Category Archives: Hobi

Belajar Jualan Online: Menjadi Spesialis di Produk, bukan Toserba

Hobi

Belajar dari pengalaman, pengkhususan produk dalam toko online itu lebih memudahkan dan menguntungkan.

Jadi, beberapa bulan lalu, saya dan sahabat saya membuka toko online baju muslimah, kerudung, serta pernak-perniknya bernama Hijaiya. Konsep kami awalnya semua yang dibutuhkan wanita bisa didapat di toko kami dengan harga murah. Gamis yang harganya berkisar 50ribu – 80ribu saja, kerudung yang berkisar 15ribu-35ribu, dompet yang berkisar 60ribu-80ribu, dan barang-barang lainnya, termasuk baju renang dan dompet.

Produk-produk tersebut bisa murah karena kami belanja secara grosir dan mengambil untung hanya sedikit sekali. “Untung sedikit asal perputarannya cepat”, begitu pikir kami. Tapi sayangnya, modal kami sangat terbatas. Jadi, satu jenis produk hanya bisa menampung 5-6 model saja, sedikit kan untuk toko online? Apalagi perempuan lebih menyukai toko online dengan model yang banyak agar pilihannya tidak terbatas. Tapi kami tetap melaju dengan konsep semua ada ini. Yaa sesuai namanya, hijaiya yang diambil dari huruf hijaiya. Dari alif sampai ya, yang mengartikan dari gamis sampai dompet pun ada.

*sebenarnya celana panjang, rok, manset, serta legging pun ada, hanya saja tidak sempat kami bikin foto untuk promosinya 😀

Masalahnya?

Published by:

Al-Qur’an itu terlalu mulia kawan

Hobi Pribadi

Al-Qur’an itu terlalu mulia kawan

Terlalu mulia jika kau sanding dengan kesibukanmu..

Aku tuh harus bangun pagi. Hrs sekolah, ada ulangan, byk PR, tugas, huhu 🙁 . Waktuku itu gak ada jedanya pokoknya!

Jadi…. Al-Qur’an harus ngertiin kesibukanmu, begitu?

Al-Qur’an terlalu agung teman…
Terlalu agung jika kau bandingkan dengan target harianmu..

Hari ini skripsian 5 jam, ke perpus, trus mampir ke toko buku, baca jurnal bahasa inggris minimal 2 jurnal, ngikut seminar dan persiapan lomba debat. Aku tuh padet banget agendanya…

So what??

Al-Qur’an itu terlalu suci kawan…
Terlalu suci untuk kau balap-balap dengan mimpimu..

2 tahun ke depan harus mendapat beasiswa S2 di Jerman, pada tahun yang sama keliling 3 negara. Setelah wisuda menikah (berharap dapat suami/istri yang hafidz atau minimal punya hafalan agar bisa mengingatkanku untuk menghafal) dan 2 tahun kedepan pindah bersama keluarga ke Amrik. Mapan. Beli rumah. Beli BMW. Anak belajar disekolah internasional
(tak ada target dirinya pribadi untuk menghafal)

Sungguh!!

Meski tak kau baca, tak kau hafalkan, tak kau tadabburi apalagi tak kau amalkan, Al-Qur’an tak merugi!!
Tak terhinakan.
Sama sekali!!!

Hey! Tapi lihat…
Lihat siapa nanti yang kelak akan menangis tersedu..
Meraung-raung meminta dikembalikan dalam keadaan semula agar punya kesempatan membersamai Al-Qur’an..
Bermesra dengan Al-Qur’an..
Benar-benar menjadikannya sahabat..

Nanti….
Suatu saat nanti…
Di saat semuanya tak mungkin kembali lagi….
:'(

(Sumber: grup di WA dan Al-Quran)

*Nasihat yang sangat tepat ditunjukkan ke diri ini, astaghfirulloh.

Published by:

Garing

Hobi Keluarga

Garing di sini bukan makanan garing, walaupun saya suka makanan yang garing-garing sih XP. Tapi suami saya itu memang demennya ngegaring dari jaman kuliah dulu *apa bahkan mungkin dari jaman SMA yaa #baruengeh*.

Suatu waktu saat kita berdua makan pizza, saya milih disisakan pinggiran rotinya. Anti mainstream, dimana orang-orang justru memakan pinggirannya duluan, haha. Soalnya saya pikir itu bagian paling enak karena garing, jadi save the best for the last deh. Sayangnya gak ada yang mengerti saya kecuali suami saya, hihihi. Nah, di situ suami tiba2 nyeletuk, “pantes kamu jatuh cinta sama aku, sekarang aku tau alasannya, karena kamu suka yang garing2” *lalu ngakak berdua*. Sampai saat itu saya juga baru engeh kalau kegaringan suami emang salah satu hal yang bikin saya jatuh cinta, hihihi.

—————

Lagi bersantai di rumah ujug2 suami bikin plesetan garing dari nama artis. *Waktu kuliah pernah saya main plesetan begini sama temen seangkatan di plurk*. Sebelumnya, maafkan kami yaa mbah Surip.

  • Kalo yg nyanyi tak gendong namanya mbah surip, yg suka hipnotis? –> Mbah sirep
  • Penyanyi yg gk waras? –> Mbah sarap
  • Penyanyi yg selalu jadi cadangan? –> Mbah serep

Terus barusaan aja, pas suami lagi nyuci piring sambil ngobrol ngomongin chris brown.

  • chris brown kan penyanyi, kalo petinju Indonesia? –> Chris John
  • kalo merk peralatan elektronik? –> krisbow
  • kalo hari natal? –> christmas

-_- garing kan -_-

*sebenernya 2 contoh itu ada lebih banyak lagi nama yang dikarang tapi saya lupaaa, malah terkadang saya juga ikutan ngegaring jadinya, ahaha. ayo teruskan kegaringanmu suamiku XP

Published by:

NET TV Berbeda!

Hobi Review

Saya dan suami masih belum sepakat masalah adanya TV di rumah, walaupun sampai sekarang masih belum ada juga sih, hehe. Hal itu terjadi karena suami merasa TV itu lebih banyak membawa kerugian daripada kebaikan. Menghindari 1 mudharat memang lebih baik kan? Tapi saya merasa saya banyak tau karena saya banyak menonton, selain membaca juga sih pastinya. Dan saya percaya kalau tontonan TV bisa kita saring sendiri. Acara-acara yang tidak bagus dan penting, apalagi yang tidak menambah wawasan, ya tidak perlu kita tonton. Ditambah, kita perlu mengajarkan anak cara menyaring tontonan itu dengan menghadirkan TV di rumah. Tapi suami tetap tidak setuju akan hal itu, menurutnya semua stasiun TV itu sama, isinya gak jauh-jauh dari gosip, perdebatan politik, berita kriminal, sampai sinetron.

Tapi buat saya, saya percaya pasti ada acara yang bermanfaat. Karena ya jujur saja, saya memang dibesarkan oleh TV. Bukan karena orangtua saya sangat sibuk, bukan sama sekali. Ibu saya malah ibu rumah tangga kok, tapi ya memang kalau di rumah, TV selalu menyala seharian *gak patut dicontoh sih*. Nah, saya itu entah sejak kapan, sepertinya sejak SMP sih, sudah tidak tertarik dengan yang namanya sinetron. Saya lebih memilih film kartun daripada sinetron *yaiyalah*. Saya suka kuis2 juga dibanding berita politik :P, karena itu sedikit banyak menambah pengetahuan saya. Gosip artis? Saya sih gak tertarik, tapi tetap aja gak munafik yaa, tiap hari nonton karena penasaran *itu juga kalau sempat sih, kalau enggak,  yaudah gak nonton lah toh saya gak rugi, hehe*. Jadi saya benar-benar memilah-milah acara TV yang saya tonton dan bisa kok!

Nah, beberapa bulan lalu, saat saya dan suami sedang menginap di rumah mertua, saya nonton channel random dan nyasar di NET TV dan langsung tertarik dengan acaranya. Kebetulan waktu itu saya nyasar di acara entertainment news. Saya pikir itu salah satu acara infotainment yang konsepnya sedikit berbeda dibanding stasiun TV lain, walaupun saya pikir masih tetap gosip juga sih. Akhirnya saya pantengin deh tu entertainment news. Ternyata isinya pun berbeda dibanding stasiun TV lain. Penasaran sama acara-acara lainnya yang saya tau dari iklan, di lain waktu pun saya terpancing untuk menonton di channel tersebut. Dari setelah menonton beberapa acara sampai sekarang mantaplah hati ini menyebutkan kalau NET TV memang beda dari stasiun TV yang lain. Beberapa acara andalannya pun menjadi acara favorit saya.

Indonesia Morning Show -> Berita Beragam

Indonesia Morning Show

Nah, ini saya suka banget. Waktunya memang panjang, dari jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Tapi sama sekali tidak membuat kita bosan untuk menontonnya karena beritanya beragam. Jadi gak melulu mengenai berita-berita politik, berita kriminal, sampai berita bencana.

Iya, ada kan stasiun TV yang isinya politiik melulu. Ada juga yang isinya berita kriminaal melulu. Kayak gak ada yang bagus di Indonesia ini. Padahal kalau saja media-media mau melirik, ya banyak banget yang baik-baik yang terjadi di Indonesia. Seperti komunitas-komunitas apa saja yang ada, trend anak muda yang sedang in, sampai prestasi-prestasi yang dicapai yang luput dari media.

Ada salah satu episode yang paling saya ingat mengenai prestasi yang dicapai, yaitu mengenai angklung otomatis. Yang biasanya permainan angklung itu dimainkan oleh banyak orang, kali ini cukup masukkan lagu di komputer, lalu dikonversi lagi ke suatu alat, nah alat itu lah yang menggerakkan tiap-tiap angklungnya. Sangat menarik lho.

Kalau komunitas yang paling saya ingat adalah yang baru saja kemarin (26 November 2013) ditampilkan, komunitas levitasihore. Levitasihore ini komunitas fotografi yang menampilkan foto-foto levitasi (anti gravitasi). Kalau mau bukti lebih banyak mengenai beritanya yang beragam banget dan menunjukkan Indonesia yang berbeda, liat aja di webnya: http://www.netmedia.co.id/program/indonesia-morning-show/ atau ya tonton langsung aja setiap hari jam 06.00-09.00 *kayak iklan jadinya :P*.

Entertainment News -> Bukan Gosip

Entertainment News

Saya baru kali ini mendapatkan informasi dunia hiburan yang benar-benar informasi, bukan gosip. Entertainment news menyajikan update terbaru dari artis-artis Indonesia, luar negeri juga sih sedikit. Tapi benar-benar jauh dari yang namanya gosip. Update-nya itu sekitar kegiatan apa yang sedang dijalani sekarang atau prestasi artis. Bahkan pernah memberitakan artis Indonesia asal Bandung yang sudah sering aktif di beberapa film anak-anak di Amerika. Dia memang mengawali karirnya di Amerika sana. Sayangnya saya lupa namanyaaa, huhuhu.

Tapi beneran deh, entertainment news beneran berita seputar selebritis, hal yang mereka sedang kerjakan dan hadapi sekarang, bukannya gosip apalagi sensasi.

Sarah Sechan

Sarah Sechan

Sarah Sechan ini acara talkshow gitu, satu episode ada beberapa tamu yang dibagi ke dalam beberapa segmen. Bukan beberapa tamu digabung dari segmen satu sampai segmen terakhir. Jadi ya satu segmen satu tamu. Saya sih termasuk yang gak suka dengan talkshow yang menghadirkan beberapa tamu sepanjang acara. Karena jadi gak fokus. Karena kan tiap orang kegiatannya belum tentu sama, jadi ya pertanyaannya juga gak bisa disamain.

Saya liat setiap hari Sabtu adalah harinya anak-anak, hehe. Cukup menghibur lho di hari Sabtu ini. Karena anak-anak yang hadir itu ya yang unyu2, hihihi. Anak-anak yang diundang itu juga berbagai macam. Ada yang menginspirasi, juara little miss Indonesia, punya prestasi tertentu, sampai yang punya hobi unik *memilin-milin bantal misalnya*. Daan Sarah Sechan ini muncul tiap hari lho jam 19.00, exist banget kan?

The Comment -> Hiburan Berbeda

The Comment

Ini acara hiburan  yang beda. Biasanya kan acara hiburan kaya komedi gitu gak jauh-jauh dari sketsa panggung dengan skenario tertentu. Kalau ini, namanya aja the comment, isinya ya komen, haha. Jadi the comment menayangkan beberapa video yang selanjutnya dikomentari oleh pembawa acaranya, Bung Dharto dan Mas Danang. Mereka berdua ini cocok banget, bisa baca pikiran satu sama lain kayaknya. Soalnya terkadang saya bingung dengan garingan yang dimaksud oleh Mas Danang misalnya, tapi Bung Dharto bisa aja menebak dengan benar. Ah, jodoh memang kalian berdua! Nikah gih! #eh

Sebenernya masih banyak lagi sih acaranya, tapi yang sering banget saya tonton ya acara-acara itu aja, hehe. Maklum, kalo nonton juga bisanya di rumah orang tua atau di rumah mertua, di rumah sih kebanyakan laptopan :P. Sayangnya belum ada acara tausiyah-tausiyah yaa, hehehe. Yup, acara tausiyah atau ceramah islami begitu salah satu acara favorit saya di stasiun TV lain.

Adanya NET TV yang berbeda ini bisa jadi salah satu bahan pertimbangan lagi nih buat suami kalau ada lho TV yang berbeda, hehehe.  Keren lah pak Wishnutama sebagai salah satu pemiliknya.

Terakhir, sampai sekarang NET TV gak ada iklan komersil lho, masih iklan acara-acara mereka. Just wondering, emang konsepnya tanpa iklan atau memang belum ada yaa? hehe

Btw, postingan ini bukan postingan berbayar lho ya *walaupun gak keberatan kalau dibayar, ahaha*, bukan juga untuk lomba blog, hee.

image credits

Published by:

Inflasi Itu Nyata!

Hobi Pribadi

Hihi, contoh kecil banget yang menunjukkan kalau inflasi itu nyata. Naiknya harga roti tawar setiap tahun! XP

perubahan harga roti tawar

perubahan harga roti tawar

Dan saya tau persis kapan setiap perubahan harganya. Karena, karena… kan pernah saya posting juga kalau saya koleksi segel roti tawar itu di sini, hehehe 😀 Emang barang koleksi yang bener-bener gak penting sih ini, tapi jadi bener-bener ngerasain sendiri kalau inflasi itu nyata adanya.

Daan, tempat saya menyimpan sudah tidak memadai rupanya, harus sesegera mungkin cari kotak kecil lagi, hihi.

tempat yang sudah tidak memadai

tempat yang sudah tidak memadai

Published by:

Baju Kantor Untuk di Rumah

Hobi Pribadi

Jadi ceritanya saya ikutan kuliah online ibu profesional hari Rabu kemarin. Nah, di kuliah itu sebenarnya bertema komunikasi produktif dan membicarakan seputar komunikasi, ya terhadap pasangan maupun terhadap anak.

Tapi, saya tertarik dengan 1 ide yang dimunculkan saat itu, yaitu menggunakan pakaian kerja ketika di rumah. Idenya sih 7to7, maksudnya jam 7 pagi sampai jam 7 malam kita, para ibu-ibu profesional ini, menggunakan pakaian kerjanya kembali walaupun sudah bekerja dari rumah.

Awalnya saya gak percaya, masa ada sih ibu-ibu yang kayak gitu. Males banget kan pake-pake baju pergi saat di rumah, gerah, gak nyantai gitu 😛

Etapi ternyata yang ngikut kuliahnya ada yang cerita dia sudah mempraktekkan hal itu lumayan lama. Dan yang memberi kuliahpun juga begitu, haha. Terus, alasannya bagus juga sih, kalau ada tamu, kita langsung bisa menyambut tanpa repot-repot nyari jilbab kesana-kemari, hihihi.

Dan ternyata itu emang programnya ibu profesional dari bulan April, hahaha. Pantes aja udah ada yang mempraktekkan. Dan lagi, sebenarnya itu dijadiin kompetisi juga, aaak, saya kelewatan..!! hiks.

7to7

7to7

Terus saya juga jadi berpikir, “bener juga si, mungkin dengan begitu bisa jadi lebih produktif juga di rumah, saya praktekkan aah”. Walaupun kelewatan event-nya, biar aja ah, memulai kebiasaan baik gak ada kata terlambat, hehe. Hari Rabu itu setelah kuliah saya mulai berpakaian lebih rapi di rumah, tapi masih ragu, hehe.

Hari kamis, kemarin, saya kembali mencoba mempraktekkan itu kembali. Berhasil, tapi belum pake jilbab, hihi. Masih males, jadi kalo ada orang tinggal ambil bergo ~jilbab instan~

Naah, mulai hari iniii, saya mau mulai deh nambahin pakai jilbab juga. Yaa, itung-itung mengantar suami yang berangkat kerja dengan cantik. Mudah-mudahan nanti menyambut kepulangan suami pun masih cantik *PeDeee* 😛

Baju Pergi

Baju Pergi

Ah iya, sebenernya bukan baju kantoran juga sih, saya cuman pake baju untuk pergi aja. Ya secara saya sebelum-sebelumnya ngantor juga di tempat yang bajunya bebas, gak strict baju kantor super rapih. Dan itu cuman buat difoto aja saya tambahin jilbab biru, padahal aslinya, di rumah cuma pakai jilbab yang hitamnya saja 😛

Published by:
%d bloggers like this: