Cara Canggih Disinfeksi Ruangan Pakai Sinar UV-C Dari Signify

Comment

Keluarga Pribadi Review
Alat Disinfeksi Ruangan

Wah, kita tuh udah cukup lama juga ya mengalami kondisi pandemi ini, udah hampir 7 bulan loh. Sepanjang 7 bulan itu, mulai dari yang bosen di rumah aja, sampai menerapkan new normal, sampai ya muncul kebiasaan baru yang lebih baik. Kita jadi lebih sadar akan kebersihan diri, kebersihan lingkungan, dan kebersihan apapun lah. 

Ke mana-mana sekarang pakai masker, apa-apa harus disemprot diinfektan dulu, juga langsung bersih-bersih setelah sampai rumah dari manapun, dari tempat dekat sekalipun. Bahkan memang sejarang itu juga sih keluar rumah. Keluar keluar itu benar-benar kalau ada kebutuhan mendesaaakkk sekali. Walau kami beberapa kali keluar hanya untuk refreshing sih, uhuhu. 

Lumayan bosen beberapa bulan di rumah aja, jadi gak jarang lah kami berkeliling naik mobil tanpa mampir. Pernah sih mengunjungi teman beberapa kali, tapi hitungannya jadi silaturahmi drive thru, hee. Tapi ya gitu deh, harus ketat menjalankan protokol kesehatan sekarang tuh kalau keluar rumah. Pun juga di dalam rumah sih.

Anw, untuk mendisinfeksi barang, permukaan, atau ruangan tuh kita biasanya memakai cairan disinfektan kan ya. Apalagi memang telah tersebar dan banyak dijual cairan disinfektan ini, malah banyak juga yang bikin sendiri karena tutorialnya di mana-mana atuh lah. Tapi, kita bisa juga lho mendisinfeksi ruangan tanpa cairan. 

Alat Disinfeksi Ruangan

Caranya gimana? Yaitu dengan peralatan disinfeksi yang memanfaatkan sinar UV-C. So far yang aku tau, alat yang memanfaatkan sinar UV-C untuk produk rumahan baru Philips UV-C Disinfection Lamp.

Sinar UV-C

Nah, aku cerita tentang sinar UV-C nya ini dulu boleh yaa.

Jadi, selama ini tuh jujur aja aku pribadi baru tau mengenai sinar UV-A dan UV-B yang memang terkandung dalam matahari. Namun ternyata, ada 1 sinar ultra violet lagi yang dipancarkan matahari, dinamakan UV-C. Hanya saja sebetulnya sinar ini bereaksi pada lapisan ozon yang paling tinggi, sehingga tidak mencapai permukaan.

Karena sinar UV-C inilah yang paling powerful dibanding 2 jenis sinar lainnya, para ilmuwan memproduksi sinar ini secara artifisial. Sinar UV-C ini powerful karena gelombangnya lebih pendek dan memang lebih berenergi, jadi memang bisa diandalkan untuk menghancurkan materi genetik – baik pada manusia atau partikel virus. Makanya sinar UV-C ini banyak digunakan untuk alat-alat disinfeksi atau untuk mensterilkan suatu permukaan atau ruangan.

Nah, karena UV-C ini sepowerful itu, sampai bisa menghancurkan mikropartikel tadi itu, penggunaan sinar UV-C ini harus ketat. Pasalnya, sinar ini tuh memancarkan radiasi yang jauh lebih berbahaya dibanding UV-A dan UV-B saat terkena kulit manusia. Kekuatan radiasinya itu bisa mencapai 10 kali lipatnya sinar UV-B. Jadi ya, kalau kulit kita bisa terbakar sinar UV-B dalam beberapa menit atau jam, nah UV-C ini hanya butuh beberapa detik saja. Makanya pemakaiannya tidak bisa sembarangan juga.

Jadinya begitu ada produk yang memanfaatkan UV-C ini, ya harus sudah melewati uji keamanan juga donk ya. Apalagi kalau pemakaiannya untuk sehari-hari di lingkungan rumah.

Philips UV-C Disinfection Desk Lamps

Philips UV-C Disinfecion Desk Lamps ini bentuknya memang berupa lampu yang memanfaatkan sinar UV-C dari Signify dan dengan dilindungi oleh rangka logam penuh serta cocok untuk diletakkan di atas permukaan. Jadi, memang penggunaannya untuk diletakkan di atas meja atau permukaan rata apapun yang tingginya tidak lebih dari 1,2m.

Karena sinar UV-C ini dinilai sangat berbahaya bagi kulit kita, maka Philips UV-C Disinfection Desk Lamp dilengkapi pengaturan yang cukup canggih sehingga sangat meminimalisir paparan terhadap kulit kita.

Sensor Canggih Pendeteksi Gerakan

Alat ini menggunakan sensor gelombang mikro berkualitas tinggi untuk mendeteksi manusia dan hewan. Sensor inilah yang akan secara otomatis berhenti jika manusia/hewan mendekati radius 5 meter. Sehingga alat akan otomatis berhenti bekerja saat terdeteksi gerakan kecil.

Kalau mau dilist nih, beberapa keunggulannya Philips UV-C Disinfection Lamp itu:

  • Bisa meradiasi area permukaan dari virus covid-19 dengan paparan waktu 6 detik dan menghasilkan 99% pengurangan virus yang ada di permukaan tersebut.
  • Penggunaannya aman bagi manusia karena dapat mendeteksi gerakan kecil. Jadi, lampu tidak akan menyala saat masih ada manusia atau hewan di dekatnya.
  • Memiliki 3 pengaturan waktu. 3 Pengaturan waktu untuk ruangan yang berbeda. Pengaturannya pun mudah, hanya ada 2 tombol di atas lampu ini.
  • Mudah digunakan. Seperti poin sebelumnya, memang mudah digunakan karena hanya ada tombol power dan tombol pengaturan waktu. Benar-benar tidak menyulitkan pengguna sih ini.

Cara Penggunaan

Aku sendiri sudah mencoba alat ini beberapa kali di 2 ruangan berbeda. Contoh penggunaan alat ini juga sudah aku upload di YouTube.

Kira-kira begini cara penggunaannya berdasarkan pengalaman kemarin (dan berdasarkan panduan yang diberi tentu ya):

  1. Letakkan perangkat di tengah ruangan dan pada permukaan yang tingginya tidak lebih dari 1,2m.
  2. Saat kabel dicolokkan, perangkat akan langsung bersuara dan memandu langkah selanjutnya.
  3. Tekan tombol power selama 3 detik untuk mengaktifkan perangkat. 
  4. Setelah perangkat aktif, kita diminta untuk menekan tombol pengaturan waktu untuk mengatur lamanya perangkat akan digunakan. Secara default, perangkat akan bekerja selama 30 menit. Jadi, tanpa mengatur waktu secara khusus, alat tetap akan bekerja selama 30 menit.
  5. Setelah alat aktif, segera tinggalkan ruangan dan biarkan alat bekerja sendiri.
  6. Sekitar 30 detik setelah ruangan steril (tidak ada manusia atau gerakan apapun), alat akan aktif dengan sendirinya dan lampu akan menyala disertai suara pemberitahuan alat akan bekerja.
  7. Setelah selesai, lampu akan mati dan alat juga akan bersuara untuk memberitahu bahwa proses disinfeksi telah selesai.
  8. Apabila terdapat gerakan kecil, proses disinfeksi akan otomatis terhenti dan lampu akan langsung mati. Jadi, kita harus mengulang proses dari awal.

Begitu proses disinfeksi selesai dan kita memasuki ruangan kembali, akan tercium bau alat listrik sedikit. Itu tanda kalau proses disinfeksi benar bekerja dan efektif.

Dengan begini, proses disinfeksi ruangan dan permukaan jadi lebih mudah sih. Gak khawatir ada sesuatu yang penting terkena cipratan dan rusak, juga gak khawatir ada permukaan atau benda yang terlewat.

Tidak Bisa untuk Lingkungan Medis

Berhubung namanya desk lamp dan dipergunakan untuk lingkungan rumah, alat ini tidak bisa digunakan di lingkungan medis, bahkan klinik kecil sekalipun. Mungkin karena memang bentuknya yang kecil, jadi sinarnya tidak bisa menjangkau area yang lebih luas lagi sehingga hanya aman digunakan di lingkungan rumah.

Beda Ruangan, Beda Jangka Waktu

Philips UV-C Disinfectant Desk Lamp ini bisa digunakan untuk seluruh ruangan di rumah ya. Namun, karena besar ruangan yang beragam, maka waktu penggunaan juga berbeda.

Seperti misalnya, kalau untuk kamar tidur, disarankan untuk mengaktifkan alat selama 30 menit. Untuk dapur dan kamar mandi cukup 15 menit. Nah, untuk ruang keluarga yang memang biasanya lebih besar, disarankan diaktifkan selama 45 menit.

Buat aku sih, lebih enak begini ya karena itu tadi, jadi lebih simpel untuk mendisinfeksi suatu permukaan. Cukup menyalakan alat lalu meninggalkan ruangan selama 15-30 menit saja, maka ruangan tersebut akan bebas dari kuman dan virus berbahaya. Bisa digunakan untuk seluruh ruangan pula. Jadi, memang worth to try deh alat ini. 🙂

Sumber:

Leave a Reply

%d bloggers like this: