13 Hari Road Trip Ke Bali, Mulai Dari Bali Utara Hingga ke Nusa Dua – Part II

Comment

Pribadi
c

Baca part I nya di 13 Hari Road Trip Ke Bali, Mulai Dari Bali Utara Hingga ke Nusa Dua – Part I yaa 🙂

Kalau di part 1 kemarin sudah cerita sampai hari ke 7, sekarang mau cerita dari hari 8 sampai 11. 12-13nya ke mana? Itu perjalanan pulang, jadi gapapa yaa diskip, hehehe.

Nah, di hari ke 7 kemarin, setelah dari Monkey Forest, kami menuju daerah Canggu untuk mengincar tempat wisata lainnya yang berada di daerah Kuta (sebut saja GWK dan Uluwatu) serta bertemu dengan beberapa teman suami yang bekerja dari Bali.

Itinerary Singkat

Langsung banget itinerary nih? Iya, langsung aja lah gapapa ya, ihihi. Kalau di 7 hari kemarin kami banyak mengunjungi tempat wisata alam, hari 8-11nya lebih ke menikmati wisata perkotaan serta pertunjukan. Okeh, ini dia itinerary dari hari ke 8 sampai ke 11:

Merusaka Nusa Dua Bali

Hari 8: GWK dan Uluwatu.

Hari 9: Beli oleh-oleh.

Hari 10: Main di Playground Hide & Seek. Sekaligus check out lalu menuju Nusa Dua. Menginap di hotel Merusaka.

Hari 11: Main (stay) di hotel. Puas menikmati kolam renang dan pantai Nusa Dua.

Mari kita bahas satu per satu. Cuss

Hari 8. GWK dan Uluwatu

GWK dan Uluwatu
GWK dan Uluwatu

Kami jadikan 2 tempat wisata ini menjadi 1 hari karena letaknya yang berdekatan. Sekaligus, kami mau menyaksikan pertunjukan tari kecak di Uluwatu saat matahari terbenam. Di sana memang terkenal dengan pertunjukan tari kecaknya kaan, makanya kami sudah mengincar pertunjukan ini sejak merencanakan perjalanan beberapa bulan sebelumnya.

Karena memang berencana ke Uluwatu untuk menonton pertunjukan Tari Kecak di sore hari, jadilah kami ke GWK terlebih dulu. Di sana ternyata sudah hampir selesai pembangunan gedung utamanya.

Berfoto di Depan Gedung Utama GWK
Berfoto di Depan Bangunan Utama GWK

Kalau dulu ke GWK kita hanya bisa menemukan kepala garuda serta badan Wisnu yang kurang sempurna, sekarang kita bisa masuk ke gedung yang bagian atasnya merupakan bangunan Garuda Wisnu Kencana, Wisnu yang memakai mahkota emas dan mengendarai Garuda. Kepala garuda yang terpisah dan badan Wisnunya masih ada kok 🙂

GWK
GWK

Nah, sekarang kita bisa naik sampai di pundak patung Wisnu dengan membeli tiket terpisah yang dibeli langsung di dalam gedungnya. Sepanjang jalan masuk, terdapat pameran patung kesenian yang bercerta mengenai legenda-legenda Bali, termasuk kisah GWK itu sendiri.

Untuk naik sampai bahu gedungnya, kita dikenakan tarif sebesar 50ribu lagi per orang. Sebelum naik, akan diberikan alas kaki terlebih dahulu. Hal ini ternyata karena di lantai atas tersebut ada bagian kaca yang memperlihatkan struktur gedung yang tinggi menjulang tersebut.

Kaca di Tingkat Atas GWK
Kaca di Tingkat Atas GWK

Setelah puas di GWK dan makan siang juga di sana, kami menuju Uluwatu untuk menonton pertunjukan tari kecak. Pertunjukan tari kecak ini juga sudah ditunggu-tunggu oleh kami, dan sungguh worth it penantian panjang kami (penantian sebelum road trip, maupun penantian sekitar 30 menit sebelum pertunjukan dimulai).

Tari Kecak di Uluwatu Bali
Tari Kecak di Uluwatu Bali

Keindahan pertunjukan tari kecak di Uluwatu ini sendiri sudah aku bahas di postingan Indahnya Pertunjukan Tari Kecak Di Pura Uluwatu Bali Yang Tak Tertandingi.

Hari 9. Beli Oleh-oleh di Joger

Di hari ini, badan suami mulai kewalahan. Mulai dari hiking sambil menggendong Nara di gunung Batur, berjalan seharian di Bali Zoo, berjalan (setengah mendaki) di Tegalalang, dan berkeliling GWK serta UIuwatu menyebabkan badan suami mulai terasa pegal-pegal dan pinggang sakit. Akhirnya suami memanggil tukang pijat untuk datang ke penginapan kami dan memijat seluruh badan suami. Anw, aku pun dipijat deng waktu di Ubud, ahaha.

Setelah selesai dipijat, suami mau beristirahat lagi dan rasanya tidak sanggup untuk ke mana-mana. Berhubung anak-anak mulai bosan dan daripada mereka hanya menonton saja di penginapan, aku berinisiatif untuk mengajak mereka beli oleh-oleh ke Joger. Jalan deh aku dan 3 anak ke Joger.

Beli Oleh-oleh di Joger
Beli Oleh-oleh di Joger

Dari terakhir aku ke sana, ternyata Joger semakin besar hingga sekarang sudah ada lantai 2nya. Koleksi pakaiannya pun semakin banyak. Selain itu, juga banyak kerajinan tangan dan makanan yang bisa dibeli untuk oleh-oleh. Yang paling unik sih ada mesin ATM yang masih mengeluarkan uang pecahan sebesar 20ribuan, ihihi.

Hari 10. Hide n Seek Playground

Hide n Seek Bali
Hide n Seek Bali

Hari ke 10, hari-hari terakhir kami berada di Bali dalam rangka road trip waktu itu. Kami memang memutuskan untuk “all out” di hari-hari terakhir ini. Maksudnya adalah menginap di hotel yang betul-betul di pinggir pantai, supaya gak perlu pakai keluar hotel lagi untuk bisa menikmati bersantai di pasir pantai sambil melihat anak-anak bermain ombak.

Pilihan jatuh pada hotel Merusaka. Kenapa? Karena waktu itu ini yang paling budget friendly, wehehe. Dengan luas kamar yang cukup lega untuk kami berlima, hotel ini yang masuk dalam budget kami 😀

Merusaka Nusa Dua Bali
Merusaka Nusa Dua Bali

Anw, dalam perjalanan dari Canggu menuju Nusa Dua inilah kami mengajak anak-anak untuk mampir dan main sebentar di Hide n Seek Playground yang ada di Sunset Road. Sebetulnya kami gak tau juga gimana tempatnya, ya googling aja tadinya, terus menuju tempatnya deh untuk mengisi waktu.

Hide n Seek Playground
Hide n Seek Playground

Ternyataa, tempatnya seseru itu. Anak-anak malah suka sekali bermain dan seru-seruan di situ. Berhubung tempatnya juga jadi satu dengan cafe (Tokeru Cafe) yang makanannya juga enak-enak, jadilah orangtuanya nunggu di cafe itu sambil nunggu anak-anak main. Asik sih, salah satu tempat yang mau dikunjungi lagi sih ini kalau ada kesempatan ke Bali lagi bersama anak-anak 🙂

Hari 11. Staycation di Merusaka Hotel

Waktunya menikmati hoteel alias staycation aja, lumayan seharian bisa puas berenang dan puas bermain-main di pantainya, ihihi. Mana kalau ke pantai gak perlu waktu lama ya kan, tinggal turun lalu menuju pantai, sampai deh. Anak-anak pun sudah siap memakai baju renang begitu keluar kamar. Karena memang tujuannya ke pantai, yaa jadinya gak pake repot bawa-bawa baju ganti gitu, hehe.

Hotel Merusaka Nusa Dua
Hotel Merusaka Nusa Dua

Jadi iyes, mau berenang, mau ke pantai, anak-anak tinggal pakai baju renang, kita tinggal bawa handuk. Mandi dan bersih-bersihnya bisa langsung di kamar. Lumayan bisa mengisi tenaga sebelum perjalanan jauh lagi lah leyeh-leyeh di hari terakhir di hotel pinggir pantai gini 😀

Soklah intip review lengkapnya di Menginap Pinggir Pantai Di Merusaka Nusa Dua Bali yaa 🙂

Sudah deh, hari 12-13 sudah perjalanan pulang dan sudah diceritakan di Road Trip Jakarta Bali Bersama Anak-anak, Berapa Lama Durasi Perjalanan Serta Biayanya?

Saran Singkat

Saran aku kalau mau road trip ke Bali gini, bener mengincar Bali Utara dulu sih. Selain lebih dekat dengan pelabuhan, pantai dan wisata alamnya juga banyak yang seru.

Berikutnya, kalau gak punya waktu sepanjang seperti kami ini, kalian bisa pilih-pilih mana yang bisa ditake out, mana yang mau diprioritaskan untuk dikunjungi. Aku sama suami sebetulnya waktu itu santai juga, namun memprioritaskan beberapa tempat wisata, seperti GWK, Uluwatu, dan Tegalalang. Jadi fokus untuk tetap bisa mengunjungi ke tempat-tempat wisata itu dulu, yang lain bisa dilakukan dan diputuskan sambil jalan.

Gak usah terlalu strict dan harus selalu menepati jadwal sih kalau bawa anak-anak tuh ya, hehe. Fleksibel aja, makanya memang spare waktu agak lama aja dan gak usah ngoyo harus mengunjungi berapa tempat wisata dalam berapa hari, sesuaikan dengan kondisi masing-masing (terutama sesuaikan dengan budgetnya yaa 😉 )

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: