Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam Di Ubud Bali Bersama Anak

Comment

Family Traveler Keluarga Pribadi Review Traveling
Tegalalang Ricefield

Bali emang gak ada yang ngalahin deh ya. Di seluruh area adaa aja tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Pantes aja jadi destinasi wisata yang paling diinginkan oleh banyak banget orang. Ya aku aja pengen banget ke sana lagi dan lagi, hehe.

Anw, kalau di Bali agak bosan dengan pantai atau memang mau mengincar daerah Ubud, aku punya itinerary wisata untuk 3 hari 2 malam di daerah sana nih, khususnya kalau kalian bawa anak-anak yaa.

Itinerary Singkat

Itinerary singkatnya, kita bisa mengunjungi beberapa daerah ini:

  1. Hari Pertama bisa ke Bali Zoo atau Bali Bird Park
  2. Bali Bird Park
  3. Monkey Forest
  4. Goa Gajah
  5. Pura Tirta Empul
  6. Campuhan Ridge Walk
  7. Tegalalang Ricefield
  8. Pondok Pekak Library & Learning Center

Sebetulnya Bali Zoo dan Bali Bird Park agak tumpang tindih sih, karena sama-sama kebun binatang. Jadi bisa pilih salah satu saja, mengunjungi Bali Zoo saja atau Bali Bird Park saja.

Okeh, kita bahas satu per satu yuk. Eh, bahas per hari sih lebih tepatnya 😀

Hari Pertama: Bali Zoo atau Bali Bird Park

Aku letakkan di hari pertama karena anak-anak paling suka ini kayanya, hehehe. Secara ya kebun binatang tuh memang favorit anak-anak banget kan ya. Apalagi di Bali Zoo atau Bali Bird Park kita bisa melihat banyak sekali jenis binatang dan juga fasilitas di kedua tempat itu 11 12, alias sama-sama bagus.

Tapi namanya aja beda ya, tentu beda juga jenis binatang yang ada di dalamnya. Dari namanya udah keliatan donk ya mana yang lebih spesifik ke binatang tertentu? Iyes, Bali Bird Park lebih khusus karena menampilkan jauh lebih banyak varian burung. Sementara di Bali Zoo, ada sih bagian khusus untuk burung, tapi tentu gak sebanyak dan selengkap Bali Bird Park yaa.

Baca juga: 5 Aktivitas Barena Anak di Bali

Makanya aku bilang kalian bisa pilih atau mau ke dua-duanya juga boleh. Bisa di hari yang sama atau di lain hari. Tapi, saran aku di hari yang berbeda aja sih, soalnya sama-sama bisa menghabiskan waktu seharian di kedua tempat itu. Jadi kalau langsung mengunjungi keduanya di hari yang sama takutnya malah gak enjoy ya kan 😀

Tapi sayangnya, kalau kita memutuskan untuk mengunjungi 2 tempat ini di hari yang berbeda, ya terpaksa ada yang harus dikurangi donk, hehe. Makanya di sini aku bilang bisa pilih salah satu saja karena di hari lain kita bisa mengunjungi jenis tempat yang lebih beragam. 🙂

Hari Kedua: Monkey Forest, Goa Gajah, dan Pura Tirta Empul

Walaupun nama Monkey Forest dan Goa Gajah sama-sama mengandung binatang, tapi kedua tempat ini berbeda jenis. Si monkey forest tetap seperti kebun binatang sih, eh tapi namanya aja “forest”, jadi ya lebih kayak hutan sih memang.

Di Monkey Forest kita memang akan memasuki hutan yang dipenuhi monyet-monyet. Tapi tenang aja, kalau kita mematuhi peraturan dan mengikuti anjuran para penjaga di sana, monyetnya tidak akan mengganggu kok.

Monkey Forest
Monkey Forest

Karena pada dasarnya, itu kan memang tempat mereka dan ya mereka nyaman di sana, tinggal kitanya aja sebagai pendatang yang tidak bertindak seperti mengancam dan ya mengunjungi dengan “damai” aja gitu, ahaha.

Di Monkey Forest beneran semua monyet tersebut ada di alam bebas ya, jadi bebas berkeliaran sepanjang tempat itu. Nah, kunci supaya mereka tidak menyerang atau mengganggu adalah yang terutama itu tidak memberi para monyet itu makanan bahkan tidak boleh memegang makanan apapun!

Monkey Forest

Soalnya tiap kali liat manusia memegang makanan, monyet memang gatel untuk merebut itu, jadi kalau bawa anak-anak, bisa panik sih anaknya. Selain itu, kita juga gak boleh langsung menatap ke matanya. Karena hal itu akan dianggap mengancam oleh mereka 😀

Monkey Forest
Monkey Forest

Berbeda dengan Monkey Forest, Goa Gajah lebih seperti tempat meletakkan sesembahan kepada para leluhur. Bentuknya memang goa dan di dalamnya ada patung gajah sebagai pencitraan dari dewa Ganesha, maka dari itu namanya Goa Gajah.

Patung Ganesha Goa Gajah
Patung Ganesha Goa Gajah

Nah, dulunya tempat ini dipakai untuk bermeditasi. Terlihat dari tempat di dalam goa yang terdapat cekungan berukuran orang yang duduk bersila. Berhubung tempat ini tidak terlalu besar, jadi kita hanya akan menghabiskan waktu paling lama sekitar 1 jam, maka dalam 1 hari kita bisa mengunjungi 2 atau 3 lebih tempat wisata dengan salah satunya Goa Gajah ini. 🙂

Goa Gajah
Goa Gajah

Pura Tirta Empul sendiri masih merupakan tempat ibadah para penganut agama Budha ya. Jadi saat berkunjung, kita diharuskan memakai kain yang disediakan oleh petugas di sana untuk nantinya dikembalikan saat keluar. Oh, ini sama kayak di Pura Uluwatu Bali sih ya. Begitu masuk, kita diberi selendang untuk dipakaikan sebagai ikat pinggang.

Baca juga: Tari Kecak di Pura Uluwatu Bali

Yang khas dari Pura Tirta Empul ini adalah mata air yang jernih serta kolam pemandian yang cukup besar yang dialiri oleh mata air itu sendiri. Nah, kita sebagai pengunjung diperbolehkan juga ya sebetulnya untuk merasakan berendam di kolam tersebut. Kalaupun tidak berendam, kita bisa merasakan segarnya air yang langsung mengalir dari mata air yang berada di bagian atas pura ini.

Hari Ketiga: Campuhan Ridge Walk atau Tegalalang Ricefield, dan Pondok Pekak Library

Di sini aku sebut Campuhan ATAU Tegalalang karena sensasinya hampir sama. Sama-sama menyuguhkan keindahan alam serta kenikmatan udara yang masih segar.

Campuhan Ridgewalk adalah kawasan jalan bebatuan di hamparan sawah dan sangat enak dinikmati waktu pagi. Bentuknya seperti jalan besar bebatuan yang sudah diratakan, sehingga kita bisa mengajak anak-anak berjalan di sini.

Campuhan Ridgewalk
Campuhan Ridgewalk

Kalaupun tidak mau memilih, Campuhan Ridgewalk dan Tegalalang Ricefield bisa juga dikunjungi bersamaan kok. Soalnya, kita tidak akan menghabiskan waktu terlalu banyak di kedua tempat itu. Apalagi kalau berkunjung sejak pagi karena mengincar asiknya udara pagi ya. Plus, memang jarak kedua tempat itu dekat, jadi bisa dibarengi.

Pemandangan Campuhan Ridgewalk
Pemandangan Campuhan Ridgewalk

Tapi memang harus siap-siapkan kaki karena baik Campuhan Ridgewalk maupun Tegalalang Ricefield, sama-sama ditempuh dengan berjalan kaki. Sebetulnya kalau membawa anak lebih enak ke Campuhan karena jalanannya tidak terlalu banyak yang menanjak ataupun mendaki.

Beda dengan di Tegalalang Ricefield. Dari namanya saja, ricefield, kita bisa tau sebetulnya Tegalalang ini apa. Yap, tempat ini sebetulnya adalah persawahan dan menawarkan pemandangan indah sengkedan, perairan yang digunakan oleh hampir semua penduduk Bali untuk mengolah sawahnya. Karena dari itulah, di Tegalalang kita akan disuguhkan oleh lahan yang seperti tangga dan naik turunnya cukup terjal.

Tegalalang Ricefield
Tegalalang Ricefield

Kalau mau mengajak anak mengetahui bagaimana persawahan yang ada di Bali tuh emang cocok banget sih. Jadi kita bisa memperkenalkan kebudayaan Bali sambil berwisata 🙂

Nah, kalau Pondok Pekak Library, ini pilihan banget. Kalau masih ada waktu luang sekitar 2 sampai 3 jam, bisa dicoba ke sini. Di sini itu anak-anak akan diajarkan untuk membuat suatu kerajinan. Bisa berupa kalung dari perak, bisa belajar membatik, belajar tari, atau yang lainnya. Pokoknya untuk memperkenalkan seni dan budaya gitu lah ke anak. Jadinya ke sini itu lebih untuk wisata edukatif.

Perak yang sudah jadi di Pondok Pekak Library
Perak yang sudah jadi di Pondok Pekak Library

Wah, ternyata cukup padat juga ya kalau mengikuti itinerary ini. Pilihan lainnya, kalian bisa berkunjung ke satu tempat saja per harinya. Sisanya bisa leyeh-leyeh di penginapan. Soalnya daerah Ubud tuh emang suasananya kayak tenang banget gitu, enak juga untuk bersantai saja sambil melepaskan pikiran yang penat yakan.

Untuk penginapannya, bisa juga dicoba ke Adiwana Arkara Resort yang sudah pernah aku bahas juga. Di sana, villa dengan private pool masih di bawah 1 juta namun dengan fasilitas yang sangat baik, ramah, dan membuat kita nyaman.

Anw, semoga postingan ini bisa membantu kalian merencanakan jalan-jalan di Ubud dan bisa menikmati waktu bersama anak-anak yaa 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: