Daftar Rapid Test Mandiri di Rumah Sakit Terdekat Melalui Halodoc

3 Replies

Pribadi Review
Rapid Test Mandiri

Sudah 1 bulan lebih nih saya sekeluarga #DiRumahAja demi mengurangi dan membatasi interaksi sosial. Kita semua tau lah ya alasannya apa, yaitu ya karena sedang ada pandemi Corona yang belum mereda. Bukan cuma di Indonesia, tapi seluruh dunia.

Jadi, kami ini di rumah aja selain memang karena mengikuti anjuran pemerintah sebagai bentuk pencegahan Covid-19, juga karena kesadaran diri. Soalnya Covid-19 ini penyebarannya sangat cepat. Gejalanya saja mirip penyakit flu biasa, bahkan banyak juga yang tanpa gejala, jadi sebenernya kita gak tau apakah seseorang telah terjangkit virus ini atau tidak saat dirinya terlihat sehat-sehat saja.

Di Rumah Aja

Pembawa Virus

Makanya, banyak juga yang akhirnya berperan sebagai pembawa virus alias “carier”. Pembawa virus ini biasanya bukan golongan yang rentan terhadap virus covid-19. Imunitasnya baik, masih muda, juga tidak memiliki penyakit bawaan, jadi tubuhnya bisa mengendalikan virus ini sedemikian sehingga tidak menimbulkan penyakit apa-apa pada dirinya.

Kacaunya, saat pembawa virus ini berinteraksi dengan golongan yang rentan, saat itulah terjadi bencana. Golongan yang rentan ini dinamakan rentan ya karena bisa sangat membahayakan efeknya pada mereka, mulai dari gejala yang lebih parah dari sekedar flu biasa, sampai ada yang meninggal. Makanya, saat ada orang yang terjangkit virus Covid-19 ini, dirinya harus segera diisolasi.

Untuk yang memiliki gejala ringan, disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Karena, rumah sakit yang menjadi rujukan sudah terlalu penuh dan mulai kewalahan dengan penderita Covid–19 lainnya yang gejalanya lebih membahayakan.

Biasanya, mulai diisolasi di rumah sakit ketika gejalanya berat, usianya melebihi 40 tahun, serta memiliki penyakit penyerta lainnya, seperti diabetes, TB atau penyakit lain yang mungkin akan semakin parah akibat Covid-19 ini.

Cara Mengetahui Kita Terjangkit Virus Covid-19

Terus, cara taunya kita terjangkit Covid-19 atau enggak gimana?

Sejak akhir bulan lalu, pemerintah sudah melakukan Rapid Test kepada masyarakat luas ya, namun diutamakan yang pernah berinteraksi langsung dengan penderita ataupun yang berada di lingkungan perumahan penderita.

Sebetulnya sih, ada 2 cara untuk mengetahui seseorang terjangkit Covid-19, yaitu dengan Rapid Test dan dengan Swab Test. Nah, kenapa yang digunakan pemerintah itu Rapid Test adalah karena testnya bisa mengeluarkan hasil yang lebih cepat dan bisa dilakukan pada lebih banyak orang dalam sekali test.

Beda kedua tes ini selain dari lamanya hasil yang diberikan, Rapid Test menggunakan sampel darah untuk pengujiannya, sedangkan Swab Test menggunakan cairan yang ada di hidung atau tenggorokan.

Sayangnya, Swab Test ini hanya bisa dilakukan di lab yang menjalankan PCR (Polymerase Chain Reaction) dan hasilnya baru diketahui 5-7 hari kemudian. Sedangkan Rapid Test adalah untuk melihat adanya antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi dan bisa diketahui setelah 1 hari tes, jauh lebih cepat dari Swab Test.

Rapid Test Mandiri
Ilustrasi Rapid Test

Namun, Rapid Test juga tidak sepenuhnya efektif, makanya biasanya saat hasil Rapid Testnya positif, dilakukan tes lanjutan berupa Swab Test. Disertai dengan isolasi mandiri maupun isolasi di rumah sakit.

Baca juga: Tes Toksoplasma

Rapid Test Mandiri

Berhubung pemerintah juga masih terbatas dalam melakukan Rapid Test ini, ya mengutamakan yang telah berinteraksi dengan penderita positif maupun yang berada di lingkungannya, kita yang memiliki gejala mirip Covid-19 terkadang bingung harus tes ke mana.

Untuk mengatasi hal ini, halodoc menyediakan akses untuk melakukan Rapid Test di tempat terdekat yang menyediakan layanan ini. Tapi sebelumnya harus melakukan pendaftaran dulu melalui situs halodoc di halaman ini ataupun melalui aplikasi halodoc.

Jadi, untuk kita yang mungkin sedang memiliki gejala mirip Covid-19 dan mau memastikan apakah itu benar Covid-19 atau bukan, bisa langsung mendaftarkan diri di halaman halodoc tersebut ya. Dengan biaya sendiri juga tentunya.

Begitu memastikan positif atau tidaknya kita, kita jadi bisa melakukan langkah tepat untuk penyembuhan dengan melakukan isolasi mandiri serta penyembuhan pada gejala yang muncul dan meningkatkan imunitas tubuh. Biasanya jika kita dianggap masih mampu isolasi mandiri, diusahakan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sih.

Anggap Diri Positif

Tapi, gak semudah itu juga ya untuk bisa melakukan Rapid Test mandiri, karena biaya yang dikeluarkan tidak sedikit juga. Jadi, alternatif lain yang bisa dilakukan dan yang memang sekarang sedang dilakukan itu menganggap diri kita positif dan akhirnya kita isolasi mandiri di rumah demi menghindari menularkan virus ini ke masyarakat.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas ya, banyak yang sebenarnya mungkin positif Covid-19, tapi tidak bergejala sama sekali yang akhirnya malah membahayakan komunitasnya, makanya lebih aman untuk di rumah saja karena kita gak tau kita sebetulnya sudah pernah terjangkit atau belum.

Sekali lagi, langkah untuk isolasi mandiri ini bukan hanya untuk mengikuti anjuran Pemerintah, tapi juga bentuk kesadaran diri dan empati supaya kita semua bisa lebih menekan penyebarannya.

Jadii.. Yuklah, lebih baik yang bisa untuk di rumah saja tetap di rumah saja ya. Kalau mengalami gejala seperti Covid-19 dan ingin memastikan positif atau tidaknya, bisa melakukan Rapid Test mandiri tadi. Kalau ragu untuk melakukan tes, maka mari isolasi diri di rumah selama 14 hari ke depan. Semoga tubuh kita bisa melawan virus itu dari dalam serta tidak menularkannya ke orang lain.

Stay safe & healthy ya guys 🙂

3 comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: