Category Archives: Hobi

Belajar Jualan Online: Beberapa Cara Menghabiskan Stok

Belajar Bisnis Online Hobi

Baru saja 2 bulan ini saya serius di usaha yang saya dan sahabat saya rintis ini, hijaiya. Sewaktu belum serius seperti sekarang, saya kebingungan dengan stok lama yang gak habis-habis. Bingung bagaimana cara menjual itu semua. Bingung karena gak ada modal untuk beli yang baru lagi. Akhirnya setelah putar otak sana-sini, sambil nanya-nanya temen juga pastinya, stok yang lama menumpuk itu sedikit demi sedikit habis juga, Alhamdulillah. 😀

Stock

Stock

Image by Jen Waller on flickr

Kalian yang memiliki toko juga pasti agak gimanaa gitu *kalo gak mau dibilang BeTe* kalau stok lama gak keluar-keluar kan? Nah, dari saran teman saya yang lebih berpengalaman plus pengalaman sendiri, saya kepikiran ada beberapa cara. Saya sebutkan satu persatu yaa 😉

Begini cara-cara saya menghabiskan stok

Published by:

Belajar Jualan Online: Menjadi Spesialis di Produk, bukan Toserba

Hobi

Belajar dari pengalaman, pengkhususan produk dalam toko online itu lebih memudahkan dan menguntungkan.

Jadi, beberapa bulan lalu, saya dan sahabat saya membuka toko online baju muslimah, kerudung, serta pernak-perniknya bernama Hijaiya. Konsep kami awalnya semua yang dibutuhkan wanita bisa didapat di toko kami dengan harga murah. Gamis yang harganya berkisar 50ribu – 80ribu saja, kerudung yang berkisar 15ribu-35ribu, dompet yang berkisar 60ribu-80ribu, dan barang-barang lainnya, termasuk baju renang dan dompet.

Produk-produk tersebut bisa murah karena kami belanja secara grosir dan mengambil untung hanya sedikit sekali. “Untung sedikit asal perputarannya cepat”, begitu pikir kami. Tapi sayangnya, modal kami sangat terbatas. Jadi, satu jenis produk hanya bisa menampung 5-6 model saja, sedikit kan untuk toko online? Apalagi perempuan lebih menyukai toko online dengan model yang banyak agar pilihannya tidak terbatas. Tapi kami tetap melaju dengan konsep semua ada ini. Yaa sesuai namanya, hijaiya yang diambil dari huruf hijaiya. Dari alif sampai ya, yang mengartikan dari gamis sampai dompet pun ada.

*sebenarnya celana panjang, rok, manset, serta legging pun ada, hanya saja tidak sempat kami bikin foto untuk promosinya 😀

Masalahnya?

Published by:

Al-Qur’an itu terlalu mulia kawan

Hobi Pribadi

Al-Qur’an itu terlalu mulia kawan

Terlalu mulia jika kau sanding dengan kesibukanmu..

Aku tuh harus bangun pagi. Hrs sekolah, ada ulangan, byk PR, tugas, huhu 🙁 . Waktuku itu gak ada jedanya pokoknya!

Jadi…. Al-Qur’an harus ngertiin kesibukanmu, begitu?

Al-Qur’an terlalu agung teman…
Terlalu agung jika kau bandingkan dengan target harianmu..

Hari ini skripsian 5 jam, ke perpus, trus mampir ke toko buku, baca jurnal bahasa inggris minimal 2 jurnal, ngikut seminar dan persiapan lomba debat. Aku tuh padet banget agendanya…

So what??

Al-Qur’an itu terlalu suci kawan…
Terlalu suci untuk kau balap-balap dengan mimpimu..

2 tahun ke depan harus mendapat beasiswa S2 di Jerman, pada tahun yang sama keliling 3 negara. Setelah wisuda menikah (berharap dapat suami/istri yang hafidz atau minimal punya hafalan agar bisa mengingatkanku untuk menghafal) dan 2 tahun kedepan pindah bersama keluarga ke Amrik. Mapan. Beli rumah. Beli BMW. Anak belajar disekolah internasional
(tak ada target dirinya pribadi untuk menghafal)

Sungguh!!

Meski tak kau baca, tak kau hafalkan, tak kau tadabburi apalagi tak kau amalkan, Al-Qur’an tak merugi!!
Tak terhinakan.
Sama sekali!!!

Hey! Tapi lihat…
Lihat siapa nanti yang kelak akan menangis tersedu..
Meraung-raung meminta dikembalikan dalam keadaan semula agar punya kesempatan membersamai Al-Qur’an..
Bermesra dengan Al-Qur’an..
Benar-benar menjadikannya sahabat..

Nanti….
Suatu saat nanti…
Di saat semuanya tak mungkin kembali lagi….
:'(

(Sumber: grup di WA dan Al-Quran)

*Nasihat yang sangat tepat ditunjukkan ke diri ini, astaghfirulloh.

Published by:

Garing

Hobi Keluarga

Garing di sini bukan makanan garing, walaupun saya suka makanan yang garing-garing sih XP. Tapi suami saya itu memang demennya ngegaring dari jaman kuliah dulu *apa bahkan mungkin dari jaman SMA yaa #baruengeh*.

Suatu waktu saat kita berdua makan pizza, saya milih disisakan pinggiran rotinya. Anti mainstream, dimana orang-orang justru memakan pinggirannya duluan, haha. Soalnya saya pikir itu bagian paling enak karena garing, jadi save the best for the last deh. Sayangnya gak ada yang mengerti saya kecuali suami saya, hihihi. Nah, di situ suami tiba2 nyeletuk, “pantes kamu jatuh cinta sama aku, sekarang aku tau alasannya, karena kamu suka yang garing2” *lalu ngakak berdua*. Sampai saat itu saya juga baru engeh kalau kegaringan suami emang salah satu hal yang bikin saya jatuh cinta, hihihi.

—————

Lagi bersantai di rumah ujug2 suami bikin plesetan garing dari nama artis. *Waktu kuliah pernah saya main plesetan begini sama temen seangkatan di plurk*. Sebelumnya, maafkan kami yaa mbah Surip.

  • Kalo yg nyanyi tak gendong namanya mbah surip, yg suka hipnotis? –> Mbah sirep
  • Penyanyi yg gk waras? –> Mbah sarap
  • Penyanyi yg selalu jadi cadangan? –> Mbah serep

Terus barusaan aja, pas suami lagi nyuci piring sambil ngobrol ngomongin chris brown.

  • chris brown kan penyanyi, kalo petinju Indonesia? –> Chris John
  • kalo merk peralatan elektronik? –> krisbow
  • kalo hari natal? –> christmas

-_- garing kan -_-

*sebenernya 2 contoh itu ada lebih banyak lagi nama yang dikarang tapi saya lupaaa, malah terkadang saya juga ikutan ngegaring jadinya, ahaha. ayo teruskan kegaringanmu suamiku XP

Published by:

Inflasi Itu Nyata!

Hobi Pribadi

Hihi, contoh kecil banget yang menunjukkan kalau inflasi itu nyata. Naiknya harga roti tawar setiap tahun! XP

perubahan harga roti tawar

perubahan harga roti tawar

Dan saya tau persis kapan setiap perubahan harganya. Karena, karena… kan pernah saya posting juga kalau saya koleksi segel roti tawar itu di sini, hehehe 😀 Emang barang koleksi yang bener-bener gak penting sih ini, tapi jadi bener-bener ngerasain sendiri kalau inflasi itu nyata adanya.

Daan, tempat saya menyimpan sudah tidak memadai rupanya, harus sesegera mungkin cari kotak kecil lagi, hihi.

tempat yang sudah tidak memadai

tempat yang sudah tidak memadai

Published by:

Baju Kantor Untuk di Rumah

Hobi Pribadi

Jadi ceritanya saya ikutan kuliah online ibu profesional hari Rabu kemarin. Nah, di kuliah itu sebenarnya bertema komunikasi produktif dan membicarakan seputar komunikasi, ya terhadap pasangan maupun terhadap anak.

Tapi, saya tertarik dengan 1 ide yang dimunculkan saat itu, yaitu menggunakan pakaian kerja ketika di rumah. Idenya sih 7to7, maksudnya jam 7 pagi sampai jam 7 malam kita, para ibu-ibu profesional ini, menggunakan pakaian kerjanya kembali walaupun sudah bekerja dari rumah.

Awalnya saya gak percaya, masa ada sih ibu-ibu yang kayak gitu. Males banget kan pake-pake baju pergi saat di rumah, gerah, gak nyantai gitu 😛

Etapi ternyata yang ngikut kuliahnya ada yang cerita dia sudah mempraktekkan hal itu lumayan lama. Dan yang memberi kuliahpun juga begitu, haha. Terus, alasannya bagus juga sih, kalau ada tamu, kita langsung bisa menyambut tanpa repot-repot nyari jilbab kesana-kemari, hihihi.

Dan ternyata itu emang programnya ibu profesional dari bulan April, hahaha. Pantes aja udah ada yang mempraktekkan. Dan lagi, sebenarnya itu dijadiin kompetisi juga, aaak, saya kelewatan..!! hiks.

7to7

7to7

Terus saya juga jadi berpikir, “bener juga si, mungkin dengan begitu bisa jadi lebih produktif juga di rumah, saya praktekkan aah”. Walaupun kelewatan event-nya, biar aja ah, memulai kebiasaan baik gak ada kata terlambat, hehe. Hari Rabu itu setelah kuliah saya mulai berpakaian lebih rapi di rumah, tapi masih ragu, hehe.

Hari kamis, kemarin, saya kembali mencoba mempraktekkan itu kembali. Berhasil, tapi belum pake jilbab, hihi. Masih males, jadi kalo ada orang tinggal ambil bergo ~jilbab instan~

Naah, mulai hari iniii, saya mau mulai deh nambahin pakai jilbab juga. Yaa, itung-itung mengantar suami yang berangkat kerja dengan cantik. Mudah-mudahan nanti menyambut kepulangan suami pun masih cantik *PeDeee* 😛

Baju Pergi

Baju Pergi

Ah iya, sebenernya bukan baju kantoran juga sih, saya cuman pake baju untuk pergi aja. Ya secara saya sebelum-sebelumnya ngantor juga di tempat yang bajunya bebas, gak strict baju kantor super rapih. Dan itu cuman buat difoto aja saya tambahin jilbab biru, padahal aslinya, di rumah cuma pakai jilbab yang hitamnya saja 😛

Published by:
%d bloggers like this: