Road Trip Jawa Tengah – Wisata Candi

4 Replies

Family Traveler Keluarga Kid's Activity Review Traveling

Kemarin saya punya kesempatan untuk melakukan road trip karena memanfaatkan long weekend yang beneran panjang banget, hehe. Soalnya, pas banget waktunya lagi pilpres di hari Rabu, hari Jumatnya disusul dengan hari paskah, jadilah hari Rabu dan Jumat cuti bersama donk. Makanya jadi long weekend banget, karena ya bisa liburan sejak hari Rabu itu jadinya, dengan mengambil cuti lagi gak terlalu lama, cuma 1 hari di hari Kamis saja jadinya.

Road trip kali ini sebetulnya saya ngeri-ngeri sedep sih, secara usia kandungan sudah mulai membesar, sudah memasuki trimester ketiga. Takut kecapean dan kenapa-kenapa gitu ya, apalagi emang udah gampang puegel banget ini punggung. Mana cukup sering kontraksi palsu juga pula, apalagi kalau kecapean. Tapi Bismillaaah lah, kalau bukan sekarang, belum tentu ada kesempatannya lagi soalnya πŸ˜€

Wisata Candi

Berangkat lah kita begitu selesai nyoblos, hihi.

3 Minggu sebelumnya, kami sibuk mencari penginapan. Karena akan mengunjungi 3 candi + 1 museum yang letaknya lumayan beda-beda, jadi kami berpikir untuk menginap di 3 tempat berbeda pula. Repot ya? Setelah dijalani, gak gitu repot kok, hehehe

Enaknya lagi, karena suami emang orang yang terencana banget, jadi dia udah mulai memikirkan rute yang nanti akan kita ambil. Jadi, hari pertama sampai hari terakhir ke mana itu sudah direncanakan banget. Walau nantinya tetap akan fleksibel ya, mengingat road trip bersama anak dan mengingat fisik saya juga yang lagi hamil.

Jadi, diputuskanlah wisata Candi kami dimulai dari 1. Candi Prambanan – 2. Candi Borobudur – 3. Museum Kereta Api Ambarawa – 4. Candi Gedong Songo

1. Candi Prambanan

Tujuan ke Candi Prambanan karena memang sebelumnya kami belum pernah mengunjungi candi ini. Soalnya, waktu 2 tahun lalu kami melakukan perjalanan ke Jogja juga candi ini terlewat begitu saja, jadi ya masih punya rasa penasaran akan kemegahan candi yang satu ini πŸ˜€

Setelah mencari penginapan, dapetlah kami di penginapan yang letaknya persis di seberang Candi Prambanan dengan harga 190.000 per malam. Lumayan untuk numpang tidur sih, hehe. Walau gak ada air hangat dan gak pakai sarapan juga, huhu. Tapi lumayan, di depan penginapan ini, warung makan sudah banyak yang buka, jadi bisa beli sarapan di sekitar situ deh. Oiya, namanya hotel Wisnu.

Hotel Wisnu

Berhubung di sekitar candi Prambanan merupakan kompleks candi, jadi tadinya kami juga ingin mengunjungi candi-candi lain seperti candi Ratu Boko. Tapi ternyata, di loket penjualan tiket candi Prambanan, kami ditawarkan untuk membeli tiket paket 3 candi. Candi Plaosan, candi Sojiwan, terakhir candi Prambanan dengan tarif 75.000 per orang, anak-anak 35.000. Jadi, saya pilih itu deh, karena gak ada salahnya kaan πŸ™‚

Ternyata candi Plaosan dan Sojiwan ini letaknya di luar candi Prambanan, jadilah kami memang harus naik mobil lagi yang sudah disediakan tentunya karena paket itu. Nah, berhubung mengunjungi 2 candi ini menghabiskan waktu 1,5 jam sendiri, anak-anak udah keburu bosan sebelum sampai di candi Prambanannya, ahahaha. Nawa sampai bilang sendiri kalau gak mau ke candi lagi karena bosan, wekekek.

Jadi, saat di candi Sojiwan, kami hanya leyeh-leyeh dan ngemil deh, gak foto-foto apalagi mengitari candi. Paling suami aja sih yang mendekat ke candi dan sempat melihat bagaimana sisi dalam candinya.

Begitu sampai candi Prambanan, untungnya di pelataran dan halaman candi ini juga tempatnya luaaasss serta banyak spot-spot foto yang bisa dijadikan hiburan, jadi anak-anak gak terlalu bosan lagi. Apalagi ternyata ada lahan berpasir yang akhirnya dijadikan mainan untuk anak-anak. Jadilah kami menunggu anak-anak puas bermain pasir terlebih dahulu baru masuk ke candi Prambanannya.

Eh, begitu masuk juga kami gak berkeliling candi sih. Cuma bermain sebentar, istirahat, baru menuju pintu keluar. Nah, ternyata begitu keluar candi Prambanan, kita bisa menemukan banyaaaaakkkk sekali aktivitas yang ada di sekitar taman candi Prambanan ini, salah satunya kita bisa menonton sejarah candi Prambanan di ruang audio visual yang ada di dalam area museum candi.

Untuk menonton film ini lagi, kita hanya cukup membayar sebesar 5.000 rupiah saja per orang. Naia Nawa malah gratis, jadi kami hanya membayar untk 2 orang. Lumayan sih, walau gak pake guide, setelah puas berkeliling candi, kita bisa memuaskan rasa ingin tahu terhadap cerita sejarahnya melalui ruang audio visual ini.


Candi Prambanan

Alamat: Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571
Tarif: 40.000 tanpa paket (anak2 20.000), 75.000 paket 3 candi (anak di atas 3 tahun 35.000).

2 Candi Borobudur

Candi Borobudur

Walaupun kami sudah mengunjungi candi ini 2 tahun lalu, bahkan jadi salah satu tujuan utama juga, kali ini tetap mau ke sini. Karena saya emang seneng aja sama candi ini, sekaligus ingin memenuhi rasa penasaran saya akan 3 hal seperti yang sudah saya tuliskan di IG. 3 rasa penasaran itu adalah:

  1. Sunrise di Borobudur. Karena 2 tahun lalu, kami berburu sunrise-nya di Punthuk Setumbu πŸ™‚
  2. Untuk membuat foto lengkap (saya dan keluarga gitu) yang “bersih”
  3. Untuk bisa mendapatkan foto Candi saat sepi

Baca juga: Wisata Jogja Bersama Anak-anak

Alhamdulillaaahh 3 rasa penasaran tersebut terpenuhi di road trip kali ini. Saya bisa merasakan asiknya berburu sunrise di Borobudur langsung (walau harus mengeluarkan dana yang lumayan juga sih ya, tapi karena memang sudah diniatkan, jadi dananya juga sudah disiapkan jauh-jauh hari :D), juga akhirnya bisa membuat foto keluarga yang “bersih”, hihi

Kalau 2 tahun lalu kami menghabiskan 72.000 untuk masuk ke Borobudur (dengan 2 orang dewasa masing-masing 30.000 serta anak-anak 12.000), kali ini harus merogoh kocek jauuuh lebih dalam dari itu karena kami memang berniat membeli paket Borobudur Sunrise yang disediakan oleh Manohara Hotel. Untuk rinciannya, ada di “Berburu Sunrise di Borobudur” yaa πŸ˜‰

Trik Foto “Bersih”

Untuk foto keluarga yang bersih, saya mau ngasih trik sedikit nih. Berhubung tempat wisata mah ya bakal rame aja ya kan, jadi harus putar otak sedikit untuk bisa menghasilkan foto yang bersih dari gangguan pengunjung lain, hehe.

Foto “Bersih”

Triknya… Pertama-tama kita memang harus datang lebih pagi. Kami memang sudah jauh dari pagi ya, lha wong Subuh2 naik sampai atas Borobudur ini, hihi. Tapi, sampai kami selesai pun, pagi-pagi memang cenderung lebih sepi (walau tetap banyak pengunjungnya). Selanjutnya, cari spot yang terbilang dan punya potensi sepi, tapi tetap menggambarkan candi Borobudurnya.

Berikutnya, tunggu waktu yang tepat. Waktu yang tepat ini maksudnya waktu-waktu tidak ada pengunjung yang melewati background tempat kita akan berfoto. Karena tadi sudah memilih tempat yang cenderung sepi, jadi pengunjung juga berpotensi tidak terlalu banyak melewati background foto kita tersebut. Hasilnya ya jadi seperti di bawah deh, hehehe.

Memuaskan Anak

Setelah puas melihat matahari terbit dan foto-foto serta bermain sebentar di candi, kami pun turun dan ingin segera sarapan. Tapi, ternyataa, ada lahan berpasir lagi, hahaha. Kami memang sekaligus ingin berfoto lengkap lagi sih dengan latar belakang candi Borobudur yang lebih menyeluruh.

Main Pasir Lagi
Main Pasir 3

Akhirnya anak-anak pun maiinn lagii di lahan berpasir ini, ahaha. Naia malah membuat demprak dan asik aja main sendirian. Nawa mau ikutan, malah dibikinin demprak yang lebih kecil, haha. Begini ini lah seninya traveling sama anak-anak yaa. Biarkan mereka mengeksplor bebas juga apa yang mereka ingin mainkan. Jadi saat kita ajak ke manapun, mereka juga jadi mau deh mengikuti kemanapun.

Jadi timbal balik gitu. Kami membiarkan mereka memuaskan keinginannya, mereka nantinya juga mau mengikuti kemanapun kami tanpa cranky πŸ˜‰


Oiya, karena jarak candi Prambanan dan candi Borobudur lumayan jauh, juga karena kami memang ingin mengincar Sunrise di Borobudur ini, jadi kami pindah penginapan. Kami memilih penginapan yang tidak terlalu jauh dari candi ini sendiri.

Tadinya sih mau di Manohara Hotelnya. Tapi ternyata hotelnya sedang renovasi, jadi tidak menerima tamu untuk sementara waktu. Juga ternyata paket Sunrise ini bisa tanpa menginap. Akhirnya kami menginap di hotel lain yang terbilang cukup baru dan juga masih bagus. Namanya Borobudur Hills. Ini recommended banget sih, sudah diceritakan di postingan Borobudur yaa πŸ˜€

Malah ini penginapan terbaik dari road trip kemarin, karena kami sengaja memilih yang ada private poolnya, hehe. Supaya saya dan anak-anak bebas berenang kapanpun. Dan bener aja, kolam renangnya sangat dimaksimalkan. Kami puas berenang sejak sampai hotel, juga sejak jalan balik dari melihat Sunrise di Borobudur sampai checkout, hihihi.

Borobudur Hills
Borobudur Hills 2

Candi Borobudur
Alamat: Jl. Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Tarif: Dewasa 30.000, anak-anak 12.000

3. Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Ambarawa

Karena di Borobudur sejak Subuh, jadi kami sudah selesai mengitari candi dan anak-anak juga sudah puas main di halaman candinya sejak jam 09.00 pagi. Itu juga sudah termasuk sarapan. Nah, dari jam segitu sampai waktunya check out, kami leyeh-leyeh deh di hotel. Saya sama anak-anak berenang sih, papanya aja yang tidur, mengisi tenaga sebelum menyetir lagi πŸ˜€

Jadilah kami berangkat ke tempat tujuan selanjutnya setelah sholat Dzuhur. Tujuan selanjutnya ini belum ke candi berikutnya, karena kami ingin mengunjungi candi sejak pagi, jadi gak terlalu panas. Nah, berhubung tempat tujuan berikutnya di daerah Ambarawa, jadi suami sekalian mengajak kami ke museum Kereta Api Ambarawa, yang ternyata jadi highlight untuk suami.

Di sini, selain banyak pengetahuan tentang perkeretaapian, banyak tipe tempat lainnya. Seperti gerbong yang dijadikan kereta pustaka, tempat untuk anak-anak bisa membaca buku sepuasnya. Gerbong inilah yang pertama dituju sama anak-anak, ehehe.

Lalu ada juga bangunan asli stasiun-stasiun lama yang dipindahkan ke museum Ambarawa ini. Jadi bikin kita tau oh, ternyata stasiun dulu itu cuma segini doank. Bikin jadi waaw gitu ya kalau ngeliat perkembangannya.

Ada lagi kereta wisata. Kereta ini benar beroperasi dan akan mengajak pengunjungnya berwisata ke stasiun Tuntang pulang pergi. Jadi bisa menghabiskan waktu 1-1.5 jam sendiri untuk menumpang di kereta wisata ini.

Namun, karena terbatas, jadi kereta wisata ini hanya beroperasi 2-3x saja sehari. Kalau gak salah di weekdays cuma 2x, di weekend 3x (lupa jam berapanya, huhu). Tapi kita harus beli tiket kereta wisata ini sejak pagi, bukan sebelum keretanya beroperasi. Jadi banyak pengunjung yang sudah memadati museum ini sejak jam 08.00 pagi untuk mengincar agar tidak kehabisan tiket kereta wisata ini.

Banyak juga dari mereka yang akhirnya berkeliling ke tempat wisata lain dulu sebelum naik kereta wisata kalau ternyata mendapat jadwal kereta di jam 14.00 siang. Jadi, kalau mau ke museum kereta api Ambarawa ini dan mengincar naik kereta wisatanya, jangan seperti kami yang baru sampai sana siang yaa, hehe. Harus menyediakan waktu di pagi hari untuk membeli tiket kereta wisatanya, oke? πŸ˜€

Museum Kereta Api Ambarawa ini jadi highlight karena dia setiap hari naik KRL yaa, jadi semangat banget membaca perkembangan perkeretaapian yang ditampilkan di sepanjang dinding museum. Juga karena melihat komponen-komponen kereta api jaman dulu. Rasanya puas banget lah dia bisa melihat itu semua.

Museum Kereta Api Ambarawa
Alamat: Jalan Stasiun, Jl. Panjang Kidul No.1, Panjang Kidul, Panjang, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah 50614
Tarif: Di atas 5 tahun 10.000

4. Hiking di Candi Gedong Songo

Nah ini nih tujuan utama kami ke daerah Ambarawa, candi Gedong Songo. Saya sama sekai gak kebayang bentuknya candi ini gimana sebelumnya. Jadi googling dan cari tau juga udah sampai di tempat menginap terakhir (di sekitar candi ini sendiri biar gak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menuju candi, jadi bisa berangkat pagi-pagi gitu)

Candi Gedong Songo

Ternyata candi ini malah buka sejak jam 6 pagi. Dan ternyata medannya lebih cocok untuk hiking, hahaha. Ini sih jadi wisata fisik yaa. Walaupun begitu, tersedia kuda yang bisa disewa kok untuk mengunjungi seluruh candi yang lahannya memang menanjak ini. Jadi, gapapa banget mengajak anak-anak untuk mengunjungi candi Gedong Songo ini. Karena mereka akan senang dengan berkeliling candi naik kuda. πŸ™‚

Anw, candi Gedong Songo ini udah saya ulas tersendiri di Candi Gedong Songo: Perpaduan Wisata Sejarah dan Wisata Kekinian, jadi cuss deh baca juga yaaa πŸ˜‰


Total perjalanan road trip kami 4 hari 3 malam, dengan waktu tempuh sekitar 21 jam pulang pergi. Berangkat sekitar jam 13.30 tanggal 17 April, sampai hotel sekitar jam 23.30 (10 jam). Ini dengan istirahat sebanyak 2x dan total waktu istirahat 2 jam.

Pulangnya, karena terkena macet di sekitar Karawang, jadi waktu tempuhnya lebih lama 1 jam, sekitar 11 jam dengan 2 jam istirahat juga. Jadi di perjalanan sih ya 9 jam ya πŸ™‚

Apakah lebih hemat road trip begini dibanding naik pesawat dan menyewa mobil? Tergantung, hehe. Tergantung di tempat tujuan mau ke mana saja dan menginap di mana saja.

Kebetulan kami kemarin menghabiskan cukup banyak pengeluaran itu di Borobudur. Hal itu karena pilihan hotel serta pilihan paket Sunrisenya. Kalau kami hanya menginap di penginapan yang di depan candi Prambanan serta sunrise dari Punthuk Setumbu seperti 2 tahun lalu, bisa menghemat sekitar 1,5 juta.

Jadi, balik lagi ya. Lebih hemat atau tidaknya road trip tergantung tujuan wisata yang ingin dicapai πŸ˜‰

Kalau memang ingin menekan biaya, road trip bisa jadi pilihan banget sih. Karena bolak balik Jakarta-Jogja (sebenernya kemarin gak menyentuh Jogja juga sih ya. Prambanan ada di Klaten, Borobudur di Magelang, lalu Gedong Songo di Semarang, hihi) dengan mobil itu menghabiskan sekitar 1.5 juta untuk bensin (isi 3x dengan total sekitar 800ribu) dan tol. Pengeluaran segitu gak cukup donk kalau menggunakan pesawat + menyewa mobil? hehe. Untuk bagian transportasi sendiri, road trip bisa menghemat hingga 4 juta loh.

So, kapan road trip lagi yaa? πŸ˜€

4 comments

  1. Dyah

    Iya… Candi Songo lebih cocok untuk orang uang minat berpetualang secara fisik. Dulu saya ke sana juga naik kuda, soalnya pasti capek banget ya, kalau harus jalan kaki…

  2. Pingback: Keliling Indonesia Makin Mudah Dengan Transportasi yang Makin Andal – Momopururu

Leave a Reply to Dyah Cancel reply

%d bloggers like this: