13 Hari Road Trip Ke Bali, Mulai Dari Bali Utara Hingga ke Nusa Dua – Part I

6 Replies

Family Life Family Traveler Traveling
Monkey Forest

Sebenernya ini masih yaa rangkaian road trip ke Bali akhir tahun lalu sekeluarga. Yap, road trip pakai mobil sendiri menghabiskan total 13 hari, termasuk perjalanan pergi dan pulangnya. Nah, lama perjalanannya udah aku ceritain tuh di blog beberapa minggu lalu.

Terus, waktu aku cerita berapa lama perjalanan ke Bali saat road trip itu, ada yang nanya di Bali nya sendiri berapa hari dan ke mana aja? Jadilah gatel ya mau cerita lagi berapa hari sih totalnya di Bali dan ke mana aja sambil bawa anak 3 begini, 1 masih balita pula ya. Akhirnya bikin deh nih šŸ˜€

Itinerary Singkat

Singgah Surabaya - Road Trip Bali
Singgah Surabaya – Road Trip Bali

Okeh kita mulai aja dari itinerary singkatnya yaa. Di atas sudah tersebut donk ya totalnya berapa hari. Yap, total liburan itu 13 hari dengan sudah termasuk 4 hari perjalanan pergi dan pulang. Berangkat dari rumah sekitar jam 5 pagi, sampai Bali sekitar jam 5 sore keesokan harinya.

Lalu pulang dari Bali sekitar jam 1 siang, sampai rumah sekitar jam 11 malam keesokan harinya. Pakai menginap ya supaya anak-anak tidurnya enak, bukan tidur di mobil. Biar badannya gak pegel2 juga dan menghindari yang terlalu capek banget ya, kasian kan anak-anak šŸ˜€

Anw, ini dia itinerary singkatnya:

Hari 1 & 2: Berangkat dari rumah menuju Bali Utara. Sampai sekitar jam 5 sore di hotel Lovina.

Hari 3: Pagi-pagi dolphin chasing di pantai Lovina, siangnya check out menuju danau Batur. Menginap di Volcano Terrace Bali.

Hari 4: Hiking Gunung Batur. Siang check out meunuju Ubud. Menginap di Adiwana Arkara Resort (private pool villa).

Hari 5: Bali Zoo seharian. Sore anak-anak puas berenang di villa.

Hari 6: Campuhan Ridgewalk, Tegal alang, dan perpustakaan Pondok Pekak (anak-anak belajar membuat liontin perak).

Hari 7: Pagi berenang lagi di villa, siang ke Monkey Forest. Sore checkout dan pindah menuju Canggu. Menginap di Sedasa.

Hari 8-13: Lanjut di Part 2

Hari 1 – 2 dan Hari 12-13. Perjalanan Menuju dan Pulang dari Bali.

Karena perjalanan pergi dan pulang sudah aku ceritakan di postingan terpisah, di sini aku ceritakan sejak hari ketiga sampai hari 11 aja kalau begitu yaa šŸ˜‰

Baca postingan perjalanan dan budgetnya di: Road Trip Jakarta Bali Bersama Anak-anak, Berapa Lama Durasi Perjalanan Serta Biayanya?

Hari 3. Dolphin Chasing di Pantai Lovina

Sesuai judulnya, dolphin chasing, ya ini seperti “mengejar lumba-lumba”, ahaha. Aku dan suami mengajak anak-anak melihat lumba-lumba di habitat aslinya di laut. Sambil menikmati matahari terbit, kami menuju tengah laut, tempat di mana lumba-lumbanya sering muncul.

Oiya, tur dolphin chasing kayak gini memang yang terkenal di Bali Utara ya, jadi hampir di seluruh hotel dan penginapan sekitar pantai Lovina menawarkan paket tur ini. Karena kami menginap di hotel Lovina, jadi kami pakai tur dari hotel itu deh. Tarifnya sekitar 125 ribu per orang, anak-anak bayar 50%nya saja.

Karena ini hotel pinggir laut, jadi menuju laut ya tinggal ke arah pantai dan sisi belakang hotel aja. Janjian sekitar jam 5.30 pagi agar bisa melihat lumba-lumba saat mereka memang sedang mencari makan dan berkumpul di lautan, tempat tertentu dan di jam tertentu.

Dolphin Chasing Pantai Lovina Bali
Dolphin Chasing Pantai Lovina Bali

Setelah puas melihat lumba-lumba, kami diajak untuk melihat terumbu karang yang indah di sekitar pantai Lovina juga. Bukan, kami gak snorkeling, tapi lautnya memang cukup dangkal dan jernih untuk bisa dilihat dari atas permukaan.

Kali ini anak-anak bisa melihat langsung alga yang bersinar saat malam, ada yang berwarna biru dan ada yang merah, setiap hari kulihat semua #eh. Selain itu mereka juga bisa melihat bulu babi yang tersebar di dasar laut. Berwarna hitan dan memiliki duri panjang, makanya juga disebut sebagai landak laut.

Hari 4. Hiking Gunung Batur

Hiking Gunung Batur
Hiking Gunung Batur

Setelah sebelumnya suami berhasil mengajak aku dan anak-anak beberapa kali hiking, saat ke Bali ini dia mau mencoba mengajak kami untuk ke Gunung Batur.

Kami memilih penginapan di sekitar danau Batur supaya bisa melihat indahnya pemandangan danau, sekaligus jarak menuju titik pendakian jadi tidak terlalu jauh.

Akhirnya kami pilih menginap di Volcano Terrace Bali yang letaknya di pinggir danau dan beberapa ratus meter saja dari titik pendakian. Sehingga keesokan harinya, kami tidak perlu bangun tengah malam, cukup bangun dini hari sekitar jam 3, lalu memulai pendakian sekitar jam 3.30.

Naia (10 tahun) dan Nawa (6 tahun) Alhamdulillah sudah bisa diajak mendaki dan sudah bisa jalan sendiri. Nara yang baru 2,5 tahun digendong bergantian oleh aku dan suami (lebih banyak oleh suami sih tentu saja, ihihi). Dan juga tentu kami pakai guide ya, 1 orang perempuan yang cukup asik diajak ngobrol dan asik juga untuk menemani anak-anak.

Anw, ini mendakinya bukan yang sampai beberapa jam gitu ya, total pendakian 1 jam sampai di puncaknya, makanya kami bisa bangun dini hari saja untuk bisa menikmati indahnya sunrise dari puncak gunung Batur ini.

Sunrise di Gunung Batur
Sunrise di Gunung Batur

Oiya, beberapa kali kami juga dilewati oleh penjual minuman yang akan menjual minumannya di atas puncak ini. Nah, ada 1 penjual yang berhenti dan akhirnya membantu kami di lahan pendakian yang cukup terjal. Betul kami jadi sangat terbantu, karena guide tadi berjalan di depan dan fokus membantu Naia Nawa. Nah, aku dan suami (terutama suami ya) juga tidak semudah itu mendaki di lahan yang terjal, apalagi dengan menggendong Nara, jadilah kami merasa sangat terbantu dengan bantuan bapak penjual minuman itu.

Walaupun pada akhirnya dia minta kami beli minumannya sih, yang harganya bisa 10x lipat harga biasa, wkwkwk. Tapi gapapa, aku sih mikirnya kami membayar jasanya untuk membantu kami melewati lahan pendakian yang cukup terjal tadi ya, minumannya bonus saja, hehe.

Hari 5: Bali Zoo dan Berenang

Bali Zoo
Bali Zoo

Hari keempat sore, setelah paginya mendaki gunung Batur, kami memutuskan untuk check out dan berpindah lagi menuju daerah Ubud. Oiya, setelah mendaki, anak-anak kami biarkan puas berenang di kolam renang Volcano Terrace (yaa supaya aku juga bisa packing-packing lagi ya kan, ahaha).

Siangnya, kami menuju Adiwana Arkara Resort. Kami baru memesan villa dengan private pool ini sehari sebelumnya dan memesan untuk selama 3 hari 2 malam. Tapi, begitu melihat tempatnya sungguh enak dan nyaman (dan di bawah 1 juta xp), kami langsung memutuskan untuk extend menjadi 4 hari 3 malam.

Private Pool Adiwana Arkara Resort
Private Pool Adiwana Arkara Resort

Baca: Nyaman untuk Keluarga, Private Pool Ubud Di Bawah Satu Juta

Anw, di hari kelima ini kami ke Bali Zoo dengan menempuh sekitar 15 menit saja dari villa. Beli tiket on the spot dengan harga 112.500 per orang (6 tahun ke atas). Selain tiket masuk, ternyata suami juga membeli tiket untuk memberi makan gajah, singa, dan kuda poni.

Bali Zoo
Bali Zoo

Anak-anak excited banget untuk memberi makan binatang-binatang tersebut, mulai deh kami mencari di mana letak binatang-binatang yang dimaksud. Tapi, sebelum itu anak-anak gagal fokus dan malah berhenti dulu untuk bermain di playground yang ada di dalamnya, ahaha.

Playground di Bali Zoo
Playground di Bali Zoo

Di sana memang terdapat beberapa playground yang menyebar di setiap area. Lalu yang paling menarik adalah adanya jalan jaring yang dibentuk seperti pipa dan membentang di atas playground. Ternyata jalan tersebut adalah untuk dilewati para macan dan untuk pengunjung bisa melihat macan dari bawah.

Melihat Harimau dari Bawah di Bali Zoo
Melihat Harimau dari Bawah

Ngeri-ngeri sedep sebetulnya ya ngeliat macan dari bawah gini. Takutnya jalanannya rubuh, terus macannya kabur, hyahaha.

Sebetulnya di Bali Zoo juga ada jadwal pertunjukan-pertunjukan binatang gitu, tapi karena kami asik berkeliling dan memberi makan hewan-hewan tadi, jadilah gak sempat menonton pertunjukan satu pun. :’)

Memberi Makan Hewan di Bali Zoo
Memberi Makan Hewan di Bali Zoo

Anak pertama sempet sedih karena gak bisa menonton pertunjukan burung kan, jadilah kami hibur dengan boleh berenang di villa sepuasnya. Yaa kolam renangnya juga ada di halaman villanya sendiri juga ya kan, memang bisa sepuasnya lah xp.

Berenang di Adiwana Arkara Resort
Puas Berenang

Hari 6: Campuhan Ridgewalk, Tegalalang Ricefield, & Pondok Pekak Library

Awalnya kami hanya mau ke Campuhan dan Tegalalang saja. Ternyata di kedua tempat itu tidak begitu lama, jadilah setelah makan siang kami juga sudah bisa bersantai lagi di villa.

Campuhan Ridgewalk dan Tegalalang ini sekali lagi memang wisata alam ya, dan mengharuskan jalan yang agak jauh. Karena konsep Campuhan memang jalan santai sambil menikmati alam, jadi memang butuh kaki yang fit.

Campuhan Ridgewalk
Campuhan Ridgewalk

Nah, karena kaki suami dan aku masih agak-agak kemeng karena hiking dan mengelilingi Bali Zoo, akhirnya di Campuhan hanya berjalan sedikit saja dan memutuskan langsung pindah ke Tegalalang, hehehe.

Di Tegalalang ini menghadirkan suasana sawah Bali yang indah dengan sengkedan menjadi panorama utamanya. Kita diijinkan untuk mengelilingi sawah (naik turun lebih tepatnya) dan menikmati keindahannya.

Tegalalang Ricefield
Tegalalang Ricefield

Setelah lelah mendaki serta mengelilingi persawahan, kami lanjut makan siang. Tidak perlu berpindah tempat karena kawawan persawahan yang kami datangi memang berada di belakang tempat makan. Tempat makan yang menawarkan pemandangan persawahan namun dibanderol dengan harga yang cukup mahal xp.

Sore harinya sebetulnya mau ke Monkey Forest, tapi mengingat kaki masih cukup pegal, terlebih lagi habis jalan mendaki juga di Tegalalang, jadilah kami batalkan dan mengalihkan ke tempat lain. Kami putuskan untuk ke perpustakaan untuk mengikuti aktivitas anak-anak di sana. Dari beberapa pilihan aktivitas, Naia Nawa akhirnya memilih untuk membuat perhiasan dari perak.

Membuat Perhiasan Perak di Bali
Liontin Perak

Awalnya aku pikir membuat gelang dengan meronce manik-manik dari perak, tapi ternyata membuat kalung dengan hiasan liontin dari perak. Mungkin hasil akhirnya terlihat biasa, tapi prosesnya lebih menarik menurut aku. Karena guide-nya mengajarkan anak-anak untuk membentuk liontin tersebut (mengasah kreativitas anak), memotong jadi bentuk yang diinginkan, lalu membakar perak yang sudah dibentuk tadi. Proses yang dilakukan lebih beda dari yang lainnya yang biasanya meronce.

Yang paling penting adalah, anak-anak happy dan sangat antusias dengan setiap proses pembuatan liontin dari perak tersebut šŸ™‚

Baca juga: Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Ubud, Bali

Hari 7: Monkey Forest

Rencana yang belum berhasil dilaksanakan, akhirnya terlaksana keesokan harinya. Di hari ketujuh ini kami ke Monkey Forest lalu berpindah tempat ke daerah Canggu.

Kami mengajak anak-anak mengunjungi Monkey Forest yang masih di daerah Ubud. Di sana, namanya juga monkey forest, alias hutan monyet, jadi memang seperti hutan tempat hidup para monyet. Sejak awal, kami selalu diperingatkan untuk tetap tenang, tidak menatap mata monyet, juga tidak memberi mereka makanan, bahkan kalau dihampiri oleh monyet, diharap kita juga tidak panik.

Monkey Forest
Monkey Forest

Dengan mematuhi peraturan itu, kita jadi bisa puas mengelilingi monkey forest dengan tenang dan tidak diganggu oleh monyet-monyet yang ada. Monyet-monyet tersebut memang cenderung cuek sih, kecuali kita membawa makanan, baru deeh mereka antusias dan langsung berkerumun. Makanya kita juga gak boleh bawa makanan ya. Yang boleh ya hanya para penjaganya saja.

Nah, kalau mau berfoto dengan monyet, para penjaga di sana sudah siap dengan makanan supaya monyet-moyet bisa menghampiri tanpa membuat mereka panik atau tidak nyaman.

Monkey Forest
Monkey Forest

Setelah puas ke Monkey Forest, lanjut deh langsung menuju Canggu dan menginap di Sedasa. Sedasa ini adalah guest house ya, jadi memang per malam juga lebih murah dibanding villa yang di Ubud tadi. Kami memutuskan untuk menginap selama 3 hari 2 malam di sini.

Setelah menginap di Canggu, berikutnya ke mana lagi ya? Aku lanjutkan di part 2 ya, karena kok rasanya terlalu panjang kalau dijadikan 1 part saja šŸ˜€

Cuss baca part 2nya di 13 Hari Road Trip Ke Bali, Mulai Dari Bali Utara Hingga ke Nusa Dua ā€“ Part II šŸ˜‰

6 comments

  1. ameliatanti

    Baca ini jadi termotivasi buat ke Bali ngikutin itinerary Isti!

    Daaaan lebih termotivasi lagi liat seragamnya yang kece. Ikutan ah kalo ke mana mana pake seragaman kece gini

  2. Atisatya Arifin

    Baca cerita road tripnya seru banget! Jadi kepingin coba juga tapi mungkin yang deket-deket aja dulu kali gak sampai Bali. Oiya mbak, aku tuh justru penasaran gimana sih biar bisa lengkap mendokumentasikannya? Soalnya aku kemarin jalan-jalan ke Ancol doang kok malah gak kepikiran foto2 biar sekalian ditulis gitu. Hahaha. Mungkin karena udah ribet sama anak-anak kali ya?

  3. Ratna Dewi

    Setelah 13 hari road trip ini diambil kesimpulan mendingan emang road trip gini atau naik kendaraan umum (pesawat dll) kalo untuk satu keluarga lengkap gini mbak? Baik dr segi pengeluaran uang, efektifitas moving dr satu tempat ke tempat lainnya, waktu, sama kesehatan fisik.

  4. Rahmah

    Senangnyaaa
    Bawa 3 anak perempuan semua ini luar biasa juga ya
    Dulu saya ke Bali bawa 1 saja anak perempuan benar-benar perjuangan
    Saya coba catat itinerary-nya siapa tahu bisa ATM

  5. lendyagassi

    Rasanya kok pengen liburan teruuuss yaa…
    Bali memang luar biasa vibesnya dan daya tariknya bagi wisatawan. Kalau gak pengen wisata yang gitu-gitu aja, bisa explore alamnya dan mencontek itinerary kak Isti di blog ini.

    Paling pengen menginap di Hotel Lovina dan melihat dolphin chasing.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: