Perhatian Suami

6 Replies

Keluarga Pribadi

Buat saya ini puenting. Pake BANGET!

Karena apa? Karena itu bisa jadi hal yang paling menentukan apakah si istri bahagia atau enggak. Karena istri yang bahagia itu kunci dari keluarga yang bahagia, hahaha. Happy mom raise happy kids yes?

Ya siapa sih yang gak bahagia kan diperhatiin sama suami? Intinya menikah ya itu kan? Untuk saling membahagiakan. Buat apa menikah kalau suami masa bodoh sama kita. Pun sebaliknya, buat apa menikah kalau kita juga masa bodoh sama suami? Intinya, perhatian suami ini jadi salah satu KEBUTUHAN DASAR istri. Tuh, kebutuhan dasarnya di bold dan huruf besar semuanya! hahaha

Belajar dari kejadian yang beberapa waktu lalu sempat ramai, yang videonya tersebar, bahkan sampai di grup WA keluarga saya sendiri. Video tentang ibu yang menyiksa anaknya pakai bantal, jadi contoh paling nyata dan paling terkini tentang kebutuhan perhatian dari suami ini.

Pasalnya, ya alasan dia melakukan itu semata-mata hanya untuk apa coba? Untuk menarik perhatian si suami. Terlepas dari kondisi ekonominya yang memang susah ya. Yang menurut pengakuannya sendiri di berita ini, dia melakukan itu karena dia dan anaknya gak diperhatiin sama suaminya dan karena masalah ekonomi. Si suami gak merhatiin mereka karena dia gak ada di sisi istrinya, gak nemenin si istri di rumah, gak ngasih perhatian yang dibutuhkan si istri. Suaminya sendiri ditangkap karena kasus narkoba. Zzzz banget sih emang -__-. Tapi, satu hal yang saya perhatikan ya itu, terlepas dari masalah ekonomi keluarga, perhatian dari suaminya itu adalah hal yang paling krusial dalam sebuah pernikahan dan sebuah rumah tangga.

Kurang perhatian dari pasangan akibatnya bisa merembet ke mana-mana. Gak ikhlas melayani suami lah, masa bodoh sama penampilan lah, terlebih kalau udah punya anak begitu, yang bisa jadi sasaran terdekat dari rasa sebel dan kesel yang dipendam. Ngeriii banget sih emang. Apalagi memang lumrah banget ibu-ibu baru melahirkan dan punya anak bisa terkena penyakit psikologis. Mulai dari yang terringan baby blues, sampai yang terberat, psychosis. Baby blues setelah melahirkan yang gak kunjung sembuh bisa menuntun jadi post partum depression. Dan hal ini bisa menuntun pada psychosisDuh, bisa bahaya banget deh. Yang pelaku mutilasi anaknya sendiri itu *tau kan?*, sudah masuk tahap psychosis. Ngeri kan bahayanya?

Makanya, dukungan suami itu poin paling terpenting banget. Iya sih, lingkungan sekitar juga harus peka terhadap ibu yang baru melahirkan ini. Iya juga sih, perhatian dari lingkungan sekitar juga bisa mempengaruhi dan memperbaiki kondisi ibu baru melahirkan tadi. Tapi, yang paling pertama harus peka kan si suami sendiri toh? Si pendamping hidup. Si orang terdekat yang selalu di sampingnya setiap hari. Si ibu, mertua, saudara, atau bahkan tetangga ya mana paham kalau istrinya terkena baby blues?. Mana paham si istri ada apa-apa setelah melahirkan karena di hadapan mereka ya bisa jadi si istri ini biasa aja. Lingkungan gak bisa juga dituntut untuk bisa mengerti kondisi ibu baru melahirkan karena mereka punya masalah sendiri-sendiri. Yang paling bisa diandalkan ya suami.

Saya tu seneng banget tiap kali denger cerita tentang suami yang mau berubah dan mau mempertahankan keutuhan rumah tangga serta kebahagiaan istri. Cerita Adit (suami Gesi) yang mau mengubah kondisi mereka berdua dari yang sering berantem sampai adem ayem kayak sekarang, cerita mas Natali (suami mbak Nuniek) yang mengubah responnya ke mbak Nuniek yang juga menjadikan rumah tangganya lebih bahagia kayak sekarang, juga cerita Pungky tentang suaminya yang mau menyembuhkan post partum depressionnya. Suami-suami keren yang gak hanya memikirkan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga saja, tapi memikirkan kebutuhan jiwa keluarganya.

Buat saya sebagai istri, kondisi ekonomi  yang sulit mungkin juga jadi salah satu hal yang bikin si istri uring-uringan ya. Tapi, justru dalam kondisi seperti itu, satu hal yang perlu dan paling pertama dilakukan suami adalah memberi lebih banyak perhatian kepada istrinya. Saya pun Alhamdulillah pernah merasakan kondisi ekonomi yang bisa dibilang gak begitu oke ya. Tapi, dengan kesungguhan Ilman untuk tetap menjaga kebahagiaan saya, kepekaannya untuk menjaga kondisi psikologis saya, kerelaannya untuk ikut membantu pekerjaan rumah, dan perhatiannya yang tercurah terus, ya Alhamdulillah kondisi tersebut bisa dihadapi dengan happy happy aja, gak ada tekanan sama sekali.

Okelah si suami mau bekerja keras, kerja untuk bisa mengatasi kondisi ekonomi yang sulit tersebut. Kerja, kerja, kerja, demi keluarga katanya. Demi istri dan kebutuhan anaknya terpenuhi. Tapi, dengan banyaknya nafkah yang dihasilkan jangan jadi melupakan perhatian juga. Jadi bingungin juga ya buat suami? Ekonominya sulit, istri uring-uringan. Suami kerja terus dan ekonominya lumayan, istri tetap uring-uringan juga, jadi maunya apaa? hahaha.

Maunya ya itu, diperhatiin. Sesimple nanyain kabar, walau paginya udah tau istrinya baik-baik aja di rumah. Sesimple ngasih tau udah di mana dalam perjalanan. Sesimple menjawab panggilan telpon istrinya walau gak ngomong apa-apa. Sesimple ngingetin istrinya sholat. Sesimple ngambil bunga di pinggir jalan untuk surprise kecil-kecilan. Sesimple beliin coklat supermen di warung (untuk surprise kecil-kecilan juga). Juga sesimple memeluk dan mencium kening istrinya saat berangkat dan pulang kerja. Sesimple itu!

Karena percayalah, dengan perhatian sekecil apapun, hati wanita itu gampang sekali luluh. Gampang sekali bahagia. Karena wanita hanya ingin dimengerti diperhatikan 😀

Jadi, sudahkah kalian memperhatikan wanita istri kalian hari ini? hehehe

6 comments

  1. niaharyanto

    Hihi.. Iya banget. Suamiku itu susah banget untuk inisiatif sendiri merhatiin hal-hal kecil dari istrinya. Kudu aja disindir dulu. Dia bilang sih, itu bukan tanda cinta yang sesungguhnya. Wkwkwkwk…

  2. Penulis Dadakan

    Kalo saya sama istri suka keluyuran bareng tiap pekan ke tempat-tempat yang deket dari rumah tapi belum pernah kita datengin sebelumnya. Atau ke tempat yang sama lagi beberapa pekan kemudian kalo tempatnya emang seru banget. Pastinya bareng sama anak-anak juga 😀

Leave a Reply to Penulis Dadakan Cancel reply

%d bloggers like this: