Sabarnya Anak vs Sabarnya Orangtua

3 Replies

Parenting Pribadi
Anak sabar tantrum sampai meraung-raung berjam-jam demi keinginannya dipenuhi.
Orangtua sabar untuk tetap berlaku lembut demi mengajarkan ke anak cara meminta yang baik serta demi tegas menjalankan aturan yang telah disepakati.

Baru engeh istilah “sabar tantrum” karena beneran ya anak itu kalau nangis atau tantrum yang emang strategi tuh kuat banget berjam-jam. Beneran akhirnya bisa menguji kesabaran juga. Tapi ya itulah namanya aja “menguji”, maka ya ujian buat kita untuk bisa sabar atau enggak? Untuk bisa tenang atau enggak.

Lagipula ya, bener jauuh lebih mudah menghadapi anak usia 2 tahun yang tantrum dibanding usia 6, 8, atau lebih besar lagi lho. Salah satu alasannya karena tubuh juga udah makin besar, tenaganya makin kuat. Selain itu, di umur yang lebih besar, dia sudah bisa “beralasan”, dia sudah bisa berpikir kritis dan menjawab semua perkataan kita. Makanya, kalau orangtuanya “kurang vocab”, beneran bisa kalah sama anak. Entah kalah lalu jadi emosi, atau kalah untuk akhirnya keinginan anak dituruti.

Jadi gimana? Jadi, orangtua itu emang perlu belajar terus sih mengenai perkembangan perilaku anak, belajar gimana perlakuan yang harus diberikan kepada anak di setiap jenjang umur anak. Orangtua gak boleh berhenti belajar karena anak juga gak akan berhenti bertumbuh.

Plus, jangan kalah sama anak! Jangan kalahnya beneran harus tetap sabar dan tenang saat mereka tantrum. Karena semua perbuatan kita dan respon kita beneran akan dicatat oleh anak dan nantinya akan direfleksikan kembali oleh mereka pada perbuatan mereka.

Quotes “Anak adalah cerminan orangtua” itu bener banget sih. Karena bagaimana sikap kita di rumah, bagaimana kita menghadapi mereka, itu juga yang nantikan akan mereka tunjukkan saat berhadapan dengan orang lain.

Maka, kalau mau anak sabar, ya kita HARUS mencontohkan bagaimana bersikap sabar itu. Mau anak tidak berlebihan saat terjadi sesuatu? Maka kita dulu yang harus tetap tenang saat apapun yang terjadi pada kita, saat apapun masalah yang kita hadapi. 🙂

3 comments

  1. eka fitriani larasati

    halo kak, salam kenal.
    biacara soal sabar ngadepin tantrum anak…..duh aku ngalamin banget. apalagi sama si bungsu nih yang sekarang masih 4 tahun. threenager udah lewat, tapi bentar lagi mau ngedepin fivenager! wkwkwkwkwk
    Masyaallah memang ngadepin tantrum dan emang beneran gak boleh kalah sama anak. misal dia keukueh pengen mie instan, sementara dia lagi panas dalam. yo wis, biarlah dia meraung – raung sampai gugulitikan, harus tega. kalo gak gitu dia gak akan paham sama larangan emaknya. tentu setelah tantrumnya mulai reda, saya sejajarkan posisi dengan anak, mulai mengelus, merangkul dan duduk bersama anak. mencoba merayu sambil menenangkan tantrumnya dan brainstrom, kalo dia lagi panas dalam. belum boleh makan mie instan. kalo makan mie instan kasian perutnya dan bla bla bla bla…..sampai akhirnya dia mereda dan minta jajan yang lain! wkwkwkwk

    itulah keunikannya jadi orangtua ya

    1. istianasutanti Post author

      haloo, salam kenal juga yaa. Iya, emang di umur segini kita harus gak boleh kalah sama anak ya. Karena kalau udah gak tega(s), nanti malah kita sendiri yang kesusahan pas mereka udah gede. Terbiasa dikabulkan permintaannya sampai meraung-raung. Kalau gede ngamuk, naudzubillah.

      Hihi, semangatt ya mbak, this too shall pass 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: