Sun Life Virtual Charity Run Sebuah Langkah Mudah untuk Mulai Melawan Diabetes

24 Replies

Keluarga Pribadi Review sponsored

Ngerasa gak sih jaman sekarang itu penyakit Diabetes makin dimaklumi dan dilumrahkan. Padahal harusnya kan enggak huhuhu. Karena ternyata diabetes itu bisa jadi pangkal dari segala macam penyakit lho.

Aku jadi ngeri sendiri deh waktu hari Kamis yang lalu, tanggal 14 November kemarin, yang bertepatan dengan hari Diabetes Sedunia, dapet penjelasan betapa bahayanya diabetes ini. Ngeri karena diabetes itu bisa banget jadi pangkal macam-macam penyakit yang bakal timbul.

Kenapa Diabetes Jadi Pangkal Segala Penyakit?

Soalnya, pada penderita diabetes, insulin dalam tubuh itu terganggu fungsinya sehingga tidak mampu bekerja secara optimal. Padahal, insulin ini merupakan corong bagi darah untuk bisa mengalirkan zat-zat gizinya ke berbagai macam sel dalam tubuh, ya sel jantung, bisa ke sel ginjal, sel mata, dan sel-sel organ tubuh lainnya.

Karena zat gizi yang dibawa oleh darah sulit dialirkan, maka gula yang terkandung dalam darah jadi menumpuk dan menyebabkan darah menjadi kental dan sarat akan gula. Inilah kenapa saat diperiksa, gula darahnya bisa menunjukkan angka yang tinggi di atas angka normal.

Lalu, karena sel organ tubuh tidak mendapat cukup nutrisi, maka organ tertentu tadi tidak bisa lagi deh bekerja semaksimal kemampuannya. Jadinya, organ tersebut terganggu fungsinya yang akhirnya terjadilah yang dinamakan sakit jantung, gangguan ginjal, kebutaan, dan penyakit lainnya yang menyertai diabetes ini tadi. Tidak jarang juga terjadi komplikasi penyakit dalam tubuh. Pokoknya ternyata ya diabetes ini bisa mengakibatkan penyakit yang cukup parah nantinya.

Pre Diabetes

Jangan pikir yang masih muda gak bisa terkena diabetes loh ya. Temen saya soalnya sudah terkena diabetes sejak 7 tahun lalu. Iya, teman seangkatan dan seumuran saya, sudah terkena diabetes sejak umurnya 20an. Makanya jangan tenang dulu dan jangan jadi ngerasa bisa makan sembarang barangan kalau umurnya masih muda.

Yang belum terdiagnosis diabetes pun sebenarnya punya potensi diabetes kok. Hal ini dipengaruhi banget sama gaya hidup soalnya. Kalau keseringan maunya manis-manis, jarang bergerak atau berolahraga, dan makanannya sering banget junk food, bisa-bisa terkena diabetes. Kalaupun belum diabetes, bisa jadi pre-diabetes.

Apa itu pre diabetes? Pre diabetes itu kalau gula darah seseorang lebih tinggi dari angka normal, tapi tidak cukup tinggi untuk dikatakan diabetes. Istilahnya pre diabetes ini angka tengahnya antara sehat dan diabetes.

Kalau angka normal gula dalam darah langsung adalah kurang dari 140mg/dL dan sudah bisa dibilang diabetes adalah yang lebih dari 200mg/dL, maka pre diabetes ada di rentang 140-200 mg/dL itu.

Tapi, kalau tidak menjaga gaya hidupnya menjadi lebih sehat, potensi untuk nantinya terkena diabetes ini besar sekali. Sebaliknya, kalau gaya hidupnya menjadi lebih baik dan terkontrol a.k.a #LiveHealthierLives, sangat mungkin banget untuk bisa lebih sehat dan tidak terjangkit diabetes nantinya.

Makanya, menjaga pola atau gaya hidup ini yang penting banget. Gaya hidup yang lebih baik ini bener-bener harus dimulai sejak sekarang ya, gak bisa nanti. Ya gak perlu nunggu sakit dulu lah untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Mahalnya Diabetes

Kalau udah terlanjur diabetes, bakal repot banget kan soalnya. Yang mengalami kerugian bukan hanya penderita, tapi orang sekitar yang berhubungan dengan penderita juga bisa bisa terkena dampaknya.

Banyak kasus meninggal karena komplikasi penyakit yang diakibatkan diabetes ini. Malah saat saya stories kemarin, beberapa orang cerita, anggota keluarganya juga meninggal karena penyakit lain yang diakibatkan oleh diabetes ini.

Bahkan, berdasarkan pemaparan dokter Dante, dokter yang kemarin mengisi acara pada saat #diabetesDay kamis lalu, 350 orang diamputasi setiap hari karena diabetes. Bayangin, banyak banget kan orang yang jadi kehilangan kemampuannya untuk bisa hidup seperti sebelumnya? Belum lagi yang meninggal, yang sakit jantung, yang gagal ginjal, dan kerugian kerugian lainnya.

Jangan salah juga, kerugian tidak langsungnya pun (in direct cost) juga lumayan mahal. Indirect cost ini misalnya, yang terkena diabetes adalah kepala keluarga yang harus menghidupi keluarganya. Karena terkena diabetes, dia jadi kehilangan sedikit kemampuannya dalam mencari nafkah. Bisa karena harus pengobatan rutin yang cukup menyita waktu, bisa karena jadi tidak bisa bekerja lagi.

Kalau pencari nafkah utama yang sudah tidak bisa lagi melakukan pekerjaannya, apalagi kalau sampai meninggal? Kan kasian sama yang ditinggalkan. Iya kalau yang ditinggalkan (misal pasangannya) memang terbiasa untuk mencari nafkah juga, kalau enggak?

Intinya, diabetes bisa se-merugikan itu sampai bisa menghancurkan hidup keluarga. T_T

Family Support

Peran keluarga juga sangat besar pengaruhnya terhadap penderita diabetes. Kalau seseorang sudah didiagnosa diabetes, lalu dia HARUS mengubah pola hidupnya tapi menghadapi itu sendirian, pasti akan jauh lebih sulit dibanding keluarganya juga ikut menjaga pola makan mereka.

Sebagai keluarga, selain mengingatkan penderita untuk minum obat secara teratur, bisa juga dengan mengubah pola hidup (atau pola makan) di rumah menjadi lebih sehat. Hitung-hitung nantinya akan kembali pada diri kita sendiri ya. Dengan menjalani pola hidup sehat, nantinya kita terhindar dari diabetes. Udah ada 1 penderita, jangan ditambah lagi lah ya gitu.

Walau memang gak segampang itu juga ya menghindari diabetes ini. Kalau anggota keluarga sudah ada yang terkena diabetes, kemungkinan untuk kita terkena diabetes pun jadi lebih besar. Karena salah satu penyebab bisa terkena diabetes ya karena genetik juga. Misal, ibu terkena diabetes, nah kemungkinan kita untuk terkena diabetes tuh sekitar 30%. Apalagi kalau kedua orangtua kita yang terkena diabetes, kemungkinannya bisa mencapai 50%.

Makanya harus dari sekarang memperbaiki pola hidup kita menjadi lebih sehat ya. #LiveHealthierLives lah. Gak menutup kemungkinan kok orang yang sudah didiagnosa diabetes, tapi karena menjaga gaya hidup dan pola makannya jadi lebih sehat, penyakitnya baru terasa 20 tahunan kemudian.

Mengutip cerita teman saya melalui IG, hal ini terjadi di bapaknya yang sudah didiagnosa diabetes sejak 25 tahunan lalu, karena sampai sekarang bisa mempertahankan gaya hidup sehatnya, beliau masih sehat dan baru sedikit sedikit terpengaruh oleh diabetesnya.

Kalau bisa nih, pola hidup kita yang masih muda-muda ini, harus bisa menghindarkan kita dari diabetes, bahkan dijauhkan dari status pre diabetes.

Gejala Diabetes

Kalau sudah terasa sedikiit saja yang diperkirakan gejala diabetes, coba deh perbaiki lagi gaya hidup kita, mana tau ternyata selama ini memang belum sebersih itu. Apalagi jaman sekarang, makanan-makanan junk food makin mudah dijangkau, minuman-minuman manis makin banyak tersebar. Godaan untuk tidak memulai hidup sehat tuh makin buanyaakk :’)

Memangnya, apa saja gejala diabetes itu? Supaya kita bisa makin aware dan bisa sesegera mungkin memperbaiki gaya hidup kita gitu. Beberapa gejala diabetes yang kemarin dibahas itu, yang paling sering keliatan ada 3 dan sering disebut dengan 3P, yaitu:

  1. Polifagi atau selalu merasa lapar
  2. Polidpsi atau selalu merasa haus
  3. Poliuri alias sering buang air kecil

Yang paling sering terlihat itu kata dokter Dante, ya 3 hal di atas. Haus terusnya itu betul-betul sering minum dan melebihi standar konsumsi kita sehari-hari. Kalau sehari kita butuh 2 liter air atau 8 gelas, nah penderita diabetes mungkin bisa lebih dari itu.

Tapi bukan berarti yang punya gejala 3 itu akan selalu bisa dipastikan dia diabetes ya, tapi sebaiknya segera memeriksakan kesehatannya. Atau, bisa lagi lihat gejala lainnya, seperti:

  • Apakah juga sering mengantuk?
  • Apakah punya luka yang lama penyembuhannya?
  • Apakah mengalami penurunan berat badan yang ekstrim?
  • Apakah pandangan terganggu?
  • Serta apakah terjadi gangguan dalam hal seksual? (biasanya sulitnya *ehem, ereksi pada pria)

Kalau 3 gejala yang sering muncul tadi diiringi gejala lainnya tersebut, coba langsung deh lakukan quick check up gitu, ngecek aja gula darahnya tinggi atau enggak. Kalau ternyata benar tinggi, ya jadi bisa cepat ditangani untuk terhindar dari penyakit lanjutan lainnya. Kalau ternyata rendah, ya berarti waktunya untuk memperbaiki pola hidup, agar bisa tetap sehat šŸ˜‰

Gimana Mencegah Diabetes?

Nah, ini nih yang jadi pertanyaan. Terus, kalau diabetes sengeri itu, gimana donk kita bisa mencegahnya? Apalagi dipengaruhi oleh genetik juga, kan jadi makin susah ya.

Sebenernya dari awal udah kesebut sebut ya, yaitu dengan menjalankan pola hidup sehat plus punya asuransi kesehatan.

Buat saya, punya asuransi kesehatan itu semacam “safety net”. Setiap orang memang punya potensi untuk terkena diabetes kan? Walaupun misalnya sudah menjalankan pola hidup sehat, ya kita semua gak akan ada yang tau masa depan juga gitu. Makanya butuh asuransi kesehatan, kalau kalau saat sakit dan membutuhkan biaya banyak, kita bisa tenang karena akan ada asuransi yang insyaAllah bisa membantu dalam hal pembiayaan. Jadi, kemungkinan besar tidak akan terlalu mengganggu cashflow keluarga atau tidak akan membuat kebutuhan keluarga menjadi tidak tercukupi apalagi kurang.

Dengan punya asuransi, kita jadi gak cuma sehat fisik, tapi juga bisa sehat finansial. Soalnya, kebanyakan yang sudah terjadi kan begitu ya. Saat sakit, butuh biaya besar, jadi bingung sendiri karena tidak memiliki asuransi sehingga biayanya mengambil dari alokasi kebutuhan lainnya dan jadi mengacaukan keuangan keluarga šŸ™

Anw, dengan melaksanakan pola hidup sehat, makan sesuai gizi dan secukupnya, plus olahraga teratur, insyaAllah akan menjauhkan kita dari berbagai penyakit, bukan hanya diabetes. Yes, it’s so eaassyy to talk, but veerrryyy hard to do. Susahnya itu dalam melakukan komitmennya sebetulnya, lebih seringnya kita itu mudaah sekali terpengaruh dengan godaan-godaan yang ada sehari-hari.

Godaan junk food yang lebih mudah dijangkau. Juga minuman-minuman kekinian yang makiinn banyak tersebar. Susah menjalankan pola hidup sehat, tapi BISA kok. Ya kalau sudah niat dan bertekad bulat, apa sih yang gak bisa ya kan?

Olahraga rutin juga, sebetulnya gak susah. Cukup 30 menit setiap hari juga bisa, atau beberapa kali seminggu tuh mungkin banget buat siapapun. Beneran yang bikin susah ya pikiran kita sendiri sih.

Sun Life Virtual Charity Run untuk #TeamUpAgainstDiabetes

Mau nyobain yang gampang dulu sekaligus beramal gak? Yuk deh coba ikutan Sun Life Virtual Charity Run. Sebuah ajang lari virtual yang nantinya setiap kilo meternya akan dikonversikan ke rupiah dan hasilnya akan disumbangkan untuk mengobati para penderita diabetes di Indonesia. Setiap kilometernya akan dikonversikan menjadi 100 ribu rupiah.

Nah, yang bikin menarik dan seru, akan ada 2 tim, tim Ibnu Jamil dan tim Kelly Tandiono. Kita bisa memilih tim yang kita suka untuk bersama-sama #TeamUpAgainstDiabetes.

View this post on Instagram

Ingin bergabung ke dalam team @ibnujamilo atau @kelly_tandiono sekaligus berkontribusi untuk melawan diabetes dan mendapatkan kesempatan lari bareng mereka di rangkaian acara Resolution Run 2020? Yuk ikutan Sun Life Virtual Charity Run! Caranya? Gampang banget kok, kamu hanya tinggal mengikuti langkah-langkahnya sebagai berikut: – Bagikan 4 foto kamu dalam 1 postingan Instagram feed yang terdiri dari: 1 foto flatlay (tampak atas) untuk menunjukan perlengkapan lari kamu dan 3 foto terakhir berupa screenshot dari aplikasi sport tracker kamu yang menunjukkan jumlah miles terakhir yang kamu raih – Pilih di team mana kamu ingin bergabung (#TeamIbnu atau #TeamKelly) dan tulis alasan mengapa kamu pantas untuk menjadi anggota dari salah satu team di caption – Mention @sunlife_id dan @ibnujamilo (atau) @kelly_tandiono, dan tag 3 teman kamu – Gunakan hashtag #LiveHealthierLives #TeamUpAgainstDiabetes, #TeamIbnu/#TeamKelly Kami tunggu submission kamu hingga tanggal 19 November 2019 ya! Lihat informasi selengkapnya di link bio.

A post shared by Sun Life Indonesia (@sunlife_id) on

Lalu, berikutnya akan ada juga resolution run 2020, sebuah ajang lari bersama yang diadakan pada awal tahun 2020 untuk meningkatkan kesadaran pentingnya olahraga. Resolution run ini nantinya akan diadakan di ICE BSD dan bisa diikuti perorangan hingga keluarga yang meliputi 1 orangtua dan 1 anak.

Resolution Run 2020

Untuk mengikuti resolution run 2020 ini juga sudah bisa mendaftar dari sekarang lho. Kita bisa mendaftarkan diri kita di web resolutionrunindonesia.com dan memilih kategori yang kita ingin ikuti dan membayar biaya yang ditentukan.

Tertarik gak? Yuk, kita mulai tahun 2020 dengan kegiatan sehat bersama. Cara yang cukup mudah untuk mulai #TeamUpAgainstDiabetes niih. šŸ™‚

24 comments

  1. Dyah

    Waduh, saya nggak suka lari. Sukanya jalan kaki. Tapi saya setuju kalau diabetes dibilang akar dari banyak penyakit. Nenek saya dari kedua belah pihak kena diabetes. Jadi keluarga saya sudah hati-hati dari dari dulu. Tapi godaan memang banyak sih. Kopi ngehits tuh contoh godaan yang susah dihindari.

  2. Rach Alida Bahaweres

    Nah mba, olahraga rutin sehari 30 menit itu kliatan gambang tapi sayangnya sulit terjadim Tapi aku kayaknya aku harus rutin karna kluargaku ada riwayat DB

      1. N.dinaryanti

        Diabet itu katanya bisa menjadi penyakit bawaan bagi generasi selanjutnya.
        Insya Allah bisa dicegah dengan disiplin tinggi pola makan, bahan makanan dan cara mengolah makanan yang baik . Selain itu yang sama pentingnya dengan makanan adalah OLAHRAGA , ini harus dipaksa , selain benefit sehat yang didapat dari kegiatan tersebut antara lain seperti memperbaiki mood dan suana hati : Ga baperan , ga sensitifan , ga su udzonan, bawaanya tu possitive thingking dan feeling .

  3. Dhita Khairunnisa p

    Semua penyakit, khususnya diebet ini emang kuncinya di kesadaran diri sih yaaa. Kalau diri sendiri udab sadar dan berusaha disiplin, insyaa Allah walaupun penyakit ini nempel terus dan ga bisa sembuh, tapi kita tetep bisa nikmatin hidup dengan enak dan layak ā¤

  4. Gema sofat yaquti

    Alm bapak dapat diagnosa diabetes berpuluh puluh tahun yang lalu, pdhal makannya g yg aneh2. Lebih seneng rebus2an, kacang rebus, jagung, singkong dll n kelepasan makan kurang sehat kl lagi nginep luar krn makanan beli jadi apapun entah mie ayam/padang/kopi saschet. Umur 50an pasang 2 ring d jantung, obatnya banyak banget, n khawatir ginjalnya kena krn terlalu banyak obat Kimia minta kurangin dosis obat.
    Makanya emang Bener, diabetes pangkal untuk banyak penyakit.
    Yg jd concern Saya bapak tuh g suka junk food/makanan kekinian, lebih suka makan rebus2an,kopi/teh jarang2, suka banget jalan kaki kemana2. Tapi masih kena diabetes. Lhaaa gimana Saya yg kebalikan dari itu semua???? šŸ™„šŸ™„

  5. @diniisme

    Aku termasuk yang sweet tooth nih huhu. Sebenarnya bisa ngurangin yang manis-manis tapi masih belum bisa konsisten. Nggak ikut tren minim boba hits dan pesen chatime no sugar ternyata mudah, yang susah ganti/ngurangin nasi putih karena memang biasa dari kecil ya. Makanya ini anak-anak kalau memang lagi nggak mau nasi suka nggak aku paksain, biasanya cari karbo lain biar mereka nggak ketergantungan karbo itu harus nasi.

    1. istianasutanti Post author

      aku nih keikutan tren, huhu. Seneng banget emang minuman manis, kayak penyemangat aja gitu kalo lagi lelah sehari-hari. Mesti dikurangi tapi nih. Syemangatt lah kita

  6. tukang jalan jajan

    awalnya dulu aku cuman tahu bahwa diabetes ini turunan dan menyerang orang diusia tua namun sekarang masih muda pun bisa kena diabetes bahkan yang tidak punya keturunan sekalipun karena pola hidup dan pola makan. Kudu dicegah sejak dini supaya tak jadi masalah kelak

  7. Angga Tannaya

    Diabet ngeri sih ya memang. Tapi kadang sayanya yang sering susah jaga pola makan, terutama yang manis. Harus membentuk pemikiran dan mental yang kuat dulu supaya enggak tergoda makan aneh-aneh

  8. hani

    Dari keluarga Mama, aku bakat ada diabet nih. Kakekku dulu diabet, tapi kontrol makannya kuat banget. Trus tiap pagi jalan 2 km dong. Usianya bisa mencapai 81 tahun. Mamaku juga agak tinggi, tapi masih terkontrol sih. Bener juga ya, banyak penyakit yang akarnya dari yg kita makan…

  9. Dian E. Suryaman

    Wah diabetes salah satu musuh bersama nih…dan potensial dialami anak-anak juga…Aku berusaha menghindarinya dengan menjaga mkanan dan olahraga…semoga diabet enggan menghampiri ya…

  10. Hanan M

    Diabetes memang menjadi salah satu silent killer, jadi harus lebih sering olah raga dan menjaga pola makan biar diabetes tidak mendekat. Ngomong-ngomong acaranya seru juga ya bisa, bisa ikutan lari sambil beramal dan dapat banyak ilmu baru tentang diabetes

  11. Bee Balqis Blog

    menarik ini, olahraga sekalian beramal. Btw, kalau ngomongin diabetes, tantangan banget harus mengurangi konsumsi gula berlebih. Harus tahan-tahan biar nggak bablas makan yang manis-manis, hiks. Sekarang lagi belajar rutin olahraga sepeda-an, semoga bisa rutin setiap hari.

Leave a Reply

%d bloggers like this: