8 Tips Agar Tidak Sekedar Sibuk Dan Tetap Menjadi Produktif Setelah Punya Anak?

1 Reply

Keluarga Pribadi

Sebenernya beberapa hari lalu ada DM yang menanyakan gimana cara aku tetap bisa produktif tapi tetap bisa bermain dan menemani anak-anak dengan senang dan tidak kewalahan? Akhir-akhir ini aku memang sedang aktif di IG. Bukan di storiesnya, tapi bikin microblog untuk ditampilkan di feed IG. IGnya @momopururu ya btw ๐Ÿ˜€

Karena pertanyaan itu, jadinya aku mikir lagi, apa ya yang biasanya aku lakukan? Apa ya yang bisa aku share untuk jadi produktif ini? Akhirnya aku ngelist beberapa hal yang bikin aku bisa produktif. Ya mungkin tidak seproduktif itu juga karena aku hanya share di IG dan belum jadi karya apapun seperti buku atau yang lain. Tapi semoga beberapa hal yang aku tulis ini bisa sedikit bermanfaat untuk menambahkan produktifitas kita yaa ๐Ÿ™‚

1. Kenali Diri Sendiri.

Kita bisa apa? Kita kurangnya di mana? Kita mau mengembangkan kemampuan apa?

2,5 tahun lalu aku belum bisa renang dan menyetir, jadi targetnya ya aku mengembangkan kemampuan itu dulu. Maka yang pertama ya kenali diri sendiri dulu supaya bisa menentukan langkah selanjutnya mau bagaimana.

2. Do What You LOVE and Do What You Want To Do

Jadikan hal itu sebagai me time kamu, yang membuat kamu bahagia. Jangan lakukan yang orang-orang lain sedang lakukan. Lakukan apa saja yang membuat diri kita sendiri bahagia dulu.

Senang menjahit, ya jahit. Senang memasak, ya masak. Senang menulis, maka menulislah.

Aku kebetulan memang senang ngeblog dari dulu, seneng aja sharing apa yang aku dapatkan. Harapannya hal baik yang sampai di aku, bisa sampai lagi di orang lain, sukur-sukur kalau mendatangkan manfaat di orang itu. Maka, ya aku sharing lewat tulisan. Karena aku senang melakukan ini.ย 

3. Jangan Jadikan Beban

Kalau terasa sebagai beban, maka pikir ulang. Hal itu kamu lakukan dengan senang atau hanya membuatmu tertekan? Kalau sudah terasa beban, maka aku pikir berarti badan dan pikiran aku sebetulnya belum sanggup, jadi ya pikir ulang lagi mana yang aku prioritaskan. Menulis di blog kah? Menulis di IG saja kah? Atau ya tidak usah menulis, cukup temani anak-anak dan jadi produktif dengan mereka. Cari me time lain yang waktunya tidak sebanyak hal yang jadi beban tadi. Intinya dibawa santay aja saayy ๐Ÿ˜„

4. Jangan Salah Prioritas.

Prioritasnya buat diri kamu bahagia dulu supaya bisa menghadapi anak-anak dan suami dengan bahagia dan tanpa derita. Keluarga memang prioritas, suami dan anak memang penting. Tapi, akan lebih bahaya jika kita menghadapi mereka saat kita sendiri tidak bahagia, kita sendiri kekurangan cinta.

Maka, bahagiakan diri sendiri dulu, cintai diri sendiri dulu, maka kita bisa menghadapi anak-anak secara penuh tanpa jadi orang tua yang sedikit-sedikit mengeluh.

5. Punya Support System

Bukan suami ya, karena suami adalah TIM, bukan support system. Support system itu kalau ada yang membantu di luar keluarga inti (menurut aku). ART misalnya, atau orangtua, atau keluarga dekat, atau siapa saja yang bisa membantu meringankan sebagian pekerjaan kita.

Punya ART tidak menjadikan kita ibu yang lemah. Rasulullah saja punya khadimat untuk membantu pekerjaan istrinya kok, kenapa kita malah jadi sok gak perlu ART?

Memang sih ART bisa menimbulkan drama tersendiri lagi. Tapi, memang ini salah satu hal penting yang bisa dipikirkan. Berdoa yang banyak dan minta sama Allah supaya diberikan atau dipertemukan dengan ART yang baik.ย ๐Ÿ˜‰

6. Pilih Waktu Terbaik Untuk Melakukan Yang Mau Kamu Lakukan Itu

Aku nulis-nulis biasanya ya malem atau dini hari saat semua masih terlelap tidur. Siang mah wah jangan ditanya, gak bakalan sempet bikin begini. Paling bikin video review buku, itu juga sesekali dan sesempatnya.

*Subscribe ya kakaa xp

Nah, buat video ini aku juga gak maksain. Santai aja, dibawa senang aja, belum ditargetkan untuk harus 1 minggu 1 video, belum. Karena masih fokusnya ya ngisi IG ajaย yang banyak ๐Ÿ˜„

Kenapa pilihannya IG? Karena lebih simpel dan bisa dilakukan sambil tiduran. Nulis malam, lalu masukkan canva, baru deh posting di IG. Jadi, balik lagi, pilih yang PALING bisa dilakukan dulu.

7. Tidak Perlu Iri Dengan Orang Lain

Kamu berbeda dan kamu istimewa! Gak usah bandingkan dirimu dengan orang lain, bandingkan dengan dirimu sendiri. Bandingkan sudah sejauh apa kamu berkembang sekarang. Bandingkan apa perbedaan mendasar kamu yang dulu dan yang sekarang. Udah. Titik.

Kalau kita membandingkan dengan diri sendiri, niscaya kita bersyukur dan bangga sendiri dengan apa yang sudah kita capai saat ini.

8. Jangan Berhenti Belajar

Usia hanyalah angka, belajar dan mengembangkan diri kapanpun akan selalu bisa kita lakukan. Sekarang ini aku ikut bengkel diri dan Jannah Family Week. Tadinya sih gak berniat ikut JFW, tapi karena satu dan lain hal, Alhamdulillah bisa ikutan lagi.

Alhamdulillahnya, dua hal yang aku ikuti itu bisa didengarkan lagi kapanpun aku mau. Jadi, kalau aku memang bisa mendengarkan kajiannya saat live, ya aku dengarkan saat itu. Tapi, kalau tidak sempat ya aku dengarkan di lain waktu. Di waktu malam hari setelah semua tidur itu tadi.

Jadi, kalau dulu aku pilih belajar berenang dan menyetir karena memang memungkinkan begitu, sekarang aku pilih belajar yang bisa didengarkan kapanpun. Balik lagi lakukan yang bisa dilakukan yaa.

Sip, udah segitu aja sih yang bisa aku share. Semoga bisa membantu kegalauan atau membantu sedikit untuk melakukan langkah awal dalam menjadi produktif ya.

Oiya, kalau bisa, share di komen juga donks kalian sedang suka apa sekarang? Lalu mau mengembangkan diri lewat apa? Kalau punya blog, mau aku BWin ya inshaAllah ๐Ÿ˜‰

1 comment

  1. Pingback: Tulisan Minggu #50 2020 - 1 Minggu 1 Cerita

Leave a Reply

%d bloggers like this: