Category Archives: Hobi

Lampu Teman Berimajinasi Anak dari Philips Disney

Hobi Review

Terkadang saat menjelang tidur, kami suka menceritakan Naia kisah-kisah apa saja. Bisa dongeng, bisa membacakan buku yang Naia punya, bisa juga ngarang sendiri. Lumayan, memancing imajinasinya Naia menjelang tidur gitu, siapa tau tidurnya bisa lebih nyenyak plus mimpi indah.

Nah, kalau kita mau bercerita gitu tetapi lampu kamar sudah dimatikan *yes, kita tidur dengan lampu mati*, biasanya kita menyalakan lampu satu lagi yang lebih temaram. Lampu tidur gitu istilahnya. Lampu tidur yang kami punya itu walaupun untuk menghidupkan dan mematikannya mudah, cukup sentuh saja, tapi karena bahan rangkanya terbuat dari besi serta lampunya bukan lampu LED, jadi saya cukup takut juga kalau-kalau Naia kena setrum atau panas lampu tidur. Karena jujur saja, Naia senang sekali memainkan lampu itu. Bahkan kalau saya dan suami sudah sangat mengantuk, tapi dia masih mau main, dia memilih memainkan lampu itu. Sayanya kan jadi gak tenang dan gak bisa tidur  -_-

Kemudian, hari Rabu kemarin, tanggal 11 Juni 2014, Philips mengadakan acara Launching Imaginative Lighting Philips Disney

Published by:

Membuat Second’s Anniversary Album dengan Pictalogi

Hobi Lomba Blog

*Updated*

Sejak menikah dengan Ilman Akbar, saya sudah punya keinginan untuk mencetak foto-foto kenangan kita bersama seiring waktu berlalu. Salah satu proyek tahunan hidup saya adalah dengan adanya album foto di setiap tahun pernikahan. Jadi, umur pernikahan kita bisa dilihat dari berapa banyak album foto yang kita punya, hehe. Pastinya setelah dikurangi album foto saat menikah yaa 😀

Nah, di tahun pertama kemarin, saya suksess merealisasikan keinginan saya itu dengan baik. Alhamdulillah saya mengetahui ada salah satu studio foto yang sedang melakukan promo sehingga membuat album cetak jadi lebih murah. Mulai deh saya mengumpulkan foto sejak awal menikah sampai kira-kira foto tahun pertama menikah.

Album Setahun Pernikahan

Album Setahun Pernikahan

Sayangnya walaupun sekarang pernikahan kami sudah hampir memasuki tahun

Published by:

Mengunjungi Kebun Binatang Ragunan

Hobi Keluarga

Sampai saat ini Naia sudah 2x kami ajak mengunjungi Ragunan. Secara *penggunaan secara yang tidak tepat* Ragunan itu deket banget sama rumah, istilahnya mah ngesot juga sampe XP

Nah, berhubung saat pertama kali ke Ragunan ini Naia tidak begitu antusias dikarenakan dia mengantuk, makanya saya berinisiatif mengajaknya sekali lagi. Siapa tau dia lebih antusias. Dan benar saja, karena kami mengajaknya tepat setelah ia bangun tidur, kunjungan kedua ke Ragunan ini dia lebih semangat dan mau jalan sendiri, malah senang sekali sampai-sampai berlari-lari kecil saat dibilang di sebelah sana ada macan/ burung/ apa saja lah. 😀

Di kunjungan pertama, lumayan banyak sih binatang yang kami lihat, tapi lebih banyak foto-fotonya, hahahah. Ah, ya, sekarang masuk Ragunan cukup membayar 4.500 saja untuk 1 orang dewasa. Karena kunjungan pertama ini adalah niat spontan, jadinya saya tidak menyiapkan bekal apa-apa untuk makan di sana. Alhasil, kami cuma beli roti deh buat mengganjal perut. Jadi, kami hanya menghabiskan uang kira-kira 19.000 rupiah (10.000 untuk beli roti, 9.000 untuk masuk Ragunan) saja deh. Hihi, rekreasi yang murmer plus deket.

Awalnya kami menuju pintu Timur, karena pintu itu yang paling mudah dijangkau, cukup hanya naik 1x angkot sahaja 😀 Etapi saat sampai di sana, ternyata kalau hari biasa pintu lainnya ditutup kecuali pintu utama, huaa. Oiya, waktu itu kami ke Ragunan hari Kamis btw. Akhirnya ya lanjut deh naik angkot dan busway. Total ongkos berangkat dan pulang 32.000 (19.000 berangkat, 13.000 pulang). Haha, lebih mahal ongkos daripada untuk roti dan masuk Ragunan XP

Saat masuk melalui pintu utama, saya baru tau kalau

Published by:

Naia dan Dinosaurus

Hobi

Suatu hari, datanglah para Dinosaurus ke kehidupan Naia. Mereka berwarna-warni dan bermacam-macam jenisnya. Ada yang makan daging, ada juga yang makan tumbuhan. Ia senang sekali karena mendapat teman baru. Bahkan hampir setiap hari para Dinosaurus itu diajak menemani mandi, sesi paling santai baginya. Hal itu menandakan kalau mereka sangat penting untuk hidupnya.

Tapii… Kok ya para Dinosaurus ini malah menyerang Naia yaa?

DSC_2228

Naia jadi sebel dan marah pada mereka. Tapi, Naia gak bisa berbuat apa-apa, karena dia bingung harus melakukan apa terhadap mereka. Walhasil ya tetap saja Naia mengajak mereka bermain saat mandi. Baiknya kamu nak *ciuum*

Lalu, tiba-tiba datanglah kandang mainan yang diberikan oleh yangtinya. Tepatnya, teman dari yangti sih. Kandang mainan itu adalah semacam goodie bag dari cucunya yang berulang tahun ke-1. Mungkin Naia berpikir, “wah, bisa nih digunakan untuk mengurung para Dinosaurus itu kalau mereka nakal, hihihi.”

DSC_2899

Daan, benar saja, dia memasukkan para Dinosaurus itu ke kandangnya dan keadaan jadi aman dan damai deh untuk Naia karena tidak lagi diserang oleh mereka. Hahaha

Terus, teruus, itu mau dibawa kemana yaa? XP

DSC_2919

Published by:

Balita Senang, Kita Nyaman

Hobi Keluarga Parenting

Sewaktu umur keponakan saya belum menginjak usia 5 tahun alias masih balita, saya menyaksikan sendiri bagaimana keingintahuannya dan kreativitasnya berkembang. Apalagi saat mereka baru pertama kali diberi pulpen atau semacamnya. Mereka jadi berpikir bisa corat-coret seenaknya deh di mana-mana. Tembok rumah ibu saya pun bisa jadi korban. Dan saya yang tinggal di dalamnya jadi risih sendiri melihat tembok yang tidak bersih rapi. Tapi mau diapain lagi, namanya juga balita yang masih suka corat-coret di mana-mana.

524606342_2a788d5da9

Image by Toni Verdú Carbó on Flickr

Saya jadi berpikir gimana supaya anak saya nanti gak corat-coret sembarangan di tembok begitu. Bikin saya gak nyamaaan euy rumah penuh coretan, huhu. Bagusnya sih diberi arahan sebaiknya mereka boleh nulis itu di mana saja. Saya pernah lho mempraktekkannya langsung ke anak tetangga, itung-itung uji coba lah sebelum ke anak sendiri, hihi. Dia meminta pulpen karena ingin menulis-nulis sesuatu. Saya kasih deh dia pulpen tapi dengan perjanjian kalau hanya boleh menulis di kertas atau buku yang saya kasih aja *alias buku kakaknya* dan kalau dia menulis di tempat selain itu, pulpennya saya ambil lagi. Dia setuju dan berhasil, gak ada tuh coretan di tembok.

Tapii coretan di tembok kan bisa jadi bagus juga yaa

Published by:

Belajar Jualan Online: Beberapa Cara Menghabiskan Stok

Belajar Bisnis Online Hobi

Baru saja 2 bulan ini saya serius di usaha yang saya dan sahabat saya rintis ini, hijaiya. Sewaktu belum serius seperti sekarang, saya kebingungan dengan stok lama yang gak habis-habis. Bingung bagaimana cara menjual itu semua. Bingung karena gak ada modal untuk beli yang baru lagi. Akhirnya setelah putar otak sana-sini, sambil nanya-nanya temen juga pastinya, stok yang lama menumpuk itu sedikit demi sedikit habis juga, Alhamdulillah. 😀

Stock

Stock

Image by Jen Waller on flickr

Kalian yang memiliki toko juga pasti agak gimanaa gitu *kalo gak mau dibilang BeTe* kalau stok lama gak keluar-keluar kan? Nah, dari saran teman saya yang lebih berpengalaman plus pengalaman sendiri, saya kepikiran ada beberapa cara. Saya sebutkan satu persatu yaa 😉

Begini cara-cara saya menghabiskan stok

Published by:
%d bloggers like this: