Orchid Forest Cikole: Surga di Dalam Hutan Pinus

40 Replies

Family Traveler Keluarga Kid's Activity Pribadi Review Traveling Traveling With Babies

Jadi ya, minggu lalu saat kami ke Bandung, suami penasaraaann banget untuk mengunjungi tempat wisata baru yang namanya Orchid Forest. Sepenasaran itu karena rating di Googlenya cukup tinggi. Tadinya siih setelah hari Jum’atnya ke Ranca Upas, hari Sabtunya kami ke sini. Tapii, ternyata di hari Sabtu, 28 September kemarin ternyata ada Forestra, alias Orkestra di dalam Orchid Forest tersebut, jadilah ditutup untuk umum, kecuali memang ingin menonton pertunjukan tersebut.

Lumayan sih ya sebenernya, soalnya Orkestranya ini dipimpin oleh Erwin Gutawa dan banyak musisi musisi terkenal lainnya. Tapi, tujuan kami bukan ingin menonton kaan, hanya ingin menikmati bagaimana bentuk si Orchid Forest ini.

Akhirnya ya kami memutuskan untuk di hari Minggunya saja deh. Sebenernya hari Sabtunya sempet ke sana juga sih pada jam 2 siang. Nah, itu bertepatan banget sama gerbang yang baru dibuka untuk pengunjung Forestra. Jadi pengunjung-pengunjung yang ingin masuk dan hanya ingin menikmati tempat wisatanya seperti kami ya terpaksa putar balik deh. Untungnya kami sih memang ingin menginap di Sari Ater ya, jadi gak terlalu jauh dari sana. Makanya bisa memutuskan untuk ke sana keesokan harinya lagi.

Sebetulnya lagi saya sih bebas mau jadi atau enggak ke sana. Karena yang penasaran banget ya suami. Saya sih ngebayanginnya perpaduan Hutan Pinus Imogiri dan rumah Anggreknya KRB, jadi gak pasang ekspektasi yang terlalu tinggi.

Baca juga: Wisata Jogja Bersama Anak-anak: Itinerary & Budget

Tapi memang setiap ke tempat wisata udah mencoba gak masang ekspektasi terlalu tinggi sih. Karena kalau ternyata gak sesuai ekspektasi kan jadi mengecewakan kan ya. Nah, kalau ekspektasinya biasa aja, bahkan cenderung gak masang ekspektasi apa2 ya gak kecewa-kecewa banget kalau ternyata tempatnya ya gitu doank atau biasa aja. Tapi kalau tempatnya bagus kan jadi waw gitu πŸ˜€

Tiket Orchid Forest

Jadi, letak Orchid Forest ini memang berdekatan dengan Sari Ater dan Tangkuban Parahu, ya masih di sekitar Lembang ke sana lah, daerah Cikole pokoknya. Tiketnya per orang 30.000, anak di atas 3th udah bayar sebenernya, tapi kami hanya dikenai tiket untuk bertiga (saya, suami, dan Naia), Nawa masih digratiskan walaupun sudah 3th. Terkadang emang tempat wisata di Indonesia begitu sih yaa, hehe.

Jadi, walau seharusnya anak sudah membayar, tapi kebijakan tempat wisatanya sendiri yang malah menggratiskan si anak tadi. Seriingg banget saya begini. Di Ancol, di Prambanan, di Ranca Upas kemarin juga begitu. Banyak lah tempat wisata yang kayak gini. Jadi, kalau mau beli tiket tempat wisata, mending beli on the spot sih ya, kecuali tempat yang ramaaiii banget banget, bisa jadi pilihan sih untuk membeli e-ticket nya.

Oiya, jadi, kami diharuskan membayar 115.000 deh totalnya untuk masuk ke Orchid Forest ini. 3 orang masing-masing 30.000, plus kendaraan 25.000.

Setelah melalui loket tiket ini, kita akan menanjak terus sampai tiba di pintu masuknya lagi di sebelah atas. Di sini mungkin karena weekend juga ya kemarin, jadi parkirnya sudah sampai di luar, itu juga sudah mengular sampai ke bawah. Jadi, saran aja ya kalau mau ke sini lebih baik pagi-pagi. Selain lebih segar pastinya (walau dingin juga), parkiran juga lebih kosong πŸ™‚

Restoran

Begitu memasuki kawasan Orchid Forest, di lahan parkirnya sendiri memang tersedia warung-warung makan serta mushola. Warung-warung makan di daerah parkiran ini sama seperti di daerah puncak atau daerah wisata lainnya yang menyediakan warung makan oleh warga setempat.

Tadinya sih kami juga mau makan dan sholat dulu sebelum memasuki kawasan Orchid Forestnya ya. Tapi melihat mushola yang penuh serta kerempongan membawa anak 3, akhirnya ditunda saja dengan asumsi di dalam akan ada tempat makan serta mushola juga.

Bukan asumsi sih ya sebenernya, karena saat menanjak menuju pintu masuk utama, kami sedikit banyak melihat kondisi di dalam Orchid Forest ini sendiri. Jadi cukup yakin karena ada kawasan yang menunjukkan adanya food court di dalam sana. Lalu, kami jadi tambah yakin dengan asumsi kami untuk mushola karena bertanya dengan salah satu security dan beliau menjawab di dalam memang tersedia mushola.

Jadilah kami langsung masuk. Nah, begitu masuk, kita akan melewati tulisan besar Orchid Forest Cikole deh. Di situ kita bisa berfoto sejenak. Ya biar ada bukti gitu ya kita pernah ke sini, hihihi.

Saat memasuki Orchid Forest ini lebih dalam lagi, kita akan melewati gerbang besar yang di kiri kanannya penuh dengan bunga Anggrek. Dari situ, kita akan menuruni tangga sebanyak sekitar 16 anak tangga untuk berikutnya terdapat petunjuk arah.

Sebelum masuk terlalu dalam, kami memutuskan untuk berhenti sejenak dan makan di salah satu restoran yang ada di dalam kawasan ini. Pilihan kami jatuh pada Aspasia. Harga menunya standar loh, bukan yang mahal ala tempat wisata banget gitu. Lumayan enak pula makanannya. Tempatnya ini yang juga lumayan nyaman plus enak dan cukup instagrammable. Selain memang menyediakan spot-spot untuk berfoto sih ya si Aspasia ini.

Luasnya Orchid Forest: Surga di Hutan Pinus

Bener aja sih keputusan kami untuk makan dulu sebelum mengeksplor tempat ini lebih jauh, karena ternyata tempatnya cukup besaaarrr, kurang lebih sekitar 6 hektar sih luasnya. Jadi, bener banget makan dulu sebelum masuk untuk berkeliling ya. “Isi bensin” dulu lah gitu, terlebih lagi kami bawa 3 anak. Ya walaupun yang satu juga masih bayi sih ya, tapi lumayan bok, yang capek jadi saya yang gendong sampai keluar :’)

Karena mengelilingi Orchid Forest ini sambil bawa bayi, jadinya betis saya ini pegalnya baru hilang setelah hari ke 4 sampai rumah, hahaha. Iyaa, secapek ituh lah. Pengaruh umur juga mungkin ya, wkwkwk. Alhamdulillah aja anak-anak keesokan harinya tetap sehat, apalagi Naia yang langsung masuk sekolah padahal baru sampai rumah sekitar jam 10 malam. Ya sepanjang jalan tidur sih, tapi kan di Orchid Forestnya lumayan capek yaa πŸ˜€

Baca juga: Bermain Dengan Rusa di Ranca Upas

Kenapa saya bilang surga? Karena buat saya, tempat ini mencakup banyaaakk banget aktivitas yang bisa dilakukan. Surga untuk yang suka dengan wisata alam, tapi juga suka dengan kekinian. Surga untuk anak-anak juga karena terdapat fasilitas untuk anak-anak yang cukup menarik.

Orchid Forest ini seluas itu karena banyak banget tempat yang bisa disinggahi. Cukup variatif pula jenis-jenis tempatnya. Maksudnya itu, selain menikmati kesegaran berjalan di dalam hutan pinus, kita gak henti-hentinya disuguhi berbagai tempat yang berbeda. Ada teras besar seperti tempat pertunjukan dengan tempat duduk berjajar seperti tempat duduk penonton (memang dinamakan Terrace Paphio sih). Ada rumah anggrek, Rabbit Forest, Orchid Castle, sampai Wood Bridge dan lahan outbond.

Rumah Anggrek

Yap, rumah anggrek yang saya maksud mirip seperti yang ada di Kebun Raya Bogor. Tapi karena ini terbilang cukup baru, jadi lebih bagus yaa πŸ˜€ Pengunjung memang diarahkan untuk melewati rumah anggrek ini dan membatasi akses menuju jalur yang langsung menurun agar menikmati anggrek sesuai dengan nama tempat wisatanya donk ya, Orchid Forest, hehe.

Malah di dalamnya terdapat 2 petugas yang siap mengabadikan foto kita di tempat yang ditentukan untuk berfoto. Jadi, memang sudah disediakan tempat foto khusus gitu. Untuk yang mau berfoto, ada jalur antriannya. Sedangkan yang tidak mau berfoto ya bisa jalan terus.

Tenang aja, gak dipungut bayaran kok, karena mereka memotret dengan kamera yang kita bawa, bisa kamera hp ataupun DSLR. Terdapat 2 orang karena yang 1 bertugas mengambilkan kamera dari tangan kita dan mengatur antrian, yang 1 lagi bertugas jadi fotografernya. Cukup oke dan profesional ya tempatnya karena menyediakan petugas khusus untuk berfoto ini. Jadi nilai plus buat saya sih ini karena cukup berkesan. Baru ini aja gitu nemuin di tempat wisata memang menyediakan 2 petugas untuk memoto pengunjungnya gratis begini πŸ™‚

Keluar dari rumah anggrek, kita nanti juga akan melewati Bazaar Anggrek. Bangunan persis seperti rumah anggrek yang lebih kecil, namun di dalamnya tempat dijualnya tumbuhan-tumbuhan anggrek ini. Siapa tau saat di sini kita memang ingin mengkoleksi sebagian tumbuhan yang ada ya kaan πŸ˜€

Rabbit Forest

Selanjutnya ada Rabbit Forest, tempat anak-anak bisa bermain dengan kelinci dan memberi makan secara langsung. Untuk ke tempat ini pastinya gratis donk ya, karena sudah bagian dari Orchid Forestnya. Kecuali ingin memberi makan kelinci, ya beli makanan untuk kelincinya, seikat wortel dihargai 8ribu rupiah.

Ada 2 lahan Rabbit Forest ini, keduanya ada di sisi jalan berbeda. Jadi, dari pintu masuk Rabbit Forest sendiri, kita bisa memilih mau berkeliling di kandang kelinci yang sebelah mana. Boleh sebelah kiri atau kanan. Yang okenya lagi, di depan kandang kelincinya ini terdapat beberapa keran untuk anak-anak mencuci tangannya. Ya berhubung di dalam hampir pasti memegang kelinci ya kan, jadi disediakan keran untuk langsung mencuci tangan deh. Kesan baik lainnya dari tempat ini πŸ˜€

Orchid Castle dan Wood Bridge

Lalu ada lagi Orchid Castle dan Wood Bridge. Kedua tempat ini memasang tarif sendiri karena bisa dilewati dan tidak diarahkan untuk masuk seperti di rumah anggrek.

Orchid Castle ini seperti playground tersendiri untuk anak-anak. Jadi mungkin untuk anak yang sudah bosan berjalan, bisa bermain sejenak (bisa lama sih mungkin ya, haha) di Orchid Castle ini. Tarifnya per anak 40.000 lagi. Kok mahalan masuk sini ya daripada harga tiket Orchid Forestnya xp

Tapi memang dibuat cukup baik dan terlihat menarik sih πŸ˜€

Untuk Wood Bridge, sebenernya ini lebih kayak ke area outbond ya, karena ada yang namanya High Rope dan bayar lagi. Untuk bisa melewati Wood Bridge juga bayar sih sekitar 20.000 per orang (seperti biasa, Nawa masih gratis ya :D), tapi ini sudah sekaligus Flying Fox.

Oiya, Wood Bridge itu sendiri ya seperti namanya, jembatan kayu yang cukup panjang dan membentang di hutan pinus. Ini juga lumayan jadi perhatian utama sih saat berjalan dari atas. Lumayan kelihatan lah gitu. Saya pikir semua pengunjung akan pasti lewat sini, tapi ternyata enggak ya. Ya yang membayar tiket itu tadi saja yang lewat sini. Yang gak mau lewat sini, ada jalurnya lagi yang lain πŸ™‚

Nah, jadi kalau kita membeli dan melewati Wood Bridge ini, di ujung jembatan akan ada pos awal Fliying Fox dan bisa langsung turun melalui Flying Foxnya. Untuk yang gak Flying Fox, nantinya akan melewati Garden of Lights gitu, taman yang dipenuhi lampu, kalau malam lampunya akan bersinar deh. Berhubung tempatnya memang buka sampai jam 19.00 ya, terakhir beli tiket sih jam 18.00 bisanya, jadi taman ini cantik kalau malam.

Ya kami kemarin gak sampai malam karena sudah harus pulang ke Jakarta lagi, jadi sekitar jam 4 juga sudah keluar dan menuju Jakarta, hehe.

Free Shuttle Car untuk Kembali Menuju Parkiran

Berhubung lahannya luaaasss banget, plus kalau ditelusuri sampai habis, ujungnya ini sekitar 500 meter di bawah lahan parkirnya, mereka sampai menyediakan shuttle car gratis untuk para pengunjungnya. Kurang profesional apa coba? Dari pintu keluar sampai kembali ke lahan parkir ya disediakan mobil begini. Jadi tambah 1 lagi hal yang mengesankan buat saya.

Oiya, shuttle car nya ini sendiri ada yang bergambar Orchid Forest, ada yang bentuknya angkot warna kuning gitu. Iya, gak bayar juga kok yang bentuknya angkot. Itu memang mobil yang kayanya belum sempat dicat atau memang angkot yang disewa aja sama pihak Orchid Forestnya ya.

Plus, tujuan shuttle car ini juga ada 2. Jadi nanti akan ada security lagi di pintu keluar yang bertugas menginformasikan mobil itu menuju lahan parkir yang mana. Lahan parkir atas untuk mobil pribadi, atau lahan parkir bawah untuk bis-bis besar. Hampir pasti pengunjung yang mau naik shuttle car ini ditanya oleh security itu sih, jadi menghindari adanya kesalahan tujuan gitu.

Mantap lah pokoknya. Benar-benar memanjakan pengunjung deh ini deh. Masuk hanya 30.000 lho per orang, gak mahal-mahal banget kan itu? Tapi fasilitasnya udah worth 50.000 ke atas. Menurut aku lho yaa πŸ˜€

Fasilitas Dasar yang Tersebar

Di atas ada yang belum saya sebut nih, yaitu tentang fasilitas dasar. Apa aja itu? Buat saya, fasilitas dasar ini berupa mushola, toilet, dan tempat sampah. Ketiganya ini tersebar buaanggett. Hampir setiap 100 meter kali ya ada toilet. Beneran sebanyak itu. Ditambah lagi (semoga gak karena masih baru aja ya tempatnya), toiletnya ini bersiiih deh. Lupa sih wangi atau enggak, tapi yang penting itu kebersihannya. Oke banget lah.

Untuk mushola sendiri juga sebagus itu. Bukan mushola seadanya dengan karpet dan mukena yang (maaf) bau ya. Tapi mushola yang dibangun dan dirawat oleh manajemen Orchid Forestnya. Lagi-lagi, semoga ini gak karena tempatnya masih baru ya. Semoga emang akan selalu dirawat dan dijaga kebersihan tempat serta musholanya.

Tempat sampah apalagi. Banyaaakkk banget ini tempat sampah dengan berbagai macam bentuk. Malah biar fungsinya bisa double, ada tempat sampah yang merangkap pot tanaman. Bener-bener bikin tempat ini sangat berkesan untuk saya dan keluarga.

Tempat Wisata Bertaraf Nasional

Jadi sepertinya Orchid Forest Cikole ini memang ditangani oleh para profesional ya dan pantas dijadikan tempat wisata bertaraf nasional. Soalnya semua tertata rapi, susunan setiap bagiannya betul-betul dipikirkan sehingga selain bersih dan bagus, pengunjung bisa menikmati tempat ini dengan berbagai variasi kegiatan. Jadi waktu yang panjang yang akan dihabiskan di sini akan menjadi tidak terasa.

Begitupun dengan pegawai-pegawainya, termasuk security, yang ramah dan siap membantu pengunjung kapanpun dibutuhkan. Fasilitas mushola, toilet, bahkan tempat sampah yang sangat banyak dan tersebar hampir di sepanjang jalan serperti telah saya jabarkan di atas. Juga shuttle car yang selalu tersedia.

Sedikit saran tambahan, mungkin sebaiknya peta keseluruhan tempatnya disediakan di setiap beberapa meter atau setiap bagian yang berbeda. Juga diharap memberikan informasi berapa jarak yang harus ditempuh di setiap perjalanannya. Contohnya, berapa total jarak yang harus kami tempuh untuk melewati Wood Bridge, berapa total jarak untuk mencapai Rabbit Forest, dan lain sebagainya. Sehingga, nantinya pengunjung bisa memperkirakan jarak yang akan ditempuh serta waktu yang akan dihabiskan di sini.

Saran saya untuk yang ingin mengunjungi tempat ini, sediakan waktu 4 sampai 5 jam kalau mau menikmati tempat ini secara maksimal dan santai ya πŸ™‚

Ide Wisata 2 Hari 1 Malam di daerah Tangkuban Parahu

Anw, saya jadi kepikiran niih. Kalau mau yang liburan singkat 2 hari semalam dan merasakan 3 sensasi berbeda, mungkin bisa dicoba sih ya ke wilayah Tangkuban Parahu ini. 3 tempat tersebut adalah:

  1. Orchid Forest
  2. Pemandian air panas Ciater
  3. Tangkuban Parahu

Itinerarynya mungkin bisa dengan mengunjungi Tangkuban Parahu di pagi hari untuk menikmati suasana Gunung serta udara yang masih terasa sejuk (cenderung dingin ya xp). Berikutnya turun sedikit menuju Orchid Forest Cikole dan menikmati pemandangan hutan Pinusnya serta berkegiatan di sini sampai siang atau agak sore.

Setelah lelah mengelilingi Orchid Forest, langsung menuju Sari Ater dan beristirahat di penginapan tersebut serta menikmati nyaman dan segarnya berendam di pemandian air panas Ciater. Keesokan paginya beraktivitas sedikit dan menikmati fasilitas-fasilitas yang tersedia di Sari Ater.

Kalau mau tidak sampai menginap juga sebenarnya bisa yaa, terutama untuk yang masih belum membawa banyak bocah seperti kami ;’P. Setelah dari Orchid Forest, menuju Ciater untuk menikmati pemandian air panasnya di malam hari (karena buka 24 jam kaan). Begitu badan sudah segar dan terasa enak lagi, beranjak pulang deh πŸ™‚

Udah deh, liburan singkat namun dapet 3 tempat dengan sensasi berbeda. Pemandangan gunung Tangkuban Parahu yang menakjubkan, Orchid Forest dengan pemandangan hutan pinus serta pengalaman outbond dan kids playground yang menyenangkan, dan pemandian air panas untuk kesehatan. Cocok untuk berwisata sekeluarga yaa πŸ˜‰

Orchid Forest Cikole
Alamat: Genteng, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391
HTM: 30.000 per orang (3 tahun ke atas), kendaraan 25.000
Open
9am-6pm(Weekdays)
8am-7pm(Weekend/Holiday)
☎️ (022)27612816,0812 2000 3438‬

40 comments

  1. Ucig

    Ini dago dream park sanaan lagi yaa ti? Luas bgt kebayang gendong si no.3. Mupeng lanhalan tapi aku mah nggak sekuat ituuh πŸ˜† seru anak2 pasti betah disitu..iyaa beneer cocok utk liburan keluarga destinasi yg kmu saranin

  2. samyamiskad

    Tempat ini masuk dalam list wajib kunjungi nih bareng krucils tapi belum kesampaian. Entah kapan nih. Kalau kesana rekomennya nginap dimana yah,mbak? Kalau sehari ke orchid danke tangkuban perahu juga apa gak kelelahan yah krucilsnya?

    1. istianasutanti Post author

      bisa nginep di sari ater mbak. Emang gak gitu deket sih, tapi cocok untuk melepaskan semua kelelahan yang ada dengan mandi air hangat, ehehe πŸ˜€
      Aku jelasin juga di postingan dan sertain peta biar kebayang seberapa deket/jauh tempat-tempat yang aku rekomendasikan πŸ˜‰

  3. ariefpokto

    Recommended banget bawa anak2 ya. Semua fasilitasnya menunjang . Seneng juga Ada petugas yang Bantu fotoin. Tau Aja kalau Kita butuh yaa

    1. istianasutanti Post author

      haha, iya, mikirin banget pengunjung yaa, biar semua yang dalam 1 rombongan bisa ikut emang harus ada yang motoin soalnya. Makanya seneng karena sampai ke sana mikirnya. Bikin spot foto, sediain petugas yang motoin, jadi deh memanjakan pengunjung. Kayanya bagian ini harus dicontoh tempat-tempat wisata lain ya πŸ˜€

  4. rahma

    Wah, tengs infonya. Kebetulan Mama lagi minta nyariin info soal Cikole ini karena mau ke sana bareng teman-temannya. Aku pernah nonton Jazz Gunung di Bromo dan itu keren banget. Kayaknya seru juga kalau di Cikole ini orkestranya diadain rutin. Pasti kubela-belain dateng ke sana,

    1. istianasutanti Post author

      Kayanya emang acara tahunan deh mas. Follow IGnya Orchid Forest aja deh biar dapet info terupdate. Tahun depan kalau diadakan lagi jadi gak kelewatan info gitu πŸ˜‰

  5. Matius Teguh Nugroho

    Tempatnya memang luas, sejuk, dan rindang mbak, tapi area anggreknya kecil. Memang benar, jangan berekspektasi terlalu tinggi daripada nanti gondhok, apalagi buat penyuka bunga anggrek sejati. Itinerary kamu mantap, mbak. Eksplor Lembang, terus nginepnya di Sari Ater.

    Btw kalau dibilang “deket” sama Tangper dan Sari Ater, yaaa nggak juga sih. Secara administratif Sari Ater juga bukan di wilayah Lembang.

    1. istianasutanti Post author

      iya bener mas, secara administratif Sari Ater itu udah bukan Lembang sih, hehe. Tapi ini beneran deket lho, kemarin soalnya bisa dijangkau banget 3 tempat ini dibanding tempat wisata lain yang di daerah Lembang. Emang bukan yang deket banget gitu juga sih makanya aku kasih peta juga biar kebayang seberapa jauhnya, jadi bisa lah yaa dijadikan pertimbangan *maksa, wakaka. Maafkan aku yang sok ngerti daerah ini, huhu

  6. Charis Fuadi

    hutan pinus yang dijadikan wisata banyak sekali sekarang, tapi ini yang paling keren penataannya dan konsepnya sudah paling mantab, asyik buat liburan keluarga

  7. Lia Yuliani

    Luas banget ini, ya. kebayang butuh waktu agak lama kalau pengen ngunjungin ini. Saya belum pernah ngunjungin Orchid Forest, sih, soalnya. Boleh juga buat rekomendasi. Yang paling suka viewnya dan fasilitasnya oke juga. Anak-anak pasti suka.

  8. Gita sarrah

    Saya baru sekali ke orchid forest dan itupun pas awal2 buka..sekarang udah lengkap banget fasilitasnya ya😍..dan saya mupeng banget bisa nonton forestra di orchid forest. Mdh2an kesampean yg edisi tahun depan😘

  9. Nurul Sufitri

    Kasih makan kelinci! Nah, itu hal yang paling disukai oleh anak2 kan πŸ™‚ Kalau berkunjung ke hutan pinus di mana2 tampak indah ya. Apalagi tamannya juga bagus dan asri. Anak2 bakalan betah..ada permainan outbound juga. Bayar 30K ya ga mahal sih. Kapan2 aku mau ah bawa pasukan mampir ke sini. TFS πŸ™‚

  10. hani

    Wah…aku yg orang Bandung, terakhir ke Cikole kayaknya 5 thn yl. Wkwkwk…boroΒ² tahu ada Orchid Forest Cikole.
    Keren yaa, kalau dikelola dng baik. Makasih itinerary-nya. Nginep Oke tuh. Soalnya males macetnya niiih dari dan ke Bandung

  11. akuchichie

    Aku beberapa kali pengen kesini gak jadi-jadi, padahal kebayang mau foto-foto di hutan pinus itu. Seru nih pasti bawa anak dan suamiku kesini, sekalian liburan tipis-tipislah.

  12. Darius Go Reinnamah

    Bagus banget mbak tempatnya, bagian terasnya apalagi. Pengambilan foto yang mbak lakukan itu lho pas banget.
    Semoga saja bukan hanya di awal saja ya semua kebaikan yang mbak sebutkan di atas itu hadir. Semoga manajemen dan pengunjung tetap bisa menjaga Orchid Forest ini, karena Indonesia itu terkenal jago membangun tapi payah dalam hal merawat.

    Beneran niat sih ini Orchid Forest membentuk tempat wisata ini, keliatan banget dari Mushollanya. Kecil tapi unik. Wajib banget direkomendasikan untuk para orang tua yang ingin bawa anaknya

    1. istianasutanti Post author

      Bener mas, itu juga yang saya gumamkan sepanjang perjalanan. Semogaaa Orchid Forest ini bisa terus dijaga dan dirawat supaya tetap bagus seperti ini. Saya sih optimis karena sepertinya ini dikelola oleh swasta, hehehe. Malah saya juga mendoakan agar tempat ini jadi tempat wisata internasional gitu dan jadi salah satu tujuan untuk wisata ke Indonesia πŸ˜€

  13. Monda

    pernah lewat rute sebaliknya dari Ciater ke Tangkuban Perahu, memang dekat sih..apalagi itu naik bisa gede ya, nggak berasa lama di jalan..
    apa ikut jejakmu aja ya di liburan ini he.. he… bisa nginap di Cikole kan mbak

  14. Pingback: Menjadi Generasi Bapur Saat Traveling – Momopururu

  15. Putu Sukartini

    Cakep banget ya hutan pinusnya, tertata rapi begitu
    Btw aku lho penasaran sama tempat-tempat wisata dengan hutan pinus begini
    Mereka ini menanam pinusnya dari kecil untuk kemudian dijadiin tempat wisata
    Atau tinggal mengelola yang sudah jadi ya, soalnya khan untuk jadi sebesar itu pohonnya butuh waktu yang lama banget
    Ahhh….. aku penasaran

  16. Dedew

    Luas banget ya dan bersih..menyenangkan buat piknik bareng keluarga, bisa nih buat acuan ntar liburan bareng bocah…anak-anak HEPI bener ya, mamaknya yang encok hihihi jalan kaki jauh..

Leave a Reply

%d bloggers like this: