Pengalaman 4 Kali Melawan Rasa Kantuk Demi Mengejar Sunrise

1 Reply

Family Traveler Pribadi Traveling

Saya tuh seneeenng banget deh sama sunrise. Selain karena warna langit yang memang cantik saat sunrise, maknanya juga saya suka. Karena buat saya, sunrise itu semacam menandakan kalau kita menyambut hari yang baru lagi, hari di mana kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Hari kita masih bisa bernapas dan bisa bersyukur akan kehidupan yang baru lagi ini.

Makanya setiap kali jalan-jalan emang seneng dan seantusias itu kalau diajak melihat sunrise. Emang sih 4x ini mah masih belum ada apa-apanya, ehehe. Malah saya lupa, bener baru 4x atau ada lagi. Tapi setidaknya, pengalaman 4x inilah yang paling berkesan untuk saya dalam mengejar sunrise.

1. Sunrise di Punthuk Setumbu

Sebenernya maunya sih ke Borobudurnya, tapi waktu ke Jogja dan memang merencanakan ke Borobudur, kami malah kepincut sama Punthuk Setumbu ini. Aku lupa sih alasannya kenapa, kayanya karena waktu itu pas banget sama film AADC2 deh, terus tempatnya jadi ngehype gitu, akhirnya ya jadi alternatif melihat sunrise di Borobudur dari jauh deh. Oh, selain memang karena jauuuhh lebih murah sih ya di Punthuk Setumbu ini dibanding langsung dari dalam candi Borobudurnya, hihi.

Namanya juga mau cari sunrise ya, jadi bangunnya jauuuuhh sebelum waktu Shubuh deh, karena memperhitungkan perjalanan menuju Punthuk Setumbu, juga memperhitungkan waktu sholat. Maka dari itu, karena kami menginap di tempat yang agak jauh, jadi bangun dari sekitar jam 1 pagi, untuk selanjutnya diantar oleh guide menuju tempatnya.

Bener deh, kalau gak ada guide dan mengandalkan maps, mungkin kami bisa terlambat. Karena kalau bareng guidenya, kita jadi ditunjukkan jalan pintas gitu, yang lumayan kecil sih, tapi jadinya lebih cepat, Alhamdulillah yah.

Anw, sunrise di Punthuk Setumbu ini tuh udah sekitar 3,5 tahun yang lalu, ahaha. Waktu anak kedua masih bisa saya gendong-gendong begini, umurnya masih 1 tahun soalnya waktu itu, hihi.

Punthuk Setumbu
Sunrise di Punthuk Setumbu

Terus, tempatnya ternyata cukup mendaki, jadi lumayan juga ya itu sambil gendong anak 1 tahun sambil mendaki. Walau sebentar sih, karena dari bawah pun jaraknya tidak terlalu jauh. Tapi tetap aja, saya butuh sekitar 2x istirahat, berat cyin. Gak sambil gendong anak aja udah lumayan ya mendaki si Punthuk Setumbu ini, lha ini sambil gendong anak dengan berat sekitar 8kg (apa 9 kg ya dulu?). Jadi yaa gitu lah. Capek tapi senang πŸ™‚

Tapi, begitu sampai di atas, lumayan terbayar lah. Saya bisa istirahat, bisa ngeliat sunrise, juga bisa ngeliat keindahan Borobudur yang terkena cahaya matahari. Niatnya sih diabadikan lewat foto, tapi fotonya gak ada yang bagus, ahaha.

2. Pantai Sanur Bali

Kalau yang ini, saya doank yang bangun pagi-pagi demi ngejar sunrise di pantai Sanur. Sayang aja gitu udah sampai Bali tapi gak maksimal menikmati keindahan alamnya ya kan. Apalagi sengaja memilih pantai yang menghadap Timur memang demi melihat sunrise. Jadi, kalau gak pergi sendiri ya jadinya.. ya sayang πŸ˜€

Kami waktu itu ke Bali bertepatan dengan aktifnya gunung Agung. Jadi, selain sedia masker, cukup dag dig dug juga sih bisa balik lagi ke Jakarta sesuai yang sudah dijadwalkan atau enggak.

Soalnya sehari setelah kami tiba di Bali, bandara Ngurah Rai ditutup karena semburan asap dari gunung Agung yang bisa menghambat dan mengurangi jarak pandang pesawat. Ya demi keamanan lah gitu. Selain itu juga, saat saya melihat sunrise itu, saya ketemu dengan salah satu turis dari lupa dari mananya, huhuhu. Dia terpaksa memperpanjang waktunya di Bali karena bandara waktu itu masih ditutup. Jadi, walau saya berangkat sendirian untuk menikmati sunrise, saya akhirnya gak sendirian melihat sunrisenya. πŸ™‚

3. Bromo

Sunrise di Bromo ini tidak terlupakan karena saya ke Malang ramai-ramai dengan temaann. Ramainya karena masing-masing membawa keluarga sendiri. Jadi, 3 orang aja udah berasa bawa pasukan, karena anaknya masing-masing sudah 2, ahaha. Jadilah kami ke Malang ini ber12 (anak-anak dihitung ya ini, ihihi).

Wisata Malang

Di Bromo ini agak ekstrim, karena kami harus bangun sekitar tengah malam, yaa jam 12an gitu untuk berangkat ke sana dan bisa menikmati sunrise. Karena kalau bukan jam segitu, kayanya bakal telat sih, terus tujuan liat sunrisenya gagal deh. Yaudah walau dengan rasa ngantuk, kami tetap berangkat. Anak-anak yang masih tidur ya diangkut aja gitu lanjut tidur di mobil.

Ternyataa, sampai di tempat melihat sunrise pun tempatnya sudah ramaaii. Karena ya memang tempat wisata terkenal, ya gak heran sih kalau serame itu. Tapi oke juga, tempatnya sudah tersedia untuk menampung banyak pengunjung memang. Karena berupa tangga dan undakan-undakan agar pengunjung bisa menikmati sunrise di tingkat mana saja di tangga tersebut. Ditambah adanya tempat untuk sholat (walau kecil sih), jadi lumayan bikin pengunjung mau rela pagi-pagi ke sana demi sunrise, ya seperti kami ini. Bawa anak pula ya kan kalau kami, hihihi.

Baca juga: Itinerary Malang

4. Borobudur (lagi)

Kalau sebelumnya kami menikmati sunrise Borobudur ini dari jauh, dari Punthuk Setumbu, tahun lalu kami akhirnya menikmati sunrise dari DALAM BOROBUDUR LANGSUNG, yeay Alhamdulillaahh.

Sunrise di Borobudur

Kami, terutama saya sih masih puas dan masih ngerasa seneeenngg banget setiap kali mengingat momen ini sih. Sekeluarga ber4 (ber5 dengan yang ada di perut), bangun pagi demi melihat sunrise dari atas candi Borobudur.

Jadi, kalau sebelumnya sunrise ini dinikmati bersama keindahan candi Borobudur yang dilihat dari jauh dan terlihat kecil, sekarang kami menikmatinya dari candi Borobudur langsung dan rasanya semegah itu. Aaahh, senaanngg pokoknya!

Walau di dalam candi Borobudur juga terbilang ramai, tapi memang tidak seramai waktu siang hari. Karena ya selain cukup menguras kantong ya harganya, ya kita harus bangun jauh sebelum Subuh kan, hehe. Waktu itu saja kami bangun sekitar jam 3 kalau tidak salah. Alhamdulillah anak-anak juga bisa dibangunkan dan langsung bangun untuk berangkat ke candi Borobudur sejak pagi. πŸ™‚

Cerita lengkapnya sudah saya ceritakan juga sih, ada di Berburu Sunrise di Borobudur, silakan kalau mau baca yaaa πŸ™‚

Udah deh baru segitu deh pengalaman saya mengejar dan menikmati sunrise. πŸ˜€

Apa kalian juga seantusias itu dengan sunrise? Atau lebih menikmati sunset? Kalau lebih suka sunrise tooss dulu lah sama akuu πŸ˜‰

1 comment

  1. Pingback: Tulisan Minggu #45 2020 - 1 Minggu 1 Cerita

Leave a Reply

%d bloggers like this: