Harus Ke Mana Saat Tidak Sengaja Berpisah dan Komunikasi Buntu?

Comment

Family Traveler Keluarga Pribadi Traveling Traveling With Babies

Sewaktu saya sedang asik memilih oleh-oleh tambahan yang akan saya beli bersama anak pertama (Naia) dan sambil menggendong si kecil Nara, Naia tiba-tiba bertanya “Ma, Papa ke mana sama Nawa?”. Saya lalu tersadar, wah iya, kenapa kita jadi cuma bertiga yang pilih oleh-oleh, kayanya tadi papa juga masuk sini deh.

Duh, gimana ini, mana hp saya lagi gak ada kuota internet saat itu, jadi hanya mengandalkan wifi, kalau bukan tethering dari suami, ya wifi gratisan yang tersebar. Tapi, begitu saya ambil hp dari kantong, eh lha kok saya baru ingat kalau hp saya juga sudah sekarat, jadilah diirit-irit memang baterainya sedari tadi. Ini saja ternyata sudah 1%. Kalau untuk menghubungi lagi, jangankan mau ngomong 1 kata, diangkat saja sudah syukur.

Oiya, saya memilih oleh-oleh karena kami memang sedang jalan-jalan di Singapura tahun lalu dan sedang “transit” sebentar di mall itu setelah puas mengelilingi S.E.A Aquarium. Saya lalu mengingat tadi suami mau ke mana saja di mall ini. Sepertinya dia sudah “riset” terlebih dulu mengenai toko mainan apa saja yang ada di sini, jadi tadi kami sempat membicarakan dia mau ke toko apa saja dan toko tersebut terletak di mana saja.

Okeh, setelah puas dan selesai membayar oleh-oleh tambahan yang saya beli ini, kami langsung menuju toko mainan yang dimaksud oleh suami. Berharap kami akan bertemu di toko tersebut gitu.

Setelah jalan tidak beberapa jauh, saya akhirnya sampai di depan toko yang dimaksud. Eh, suami menyebut sekitar 2 atau 3 toko sih, tapi toko yang terdekat dari toko oleh-oleh tadi adalah yang saya tuju itu. Jadilah saya pikir suami juga pasti akan menuju toko ini juga karena tidak terlalu jauh dari kami.

Malah Berfoto Bersama Patung Elsa Anna

Dari depan toko, saya melihat-lihat ke dalam sekilas, rasanya kok suami dan Nawa tidak terlihat ya. Yasudahlah akhirnya saya sama Naia masuk lah berkeliling toko sebentar, sambil mencari-cari suami dan Nawa tentunya.

Untungnya waktu itu bertepatan dengan film Frozen 2 tayang di bioskop, jadi di toko mainan bertebaran deh hal-hal yang berbau Frozen, termasuk patung Elsa dan Anna. Naia jadi sedikit lebih tenang dan kami berdua juga jadi sedikit punya quality time. Naia bahkan foto bersama Elsa Anna itu, hihi. Yah, di sela kebingungan harus ada sedikit hiburan kan yaa.

Setelah beberapa menit berkeliling sambil melihat satu per satu lorong yang ada, saya tidak melihat suami atau Nawa sama sekali, hiks. Saya sempat agak kesal karena suami tidak mau bersabar menunggu saja di toko oleh-oleh dan kami malah ditinggal. Padahal saya di toko tersebut juga tidak lama. Padahaaalll lagi, kalau menunggu sebentar saja kan kami bisa terus bersama, ck ah.

Begitulah yang pertama terlintas di pikiran.

Saya memang sempat panik dan jadi punya beberapa pikiran buruk. Mungkin kalau saya pergi benar-benar sendiri, saya akan sedih berkepanjangan dan bingung harus apa. Tapi karena sambil menggendong si kecil dan mengajak Naia, saya lalu berpikir keras bagaimana selanjutnya kalau memang tidak bertemu. Saya lalu berpikir, hmm, kemungkinannya ada 3 nih.

  1. Suami belum ke toko yang ini, jadi kami akan menunggu saja di sini
  2. Suami sudah melewati toko yang ini lalu setelah melihat-lihat sebentar, dia dan Nawa sudah pergi lagi. Maka saya harus segera pergi dari toko itu dan menuju toko mainan yang lain.
  3. Suami sudah pulang duluan menuju tempat menginap/ hotel. Berhubung memang sudah siang dan dia bilang ingin istirahat sambil mengajak anak-anak tidur siang.

Di kemungkinan pertama, harus menunggu berapa lama? Saya rasanya gak sanggup menunggu lebih lama lagi karena si kecil cukup berat dan saya juga sudah capek siang itu, ditambah bawaan saya tambah banyak karena oleh-oleh yang baru saya beli tadi. Jadilah saya menuju kemungkinan kedua.

Kalau kemungkinan yang kedua ini malah lebih gawat, karena takutnya saya yang malah nanti nyasar, ahaha. Berhubung saya juga lupa letak toko mainan lainnya ada di mana. Sudah disebut juga sih sama suami di lantai berapa blok mana nomor berapa, tapi ya tetap saja saya lupa. Mana hp saya sekarat, jadi walaupun dicatat, ya adanya di hp. Mana kali ini begitu saya nyalakan dan buka, hpnya lalu langsung menampilkan layar hitam. Sudah mati sodara-sodara, Innalillahii 😀

Yaah terpaksa skip juga deh di kemungkinan kedua. Di kemungkinan ketiga… Kok ya tega banget gitu ya ninggalin istri sama 2 anaknya di mall, terus dia asik-asik tidur di hotel, huee.

Tapi lalu saya tepis pikiran buruk ini. Bisa jadi, walaupun memang suami dan Nawa menuju hotel, itu bukan berarti tega sama istrinya, tapi dia juga bingung kami ke mana dan mencari-cari kami. Karena tidak juga ketemu, ya memang lebih baik menuju hotel kan. Tempatnya jelas, gak perlu menghubungi lebih lanjut juga bisa.

Langsung Pulang Ke Hotel

Ah udah lah, saya pulang aja ke hotel kalau begitu. Walaupuun kunci kamar dipegang suami juga ya, tapi itu bisa dipikirkan lebih lanjut lah! Akhirnya kami bertiga pulaanngg deh, kami langsung menuju stasiun MRT terdekat untuk menuju hotel. Biarlah kami tidak menikmati mall ini lebih lama, toh tujuan kami sudah tercapai hari itu.

Iya, seharian itu tujuan kami sebetulnya memang hanya untuk berkunjung ke Aquarium dan tidak ada rencana lain, apalagi berkeliling mall. Tadinya merencanakan 1 tempat tujuan karena kami pikir akan seharian di Aquarium, tapi ternyata hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam saja di sana, makanya kami pulang lebih cepat dan bisa bersantai sejenak di mall itu sambil iseng melihat-lihat. Ya itu tadi, saya jadi bisa membeli oleh-oleh tambahan, suami juga jadi bisa ke toko mainan.

Baca juga: Itinerary Singapura Bersama Bayi dan Balita

Sepanjang perjalanan di MRT, saya mencari cara gimana agar saya bisa masuk kamar. Atau kalau tidak bisa masuk, saya bisa menunggu di lobi saja sepertinya. Oiya, karena kami bertiga dan Nara masih bayi, saya jadi serasa me-time sama Naia deh akhirnya. Kami jadi menikmati waktu berdua dan itu bikin Naia seneng banget ternyata, Alhamdulillah.

Anw, dalam perjalanan menuju hotel, karena kami sempat berjalan kaki dari stasiun, kami akhirnya juga sempat membeli beberapa cemilan dan minuman segar untuk dinikmati bersama. Sesampainya di hotel, saya tadinya mau menunggu di lobi, tapi pikiran kalau suami juga sudah sampai duluan akhirnya menuntun saya untuk langsung periksa kamar saja. Dengan harapan, suami sudah menunggu cantik (eh, ganteng) di sana sambil main sama Nawa.

Sesampainya di depan kamar, saya mengetuk pintu beberapa kali. Tidak ada jawaban. Saya ketuk lagi, masih tidak ada jawaban. Okeh, berarti suami belum pulang nih, saya aja yang keGRan suami bakal tega ninggalin kita, ahaha.

Akhirnya saya turun lagi untuk meminta kunci kamar kami. Begitu sampai kamar, saya langsung deh menurunkan Nara dari gendongan, meletakkan belanjaan, juga mencari kabel cas-an. Lalu langsung deh saya mengecas hp yang sedari tadi sudah mati.

Pikiran Yang Sama

Begitu hp saya hidupkan, saya lalu membuka Whatsapp untuk memberi tahu suami kalau saya, Naia, dan Nara sudah pulang terlebih dahulu karena hp saya mati, jadi daripada bingung harus menunggu di mana berapa lama, ya kami pulang saja.

Saat jari sudah mau menuliskan maksud saya, eh suami terlebih dahulu chat dan bilang kalau dia sedang dalam perjalanan pulang ke hotel. Jadi, saya kalau bingung mencari mereka, gak usah lama-lama mencari, cukup langsung pulang ke hotel saja.

Saya langsung senyum-senyum sendiri karena ternyata pikiran kami sama saja, haha. Langsung saya bales donk. “Aku udah sampai hotel, tadi nyari kamu di sana gak ada, jadi langsung pulang aja deh”.😄

Karena saya menyebut nama tokonya, suami juga bilang dia pun tadi sempat ke toko itu tapi gak menemukan yang dicari, jadinya dia hanya lihat-lihat sambil memotret Nawa juga di patung Elsa Anna, hihi.

Ternyata, setelah Nawa foto sama Elsa Anna, suami sempat kembali ke toko oleh-oleh untuk mencari kami dengan maksud memberi tahu Naia kalau ada patung itu. Dia pikir Naia pasti seneng diajak ke toko mainan itu karena ada Elsa Anna. Waktu saya berkeliling di toko tersebut sebelumnya, saya pun punya pikiran sama, kalau Nawa ada pasti seneng banget karena ada patung mereka, hihi. Orangtua yah, yang diinget gimana biar anaknya seneng.

Yasudah deh, masalah hari itu selesai dengan damai deh, hihi. Gak usah kesel dan gaak usah repot lah jadinya kalau hilang atau berpencar di tempat yang belum kita kenal. Ya tinggal pulang saja ke hotel atau tempat menginap, atau tempat berkumpul yang sebelumnya sudah ditentukan. Ya kan, ya kaann?

Jadi begituu.. Tujuan yang jelas, tempat berkumpul yang jelas, akan sangat membantu walau komunikasi buntu. Maka, kalau jalan bersama atau ramai-ramai, tentukan tempat berkumpul sedari awal ya supaya saat tersesat atau berpisah dan tidak bisa berkomunikasi ya langsung saja ke tempat berkumpul itu. ^_^

Leave a Reply

%d bloggers like this: