[Review Mainan] Bermain Alat Musik

6 Replies

Kid's Activity Playful Wednesday Pribadi Review

Halo haloo, Playful Wednesday hari ini agak beda niih, hehe. Soalnya mainan kali ini bukan bikinan saya, melainkan mainan yang dibelikan atau hadiah dari Yangtinya Naia saat ia berumur 2 tahun lalu. Hihihi, iyaa, udah hampir 2 tahun berarti umurnyaa, dan masih awet sampai sekarang 😀

Mainan apa yaa? Ini sejenis piano mainan yang untuk memperkenalkan dan mengasah kecerdasan musikal anak-anak yaa. Dan Naia seneng banget waktu dapet ini dulu. Walaupun tertulis juga ya 3+, yang artinya mainan untuk anak di atas 3 tahun, hihi. Tapi ya dari 2 tahun sudah bisa diperkenalkan kok. 🙂

Naia Main Piano

Manfaatnya apa memperkenalkan musik ke anak? Ternyata banyak loh, terutama yang sudah berumur 3 tahun ke atas ya, yang sudah bisa belajar musik. Di bawah umur 3 tahun, musik makin mendekatkan hubungan orangtua ke anak karena bisa bernyanyi dan berdansa bersama. Yah, dansanya juga gak yang gimana-gimana kok, terserah gimana anak mau bergoyang sajaa, hehe. Diambil dari beberapa sumber, begini kira-kira manfaat memperkenalkan musik sejak dini:

  1. Meningkatkan kecerdasan spasial-temporalnya (kemampuan berpikir dalam ruang dan waktu)
  2. Mampu meningkatkan kecerdasan matematiknya dan mempelajari matematika yang lebih rumit sejak dini. Naia sekarang sudah mampu menghitung mundur, haha. Eini juga gak disengaja dan tanpa sadar sih. Saya aja kaget waktu dia menghitung dari 11 sampai 0 (iyaa, dari 11 bukan dari 10, gak tau kenapa, haha)
  3. Belajar lebih banyak kata
  4. Melatih disiplin dan kesabaran
  5. Meningkatkan rasa percaya diri

Nah, alat musik piano merupakan alat musik yang baik untuk mereka memulai latihan musik. Karena kan piano sederhana, apalagi piano seperti yang Naia punya, belum memerlukan gerakan tangan (motorik halus) yang kompleks seperti belajar main gitar atau biola ya, hehe. Jadi, untuk memperkenalkan alat musik, coba deh dengan piano terlebih dahulu 😀

Kebetulan banget kan mertua saya waktu itu ngasih hadiahnya piano mainan kayak gini.

Electronic Organ

gambar dari sini

Mirip banget sih, tapi ada beberapa tombol  yang beda sih. Tapi sama lah fungsinya, dan piano ini bikin Naia jadi tambah seneng nyanyi dan menari. Yap, menari, karena ada fitur musiknya yang membuat kita gak usah capek2 memencet piano terus menerus, hehe. Anyway, karena judulnya review, jadi saya mau membahas sedikit fitur yang dimiliki electronic organ sederhana ini yaa.

1. Piano sederhana

Pastinya lah yaa, hehe. Ini yang paling sering dimainkan Naia sih. Ya jarinya bergerak sesuai keinginan dia aja dulu, terserah mau nadanya jadi gimana juga, hihihi.

2. Microphone Elektrik

Yap, ada microphone-nya dan betul bisa membuat suara lebih keras ya apabila dihubungkan dengan piano. Dan yes, mic ini ada kabelnya makanya bisa berfungsi seperti mic sungguhan. Sayangnya punya Naia baru beberapa bulan dipakai sudah rusak, huhuhu. Karena kabelnya itu tipiiis banget, dan Naia masih suka menarik-narik kabelnya, jadi ya begitulah, micnya sudah tidak berfungsi lagi. Walau begitu tetap dimainkan sama Naia, ya dia pura-pura saja pakai mic beneran, hihihi.

3. Beberapa jenis bunyi drum

Yap, ada beberapa jenis bunyi drum yang bisa dimainkan juga. Berbeda-beda nada dan bunyi pastinya, bikin anak kenal dengan lebih banyak bunyi-bunyian lagi yaa.

4. Demo mode

Demo mode ini bisa memainkan musik dengan sendirinya, jadi si anak ya tinggal menari saja. Gak jarang juga Naia menari mengikuti musik ini. Terkadang kalau dia lagi mau bergerak banyak, dia suka musik yang energik. Tapi terkadang juga maunya yang slow, biar bisa menari balet katanya, hahaha.

5. Stepping mode

Mirip seperti demo yang memainkan musik dengan sendirinya. Hanya saja, sesuai dengan namanya “stepping”, si tuts piano harus ditekan agar musiknya bermain terus. Kalau tutsnya berhenti ditekan, musiknya juga berhenti. Ini yang bikin kita bisa berpura-pura jago dan sudah bisa memainkan lagu yang cukup rumit, hihihi.

6. Pengatur Volume

Jelas donk yaa buat apaan, hehe. Untuk mengatur besar kecilnya volume musik yang dihasilkan.

7. Pengatur ketukan

Berhubungan dengan demo mode, musik yang berbunyi bisa menjadi lebih lambat atau lebih cepat dengan pengaturan ketukan ini. Jadi, kalau si anak mau musiknya jadi lebih cepet, ya tinggal tekan saja tombol penambah ketukannya 😀

Oiya, yang perlu diingat adalah jangan pernah memaksa ya. Memperkenalkan musik boleh saja, tapi jangan lantas kita jadi terobsesi untuk menjadikan anak kita sebagai musisi jenius. Semua kembali lagi sih ke bakat dan minat anak dan gaya belajar mereka. Intinya ya memperkenalkan dengan cara menyenangkan sejauh anak kita masih happy mah silakan saja 😀

Naia sudah saya tanyakan mau belajar piano gak (dengan memasukkannya ke kursus gitu)? Dia sih jawab mau-mau aja, haha. Yah, kalo anaknya beneran mau dan berminat kenapa enggak yaa. Kalau terlalu membebani dia ya gak akan juga sih saya paksa 🙂

Sumber:
http://www.babycenter.com/0_music-and-your-toddler-or-preschooler-ages-1-to-3_6549.bc
http://indotopinfo.com/manfaat-belajar-musik-bagi-anak.htm

6 comments

  1. Uniek Kaswarganti

    jadi inget jaman sulungku masih kecil dulu pengin beliin ini tapi gak kesampaian, sekarang dia udah besar dan kayaknya malu kali ya mainan ini klo misalnya dibeliin hihihii… sekarang dia udah main pianika sih mak

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: