Review Raya and the Last Dragon

2 Replies

Keluarga Kid's Activity Review
Raya and The Last Dragon

Ada satu kebiasaan yang ingin aku ciptakan sejak pandemi ini, yaitu nonton bersama setiap weekend. Walaupun pada akhirnya gak terealisasi setiap weekend juga, tapi tetap jatah nonton film bersama anak-anak itu di hari Sabtu atau Minggu saja, hehe. (kalo nonton sama suami bisa kapan aja malem-malem ya xp)

Nah, weekend kemarin, kami nonton film Raya and The Last Dragon ini deh. Film yang aku gak sabar banget nontonnya, huhu. Sejak tau mau ada Disney Princess baru (yang katanya kental dengan budaya Indonesia), aku jadi menanti-nanti film ini. Makanya langsung aja deh aku ajak nonton anak-anak juga di rumah begitu filmnya udah tayang.

Raya and The Last Dragon
image from https://www.treat.id/mose-film-raya-and-the-last-dragon/

Setelah nonton, gimana pendapat dan reviewnya? Bagus gak untuk ditonton sama anak-anak? Cuss lanjut baca yaa 🙂

Tokoh

  • Raya – Tokoh utama yang menjaga permata dan ingin menyelamatkan ayahnya serta kembali menyeimbangkan dunia.
  • Benja
  • Sisu – Naga terakhir yang dicari.
  • Namaari – Tokoh utama lainnya yang punya masalah kepercayaan dengan Raya.
  • Boun
  • Tuktuk
  • Noi
  • Tong

*yang gak aku jelaskan bisa nonton langsung yaa untuk tau apa peran nama-nama tersebut di film itu 😀

Sinopsis

500 tahun yang lalu manusia dan Naga sudah lama hidup bersama dalam keseimbangan di dunia yang bernama Kumandra. Bahkan Naga-naga lah yang menjaga keseimbangan pada kehidupan mereka. Naga lah yang dianggap menjadi sumber kehidupan dan menjadi pelindung oleh warga Kumandra ini.

Tapi suatu hari keseimbangan tersebut rusak karena munculnya monster bernama “Druun” yang mengubah setiap orang (serta naga) menjadi batu serta menimbulkan kekeringan di tempat-tempat yang dilewatinya.

Druun ini lebih berbentuk seperti gas beracun dan sangat cepat menyebar seperti wabah, maka dari itu kekacauan besar cepat sekali terjadi dan Naga-naga pun kewalahan untuk mengalahkan Druun ini. Baru setelah ada Naga terakhir bernama Sishu yang membuat permata dengan mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengalahkan dan melenyapkan Druun ini, dunia kembali aman dan semua orang kembali hidup (kecuali para naga).

Namun 500 tahun kemudian kekacauan terjadi lagi saat Raya – yang menjaga permata Naga – memperlihatkan batu permata tersebut kepada teman yang dipercayanya, Namaari. Karena semua orang jadi tau di mana letak permata tersebut, akhirnya terjadi perebutan dan kekacauan sehingga Druun kembali muncul.

Setelah terjadi kekacauan itulah, akhirnya Raya mencari Naga terakhir (yang kabarnya masih ada namun tersembunyi) untuk meminta bantuannya kembali. Berhasilkah ia?

Review

Seperti film-film Disney yang lain, tujuan tokoh utama, dalam film ini Raya, sudah tentu berhasil ya. Tapi, perjalanan dan prosesnya itu yang penuh dengan keseruan serta ada beberapa kejadian yang cukup menegangkan dan membuat gemas.

Raya and The Last Dragon

Buat aku sih film ini bagus yhaa. Karena aku memang suka nonton film, jadi aku kadang gak terlalu peduli nilai film tersebut di imdb. Ya kalo mau nonton, yaudah nonton aja. Makanya Raya ini juga belum liat rating imdbnya sebelum nonton, baru setelah nonton deh aku liatnya. Di imdb ratingnya 7.6 ya btw (tanggal 15 Juni 2021).

Sepanjang film ini entah kenapa aku senyum-senyum. Satu, mungkin karena filmnya kental dengan budaya Asia, bahkan Indonesia. Kedua, mungkin karena tokoh utamanya perempuan. Yaa namanya aja film Disney Princess, tokoh utamanya memang perempuan laah, ahaha.

Oh, senyum lagi karena ternyata nilai atau pelajaran yang mau diangkat itu mendasar, yaitu saling percaya. Kalau princess yang lain mungkin mengagungkan cinta, Raya ini ingin menampilkan betapa pentingnya arti sebuah kepercayaan. Dan juga betapa susahnya memunculkan kepercayaan itu saat kita sudah pernah dikhianati.

Anw, yang perempuan itu bukan hanya si tokoh utama Raya saja, tapi bahkan ketiga tokoh utama di film ini lho. Ya si Raya, Sisu (naga), juga Namaari. Raya dan Namaari ini yang punya masalah kepercayaan terhadap orang lain. Selain masalah kepercayaan, kita akan diperlihatkan gimana ruginya kalau tidak bisa bersatu dan hanya mementingkan diri sendiri.

Walaupun begitu, ceritanya mengalir dan manusiawi. Alasan dibalik ketamakan serta mementingkan diri sendiri atau kelompoknya sendiri itu bisa dimengerti dan tidak dipaksakan atau dibuat-buat.

Another Disney Princess

Raya ini dijadikan salah satu Disney princess gitu, soalnya emang judulnya “the first southeast Disney Princess”. Jadi emang Disney mau menciptakan tokoh Putri lagi (selain Putri-putri yang sudah mendunia) tapi spesifik dari Asia Tenggara.

Karena tokoh princess nya Disney juga kan udah gak terbatas dari yang udah ada. Disney udah beberapa kali menciptakan tokoh Putri baru, yaitu Moana dan Anna & Elsa (CMIIW ya). Jadi ya why not kalau ada yang baru lagi. Eh, Anna & Elsa mah tokoh lama yang baru diangkat lagi ya kayanya, bukan tokoh yang betul-betul baru. Bener gak?

Budaya Indonesia

Dan karena memang Putri dari Asia Tenggara, film ini memang kental sekali dengan kebudayaan Asia Tenggara, apalagi Indonesia. Kita akan disuguhi musik dengan suara Gamelan, adanya beberapa aspek Wayang, senjata yang bentuknya seperti Keris, rumah panggung yang dibangun di atas air, dan lain sebagainya. Puas dan ada rasa bangga sekali budaya kita hadir di film mendunia kayak gini. Makanya sepanjang film aku selalu tersenyum dan bisa menyebutkan ini budaya apa lagi yang sedang ditampilkan.

Nonton di rumah aja rasanya sebangga itu ya, apalagi kalau sudah bisa nonton di bioskop dan punya perasaan yang sama dengan penonton 1 studio itu, huaaa.

Nilai Kepercayaan

Terlebih lagi, nilai yang ingin diangkat memang nilai yang kental ada di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, yaitu Gotong Royong atau bekerja sama. Karena dengan bergotong royong, artinya kita juga memberi kepercayaan kepada semua orang yang bekerja bersama kita, yang ikut bergotong royong tersebut.

Jadi, di situ pentingnya menanamkan nilai kepercayaan. Karena, saat kita mau saling percaya dan menghilangkan seluruh ketamakan, kita bisa bekerja bersama dan bergotong royong untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Kita bisa menyatukan tujuan.

Pada akhirnya, sikap saling percaya (yang tidak mudah didapat serta dibuat) ini yang jadi penolong dan jadi senjata terakhir untuk berhasil menyelamatkan semua orang dan semua golongan, sehingga dunia bisa menjadi satu kembali. Karena ternyata ini (dunia yang kembali bersatu) bukanlah impian salah satu orang saja, tapi juga impian semua orang dari semua golongan.

Ditonton Bareng Anak

Setelah nonton film ini (bahkan sepanjang film kalau anak mau nanya ya), kita bisa menyelipkan deh pelajaran yang terdapat dalam film. Pelajaran untuk saling percaya, tentang bermanfaatnya gotong royong, untuk jadi lebih sabar, juga untuk tidak segan memberi kepercayaan terlebih dahulu untuk bisa dipercaya kemudian.

Plus, gak ada adegan-adegan mcem-macemnya itu ya makanya insyaAllah aman untuk ditonton bareng anak-anak.

Nilai

Buatku nilai film ini 9/10 Karena ada unsur Indonesianya, jadi memang sesenang itu dan sebangga itu xp


Begitu deh review tentang film yang kemarin baru ditonton ini. Ada yang sudah menonton? Atau ada yang jadi tertarik nonton setelah baca review ini? hehehe.

2 comments

  1. Tika

    Thanks reviewnya Mba!
    Udah berapa kali nih liat iklannya ini tapi emang akunya agak jarang nonton kartun jadi kurang tertarik… eh tapi ternyata ini emang bawa budaya Asia Tenggara yaaa dan ada Indonesia nya juga jadi penasaran banget buat nonton 😆

Leave a Reply

%d bloggers like this: