Bermain Dengan Rusa di Ranca Upas

1 Reply

Family Traveler Keluarga Kid's Activity Traveling Traveling With Babies

Beberapa minggu lalu, mungkin sebulanan lalu lah yaa. Kami (saya dan suami) sama-sama sedang merasa bosan. Entah bosan dengan rutinitas yang itu-itu terus, atau bosan sama pasangan ya, tapi ya gitu, perasaannya mengganjal. Mungkin dipengaruhi oleh saya yang abis lahiran ya. Hormon belum stabil lagi, masih menyesuaikan ritme hidup lagi, ditambah rutinitas hidup yang masih itu-itu terus. Ya ngurus bayi, ya ngurus balita, juga ngurus anak sekolah.

Suami lalu mengambil keputusan yang cukup impulsif untuk cuti di akhir September ini untuk mengajak kami sekeluarga jalan-jalan lagi. Gak jauh sih, ke Bandung lagi, hehe. Awalnya sih mau Sabtu-Minggu aja gitu jalan-jalannya ke Sari Ater, mumpung waktu itu mendapat harga miring ya di Epic Sale Traveloka di bulan April lalu. Tapi berhubung emang lagi pengen liburan banget, suami memanjangkan sedikit waktu liburannya jadi dari hari Jumat.

Bermain dengan Rusa di Ranca Upas

Alhamdulillah dapet hotel murah lagi di hari Jumat itu. Jadilah kami tanpa ragu untuk mulai menyusun itinerary perjalanan 3 hari 2 malam kami ke Bandung. Berhubung sudah sering bolak balik Bandung ya, dan berhubung memang tempat liburan di Bandung itu cukup banyak, jadi kali ini kami mencari yang memang belum pernah dikunjungi deh. Akhirnya pilihan jatuh ke Ranca Upas dan Orchid Forest, selain pemandian air panas Ciater ya. Ciater itu sih memang diniatkan saat memesan hotel Sari Ater sebelumnya, jadi ya hampir pasti salah satu tujuan kami ya ke pemandian air panas tersebut deh.

Anw, tapi di sini saya mau ngomongin Ranca Upasnya dulu yaa. Orchid Forest dan atau Sari Ater Hotel & Resort di postingan berikutnya aja. Oke yaa oke yaa πŸ˜€

Ada Apa Saja di Ranca Upas?

Ranca Upas sendiri ini pernah saya baca reviewnya di sini. Di postingan itu, Ranca Upas dipakai untuk camping alias berkemah yaa. Nah, karena kemarin masih ragu untuk mengajak bayi berkemah dengan tenda gitu, jadinya kami gak berniat untuk mendirikan tenda dan datang berkunjung serta bermain sebentar saja untuk melihat penangkaran rusanya. Jadi, Ranca Upas ini selain memang diniatkan untuk lahan berkemah, juga sebagai penangkaran rusa ini, juga terdapat beberapa fasilitas lainnya. Seperti kids zone, kolam renang air panas, juga lapangan memanah.

Panahan
Lahan Kemah
Kolam Renang Air Hangat
Penangkaran Rusa

Karena kami ke sana di hari Jumat, siang pula, jadi semua terlihat kosong karena memang sepi, hehe. Kolam air hangatnya malah masih dibersihkan, jadi kami gak bisa masuk sampai kolam. Gak berencana berendam atau berenang juga sih, karena tujuan kami selanjutnya adalah ke Ciater πŸ˜€

Yang membuat kami sangat tertarik dengan Ranca Upas ini justru penangkaran rusanya, karena kok ya masa iya bisa masuk dan berinteraksi langsung denga Rusa?

Sedikit banyak, niatnya untuk membuktikan pengalaman berinteraksi langsung dengan rusa itu sih. Berhubung selama ini kami kalau berinteraksi dengan rusa ya masih melalui pagar pemisah gitu ya.

Sekaligus juga mengenalkan ke anak-anak sih, kalau rusa itu baik loh. Dan mengajak anak-anak untuk juga berinteraksi dengan mereka dan mengenalkan kalau rusa adalah hewan pemakan tumbuhan. Mereka malah antusiasnya karena selalu mengingat Sven, rusa yang terdapat di film Frozen, hihi. Sampai sana memang ada sih rusa dengan tanduk yang besar seperti si Sven itu, hehe.

Penangkaran Rusa Ranca Upas

Saat masuk, kami dikenai tiket seharga 15.000 per orang, kendaraan roda 4 10.000, jadilah kami dikenai biaya 55.000 totalnya (Naia sudah terhitung, namun Nawa apalagi si bayik belum yaa, jadi dihitung 3 orang + kendaraan :D). Nah, dari pintu tiket tersebut, kami langsung menuju lahan parkir yang ternyata sudah berada tepat di depan penangkaran Rusa.

Untuk masuk penangkaran rusa ini gratis kok, hanya saja kalau mau memberi makan rusanya, ya beli lagi ya. Ada di meja sebelum melalui jembatan untuk memberi makan rusa tadi. 10 ribu untuk seikat wortel, dan 5 ribu untuk seikat kangkung. Anak-anak, terutama Naia sudah antusias sekali untuk bisa memberi makan rusa langsung.

Tempat penangkaran ini dipisahkan oleh dek panjang yang cukup tinggi. Nah masuk ke deknya ini naik tangga terlebih dahulu deh. Nantinya untuk memberi makan rusa, kita turun lagi ke semacam panggung yang memang dikhususkan untuk memberi makan rusa tersebut. Dari situ, bisa turun lagi bersama rusa-rusanya kalau mau. Berinteraksi langsung gitu, bisa berfoto bersama sampai memegang rusa langsung.

Karena waktu kami ke sana itu hari Jumat siang, jadi Alhamdulillah Ranca Upas ini belum ramai, malah terbilang cukup sepi. Jadilah hanya 2 rombongan saja (termasuk kami) yang ada di sana. Tapi setelah beberapa lama, mulai banyak sih pengunjungnya. Malah karena bertambahnya pengunjung tersebut, serta terdapat pengunjung yang turun duluan, jadinya kami pun ikut turun ke lapangan rusanya.

Iya, awalnya kami cukup ragu, karena terdapat tulisan yang menyatakan kalau mau berinteraksi harus didampingi oleh penjaga. Terlebih lagi, Nawa masih panik dan masih takut, mungkin sih terintimidasi oleh ukuran rusa yang terbilang cukup besar ini yaa. Tapi, karena ternyata rusanya memang sejinak itu, kami jadi yakin untuk turun dan penjaga hanya memperhatikan pengunjung yang turun saja dari dek.

Setelah Nawa mulai tenang, mulai deh foto-foto sebentar dan berinteraksi dengan rusa. Rusanya beneran jinak loh. Bahkan kami dekati dan pegang-pegang tanduknya (secara perlahan tapi yaa, jangan yang bikin kaget mereka), rusanya tetap diam saja. Malah jadi terlihat bagus saat difoto. Pantas terkadang penangkaran rusa ini jadi spot foto pre wedding yaa πŸ˜€

Hanya saja penjaga penangkaran rusa sempat berpesan, kalau mau turun sampai bawah, jangan membawa makanannya karena berpotensi akan dikejar dan dikerubungi oleh rusa. Jadi, untuk memberi makan, cukup di panggung saja, turun saat sudah tidak membawa makanan lagi dan tinggal bermain sama rusa deh.

Karena beneran ada rusa yang lumayan agresif loh, haha. Kelaperan banget kayanya ya. Soalnya saat ngasih makan dari panggung itu, rusa yang satu ini sampai naik-naik di tangganya (gak sampai panggung sih, tapi lumayan menutup akses naik turun panggungnya kan jadinya :D)

KidsZone Ranca Upas

Selesai di penangkaran rusa, kami berkeliling Ranca Upas sebentar dan mengunjungi spot untuk mendirikan tenda. Setelah berjalan tidak jauh, terlihat deh tanah lapang untuk mendirikan tenda yang di pinggirnya terdapat beberapa toilet. Di situlah tempat kalau mau berkemah di Ranca Upas ini ya. Berikutnya mungkin bisa sih dicoba berkemah di sini. πŸ˜€

Nah, kami juga menemukan area Kids zone ini tepat di sebelah area kolam renang air panas. Jadi, urutannya dari parkiran di depan itu adalah penangkaran rusa, kolam renang air panas, berikutnya baru kids zone. Area berkemah terdapat di sisi yang berlawanan dengan area-area ini.

Kids zone ini mungkin sebetulnya harus membayar tiket lagi ya untuk masuk. Tapi, kemarin kami tinggal masuk saja karena belum ada penjaganya dan areanya memang dibuka, jadilah anak-anak bisa bermain puas terlebih dahulu di sini sebelum pulang.

Di Kids zone ini permainannya lebih ke permainan motorik kasar dan agak outbond, bukan yang permainan perosotan atau ayunan biasa. Ada sih ayunan, tapi sebagian besar ya permainan agak menantang gitu untuk anak-anak. Di sini Naia bolak-balik deh memainkan permainannya. Nawa ikutan, hanya saja bolak-balik di satu permainan saja, yaitu meniti tali. Itu pun dia sudah terlihat bangga dan percaya diriii sekali untuk meniti di tali itu. πŸ˜€

Masjid dan Toilet

Selain ada toilet di lahan berkemah tadi, ada juga donk toilet untuk pengunjung. Nah, toilet ini menyatu dengan bangunan masjid. Eh, gak yang menyatu bangunannya sih ya, tapi ya namanya ada masjid, pasti ada tempat wudhu sekaligus toiletnya kaan πŸ˜€

Masjid dan toilet ini berada di sisi depan Kids zone. Jadi tidak jauh dari anak-anak bermain, kita sudah bisa menemukan tempat ibadah serta tempat banyaknya warung makan tersedia.

Setelah anak-anak puas bermain di Kids zone, saatnya kami meninggalkan Ranca Upas deh.

Berkesan banget sih Ranca Upas ini. Karena ya pengalaman berinteraksi langsung dengan rusa tadi ya, plus memang kami gak ngeset ekspektasi apa-apa duluan sih, jadi mungkin jadi sepuas itu karena belum memberi ekspektasi tinggi terlebih dahulu untuk tempat ini. πŸ˜€

1 comment

  1. Pingback: Orchid Forest Cikole: Surga di Dalam Hutan Pinus – Momopururu

Leave a Reply

%d bloggers like this: