dengan pompa manual. Selain dengan tangan, sekarang sudah beredar banget ya pompa ASI (breastpump) yang modelnya lucu-lucu serta fungsional. Ada beberapa jenis juga dan salah satunya manual dengan tangan yang memompa breastpump tersebut. Tapi, jangan sembarangan memilih breastpump juga donk. Harus yang membuat kita nyaman dan yang tidak membuat lecet payudara serta higienis dan terhindar dari kemungkinan munculnya bakteri-bakteri jahat. Pompa dengan jenis squeeze bulb (terompet) ternyata tidak direkomendasikan, karena kita tidak bisa mensterilkan bagian bola karetnya. Makanya bisa terjadi kemungkinan munculnya bakteri-bakteri jahat pada bagian bola karet tersebut. Breastpump tipe silindris semua bagiannya bisa disterilkan, makanya yang sekarang beredar ya lebih banyak yang tipe silindris ini. Philips Avent termasuk salah satu merk breastpump terbaik. Soalnya banyak banget ibu yang merekomendasikan karena sangat nyaman dipakai dan mudah digunakan. Terlebih lagi, karetnya yang menempel pada payudara kita termasuk karet silikon yang sudah BPA free dan sangat mudah disterilkan. Makanya, kalau nanti di anak kedua butuh, saya mau deh kayaknya beli breastpump dari Philips Avent ini. 😀
  3. Dengan pompa elektrik. Selain pompa yang harus ditekan manual oleh tangan, ada juga pompa elektrik. Jadi, tangan kita tidak akan pegal kalau ternyata proses pemerahan ASInya lama. Ada yang single elektrik atau yang twin elektrik. Yang twin elektrik ini untuk bisa memerah langsung dari kedua payudara. Berdasarkan pengalaman saya sih, kalau salah satu payudara diperah, maka payudara satunya tetap mengalirkan ASI. Makanya saya suka menadahi payudara satunya dengan wadah seadanya selagi memerah yang lain, hehehe. Kalau memakai twin elektrik ini, kita bisa menghasilkan ASIP lebih cepat deh karena langsung dari 2 payudara sekaligus. Memudahkan banget!

Fyuh, akhirnya selesai juga euy. Maaf yaa postingannya panjang sampai harus dibagi menjadi 3 halaman begini. Habisnya, saya betul-betul puas kemarin bisa hadir, makanya yang saya dapet, saya tulis semua deh di sini. Semoga bermanfaat ya! 😀

6 comments

  1. evrinasp

    Alhamdulillah masih bisa memberikan ASI walaupun mulai bercampur sufor diusia 1.5 tahun karena ditinggal dinas 3 minggu, waktu menyapih malah saya lho mbak yang sedih, memberikan ASI membuat ikatan batin ibu dan anak lebih erat

  2. Pingback: Drama ASI dan Pelajaran Dari Menyusui – Momopururu

Leave a Reply

%d bloggers like this: