Mau Jadi Pemilih Yang Mana di Pilkada Nanti?

16 Replies

Pribadi

Sebenernya sih ya, saya gak pernah mau ngomongin politik. Ya pemilihan umum daerah lah, pun pemilihan presiden. Tapii, berhubung temen saya (sok deket xp), Adriana Dian nulis “The Big No No dalam Sebuah Pemilihan Umum“, saya jadi gatel mau nulis juga hal-hal yang berhubungan dengan pemilu pemiluan. Yaa, maklum yak, bentar lagi di Jakarta bakal ada pemilihan Gubernur lagi. Dan akhir-akhir ini udah nge-hype aja calon-calonnya siapa aja.

As we know lah ya, ada tiga calon yang ganteng nan gagah di pilkada kali ini. Satu masih menjabat sebagai gubernur, satu mantan menteri, satu lagi anak presiden. Siapa hayo yang mau dipilih? hehe. Eh, tapi saya cuma mau ngomongin tipe-tipe pemilihnya aja kok, bukan ngomongin calon-calonnya. Kalo ngomongin calon-calonnya kayaknya nanti ketebak saya bakal milih siapa, huehehe.

Tipe-tipe pemilih ini menurut saya sendiri loh ya, yang biasa saya temui dan pastinya saya sendiri termasuk di salah satu pemilih itu.

Close-up Of Hand Putting Ballot In Glass Box

Langsung aja nih? Yook.

1. Si Mantap

Tipe pertama ini saya katakan aja si mantap. Soalnya dari awal tau calon-calonnya siapa aja, ya dia mantap langsung memilih salah satu itu. Dan dia gak bakal goyah walau diajak milih calon yang lain. Juga gak bakal goyah saat ada negative campaign untuk calonnya dia. Karena apa? Si mantap ini biasanya adalah pemilih cerdas, yang udah tau lah kelebihan dan kekurangan masing-masing calon dan bisa lah memilih mana berita yang benar dan yang mengada-ngada. Jadi, dia bisa dengan mantap memilih si A dengan pertimbangan-pertimbangan yang udah dipikirkan.

2. Si Bingung (Bahasa kerennya swing voter)

Sampe hari H pemilihan dia masih bingung sebenernya mau pilih siapa. Karena semuanya sama-sama oke, dan dia orangnya gampang terhasut. Jadilah temennya ngeshare kelebihan-kelebihan A, dia jadi ikutan mau milih A. Terus yang lain ngeshare kelebihan-kelebihan si B, dia jadi mau milih B, gitu aja terus sampe hari H. Ujung2nya malah capcipcup di bilik pemilih xp

3. Si Asal Bukan Dia

Hahaha, maksudnya ini tuh yang terkena negative campaign gitu loh. Karena sehari-hari banget disuguhi sama berita atau hasutan tentang kenegatifan salah satu calon, dia jadi mau pilih siapa aja deh asal bukan calon yang negatif tadi itu. Kalau ada tiga calon, dan yang sering diomongin negatif calon A, ya dia bakal milih B atau C asal bukan A. Menurut dia ya B dan C itu jauh lebih baik dari A.

4. Si Apatis

Udah jelas lah ya. Dari namanya juga udah keliatan: apatis. Dia gak peduli deh sama pemilu-pemiluan. Milih gak milih buat dia sama aja, gak bisa secara signifikan mengubah keadaan. Jadi, yah buat dia siapa aja lah sama aja. Gak punya calon terberat. Jadi ujung-ujungnya either gak milih atau memutuskan pilihannya baru di bilik pemilih, capcipcup kayak si bingung tadi, wkwkwk.

5. Si Nyantai

Santai ajaa. Dia gak peduli-peduli banget, tapi gak cuek-cuek banget. Mau milih dan mungkin udah mantap juga dengan pilihannya, tapi gak dia share ke siapa-siapa. Cenderung gak mau bilang-bilang dan ngajak orang untuk memilih calon yang sama gitu. Tapi kalo ditanya milih siapa ya jawab juga. Kayaknya saya masuk tipe yang ini sih, hehe. Tapi walau males ngomongin pemilu-pemiluan, dia sadar kalau pilihannya dia bisa menentukan juga. Dia pun masih punya harapan, dengan calon yang dia pilih, bener-bener bisa mengubah keadaan daerahnya secara signifikan, walau gak instan.

Si nyantai ini bisa jadi juga tipe pemilih cerdas. Dalam kesantaiannya dia itu, selama kampanye berlangsung dia mempelajari semua hal tentang calon-calonnya. Untuk akhirnya dipilih deh yang menurut dia paling pas. Gak gampang sih ya, apalagi gak kenal secara personal.

6. Si Pemaksa

Mirip-mirip sih sama si mantap. Dari pertama calonnya ditampilkan, dia udah mantap memilih siapa. Tapi, sayangnya dia juga memaksakan orang lain untuk memilih calon yang sama kayak dia. Oke-oke aja sih kalo menunjukkan siapa pilihannya, tapi yang bikin gak enak ya gitu, dia ini pemaksa. Orang lain harus ngikutin pilihannya dia. Malah bisa-bisa menjelek-jelekkan calon yang lain di hadapan temen-temennya. Gitu lah. Pokoknya calonnya dia harus menang! Gimanapun caranya.

Kalian sendiri, udah yakin mau milih siapa dari sekarang atau masih jadi swing voter nih? hehe.

Yaudah, masih banyak waktu juga sih yaa sampai hari pemilihan tiba. Jadi yah, masih bisa baca-baca dan mempelajari mana calon yang paling pas di hati dan paling punya harapan untuk bisa mengubah kondisi Jakarta. 🙂

Teruus, kalian termasuk tipe pemilih yang mana jadinya? hehe

16 comments

Leave a Reply to istianasutanti Cancel reply

%d bloggers like this: