Momopururu » Blog Archives

Author Archives: istianasutanti

About istianasutanti

Ilman Akbar's wife & Naia's mother. Web developer, blogger, enterpreneur wanna be, great wife and a great mom wanna be. Always want to learn something and be a better person everyday.

Umroh: Antara Doa, Tawakal, dan Usaha

Alhamdulillaahh 2 minggu¬†yang lalu saya akhirnya bisa ke tanah suci untuk menjalankan ibadah Umroh bersama suami. Iya, hanya berdua sama suami karena anak-anak Alhamdulillaaaahhh bisa dijaga oleh keponakan dan kakak saya. Mereka happy banget bisa nginep di rumah neneknya karena bisa bebas bermain sama sepupu-sepupunya ūüôā

Dari perjalanan umroh kemarin, saya hanya ingin sekedar berbagi apa¬†yang selama ini saya rasakan. Tentang bagaimana doa kita akhirnya terkabul dan bagaimana akhirnya Allah menggerakkan hati kami untuk Umroh. Semoga bisa bermanfaat bagi¬†yang membaca ini¬†yaa ūüėČ

Jadi, saya akhirnya merasakan, komponen penting dari terkabulnya suatu keinginan itu ada 3, seperti¬†yang telah saya ceritakan di postingan Facebook saya minggu lalu. Sebetulnya ini memang semacam tulis ulang postingan itu, hanya saja biar tersimpan, ya saya tulis di blog juga ūüėÄ

Continue reading

Published by:

Me Time sambil Merawat Diri di ZGlow

Beauty Pribadi Review

Siapa yang kalo me time hobinya ke salon hayo? hehe. Saya gak yang hobi hobi banget juga sih. Tapi emang kadang perlu lah ya merawat diri sekaligus me time, melepaskan diri sejenak dari penatnya kehidupan sehari-hari, kehidupan rumah tangga lebih tepatnya (baca: ngurus rumah + anak-anak seharian dan gak ada habisnya) xp

 

View this post on Instagram

 

Me time hari ini ngunjungin klinik kecantikan baru di Depok @z_glow.id bareng temen2 @emak2blogger ūüėÉ . Dikenalin sama perawatan laser glowing. Perawatan yang selain bisa meremajakan kulit wajah, juga untuk membuat wajah semakin bersinar. Tapi gk bikin wajah merah2 setelah perawatan. Selain laser glowing, buanyak banget lagi perawatan yang ada. Kalau mau tau, datengin aja langsung yaa, hihi. Tempatnya di Margonda kok, deket Hokben & McDonald’s ūüėė . Dalemnya baguuss, selain untuk perawatan, bisa untuk foto2 juga tempatnya, ahahahah. Soalnya banyak spot yang instagrammable euy — @z_glow.id #zglowsoftopening #blogger #bloggerGathering #momblogger #momblogger #glowingSkinIsAlwaysIn

A post shared by Istiana Sutanti (@momopururu) on

Continue reading

Published by:

Mengukir Kisah dalam Setiap Perjalanan dengan Asus ZenBook S UX391UA

Lomba Blog Review Traveling

Begitu kami sampai Bali tahun lalu, siang harinya, bandara Ngurah Rai kemudian ditutup sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Tentu bandara ditutup bukan tanpa alasan. Bandara ditutup karena ternyata tepat pada saat kami tiba di Bali, gunung Agung yang memang sedang aktif, bererupsi, sehingga menghasilkan asap tebal yang berbahaya dan memiliki jangkauan luas sampai bandara.

Bagi kami sebetulnya itu bukan masalah, karena kami memang berencana di Bali sampai seminggu ke depan. Tapi, yang membuat kami khawatir adalah, apakah kami kemudian bisa melanjutkan perjalanan kami selama di Bali ini tanpa masalah? Apakah pada jadwal penerbangan kepulangan kami ke Jakarta, bandara sudah bisa aktif kembali? Mengingat gunung Agung masih terus bererupsi selama kami di sana. Para wisatawan dan penduduk juga disarankan menggunakan masker agar debu-debu dampak letusan gunung Agung tidak sampai terhirup. Kami juga sudah menyiapkan masker untuk berjaga-jaga. Continue reading

Published by:

Wisata Malang 5 Hari 4 Malam Bersama Anak-anak: Itinerary & Budget

Akhirnyaaaa, saya ke Malang jugaaa. Tempat yang dipengenin dari beberapa tahun lalu. Selalu mupeng tiap kali liat orang lain ke sana, haha. Soalnya emang banyak banget tempat wisatanya kan yaa. Apalagi daerah Batu, rasanya seminggu juga belum cukup. Ini aja 5 hari 4 malem ya cuma dapet beberapa tempat di Batu, plus Bromo. Gak pake wisata alam yang lain-lain kayak air terjun apalagi pantai, huhu.

Tapii, walau begitu, ke Malang ini rasanya spesiaaallll banget.. Karena apa? Karena rame-rame bareng sahabat saya, hehe. Kami bertiga sih, tapi kan buntutnya banyak. 3 orang berpasangan udah 6 orang lalu ditambah 6 anak (masing2 udah punya 2 anak yes, walau yang 2 hitungannya masih bayi ya, karena masih di bawah umur 2 tahun :D), jadi total ber12 deh. Tapi tiket yang dihitung 9-10 orang sih (6 dewasa, 3 atau 4 anak). Atau, karena Nawa kadang dihitung kadang enggak, hehehe.

Continue reading

Published by:

Wisata Bali Utara Bersama Balita

Heey.. Kalian kalau jalan-jalan ke Bali biasanya ke mana sih? Pantai Kuta atau Sanur? Atau malah pantai Lovina di Bali Utara? hehe. Pantai Lovina ini kok ya saya baru tau 2 tahun lalu loh, huhuhu. Kudet bener yak. Kalau gak pergi ke hotel Melamun, mungkin kami sekeluarga kalau ke Bali ya sekitar Kuta, Sanur, atau Nusa dua aja deh kayaknya.

Jadi ya tahun lalu, ya sekitar bulan November tahun lalu sih, saya sekeluarga berkesempatan untuk jalan-jalan ke Bali. Berhubung Alhamdulillah punya voucher hotel dari hotel Melamun, yang letaknya di bagian Utara Bali, jadi kami mulai deh mencari tau apa yang bisa dilakukan di bagian Utara sana. Ternyata gak sedikit loh pilihan aktivitas yang bisa dilakukan kalau kita menginap di Bali Utara. Continue reading

Published by:

Calistung. Bukan Jangan Diajarkan Sejak Dini, Tapi JANGAN DIPAKSA!

Keluarga Parenting Pribadi

Hahahaha.. Ini nulisnya sesaat banget selesai baca tulisan Icha “Jadi Gimana Ngajarin Calistung“. Tulisan Icha itu bener banget dan saya jadi inget banget dulu ngajarin Naia calistung ini gimana ūüėÄ

Jadi¬†ya, emang dari dulu juga saya udah denger, sebelum anak umur 7 tahun, sebaiknya jangan diajarkan calistung, karena otaknya belum siap. Tapi kok rasanya gimanaa gitu¬†ya? Saya gak sreg dengan ide “tidak diajarkan calistung” karena dulu saya masuk TK juga sudah bisa baca beberapa huruf dan sudah bisa berhitung. Dan saya ngerasa hepi hepi aja sih, gak jadi males baca dan gak jadi takut sama matematika. Malah, saya jadi suka sekali dengan matematika.

Jadilah saya berpikir kembali. Oh, mungkin memang otak anak belum tentu siap ya sebelum umur 7 tahun itu, tapi apa jadi sama sekali tidak memberinya stimulasi yang memungkinkan mereka bisa membaca? Jadi saya membuat kesimpulan sendiri, kalau mungkin yang dimaksud dengan tidak mengajarkan calistung sejak dini itu adalah dengan TIDAK MEMAKSA mereka belajar calistung ya, tapi ngasih stimulus mah ya sah sah aja jalan terus selama anaknya suka dan gak bete apalagi jadi males baca ya kan. Continue reading

Published by:
%d bloggers like this: