Category Archives: Lomba Blog

PLN Penerang Nusantara

Lomba Blog

Pada tahun 2010, saya pernah membaca CEO notes pak Dahlan Iskan yang berjudul “Resiko Dihujat” ketika beliau masih menjabat sebagai Dirut PLN. Yang paling tertanam saat itu ialah ceritanya mengenai petugas yang sedang memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah kegelapan malam yang berhujan.

Oke, mungkin gambarnya gak pas ya, hehe 😛

Kala itu, setiap di rumah saya terjadi pemadaman (kalau kata kami sih mati lampu :D), kami sekeluarga hanya bisa menghujat PLN. Tidak puas dengan hanya menghujat, kami pun selalu menghubungi PLN meminta kejelasan kenapa terjadi pemadaman dan sampai kapan pemadaman akan berlangsung.

Saat itu sama sekali tidak terbersit dalam benak saya bahwa mungkin saja terjadi kerusakan yang sangat sulit diperbaiki atau bahwa mungkin saja di luar sana petugas PLN sedang berupaya sekuat tenaga dan bersusah payah memperbaiki kerusakan yang ada.

Sejak membaca postingan tersebut, saya langsung merasa bersalah dan berpikir apabila yang sedang memperbaiki listrik di tepi jurang yang dalam dan di tengah hujan lebat seperti itu adalah keluarga saya, betapa sedih dan terharunya saya. Dan saya pastinya tidak akan serta merta menyalahkan dan menghujat PLN setiap kali ada pemadaman.

Ada satu lagi yang teringat juga sampai sekarang, yaitu semangat pak Dahlan Iskan dalam membuat PLN lebih terkenal dari Bandara Soekarno-Hatta.

Saya harus membuat PLN lebih terkenal daripada bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian kalau suatu saat ada mati lampu lagi di Bandara Soekarno-Hatta, orang tidak lagi menghujat PLN.

Dahlan Iskan

Dalam benak saya, terkenal di sini bukanlah sekedar terkenal, namun terkenal karena PLN berhasil bangkit dan menjadi perusahaan BUMN yang bersih dari korupsi serta kinerjanya sangat cemerlang.

Ya, semangat membara seperti itu tercermin dari tulisan dan hasil kerjanya.

Beliau menjadikan tulisannya sebagai bahan renungan dalam pedoman perilaku yang digunakan untuk dokumen pendukung diterapkannya Good Corporate Governance (GCG).

Bebaskan Indonesia dari kegelapan,

Bebaskan konsumen dari keluhan,

Bebaskan warga PLN dari cap yang hina ini:

Cap sebagai sarang korupsi

Cap sebagai pengemis subsidi

Penghisap uang negeri

Dahlan Iskan

GCG merupakan tata kelola suatu perusahaan secara baik. Dengan kata lain, GCG merupakan sistem dan cara suatu perusahaan dikelola dengan benar dan bersih. Sistem tersebut menyangkut berbagai aspek dan merupakan salah satu upaya dalam menjadikan perusahaan bebas dari korupsi.

Sampai saat ini, upaya PLN dalam menerapkan GCG sudah cukup baik dan transparan. Bukti ketransparanannya adalah disebarkannya dokumen-dokumen pendukung GCG dalam situsnya: http://www.pln.co.id/?p=6498. Dengan begitu, yang menjadi pengawas dalam penerapan GCG nantinya bukan hanya jajaran direksi PLN sendiri, melainkan semua yang membaca serta yang mempelajari dokumen tersebut.

Harapan saya? Pasti ada, apalagi untuk pemasok listrik negara seperti PLN ini. Namun, harapan saya tidaklah secemerlang harapan pak Dahlan Iskan juga bukanlah harapan yang muluk-muluk. Saya hanya berharap agar komitmen serta semangat PLN dalam menerapkan GCG akan terus terjaga. Jajaran direksi, staff, serta karyawannya dapat bertindak sesuai dengan pedoman perilaku yang telah dibuat dan disepakati.

Dan, saya juga terus berharap agar lebih banyak lagi karyawan-karyawan serta pemimpin-pemimpin berdedikasi seperti petugas yang memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah malam yang berhujan tersebut dan seperti pak Dahlan Iskan selaku mantan Dirut PLN.

Yap, harapan tersebut saya buat agar PLN dapat terus menjadi penerang nusantara kita ini dan menjadi sumber pelita di tengah kegelapan negeri ini 🙂

Published by:

Anies Baswedan: Ki Hajar Dewantara Masa Kini

Lomba Blog

Sejak saya menyaksikan Anies Baswedan memberikan speech di TEDxJakarta ke 4 (Sabtu, 15 Mei 2010), saya seketika mengidolakannya. Kenapa begitu? Yang awalnya saya malah belum tahu beliau itu siapa ~heheh, kurang gaul :P~ dan baru saja tahu di sana, kenapa tiba2 bisa mengidolakannya begitu saja?

Alasannya cukup sederhana, karena pada saat itu beliau menyampaikan program di universitasnya yang membuat orang tidak mampu bisa melanjutkan kuliah di kampus yang dipimpinnya, Paramadina. Ya, Paramadina, kampus dengan biaya mahal bisa menampung belasan orang tidak mampu setiap tahunnya untuk berkuliah secara cuma-cuma.

Terus biayanya dari mana? Dari bayaran mahasiswa-mahasiswa reguler lainnya yang mampu, sangat mampu. Mantap kan?

Pemikirannya adalah future middle class people from current middle class people (kelas menengah selanjutnya berasal dari kelas menengah yang ada sekarang). Jadi, kita sebagai kelas menengah di Indonesia bisa menciptakan kelas menengah selanjutnya melalui bantuan kita. Hal ini bisa meningkatkan taraf hidup dan perekonomian di Indonesia bukan?

Beliau merupakan salah satu pendidik berkualitas di Indonesia. Memang saya tidak kenal secara personal dengan beliau, tapi saya bisa merasakan semangat yang begitu besar untuk memajukan pendidikan Indonesia dari beliau.

Satu lagi program yang beliau bentuk dan membuat saya semakin kagum adalah “Indonesia Mengajar“. Beliau dapat mengubah hal yang biasa menjadi hal yang sangat luar biasa, bahkan keren.

Mari saya ceritakan kenapa saya bisa bilang keren 😀

Kita semua tau, persebaran guru di Indonesia sangat tidak merata. Ya, seperti yang disampaikan oleh Anies Baswedan sendiri di TEDxJakarta ke 6.

Yap, Anies Baswedan diundang sampai 2x ke acara TEDxJakarta (4th event & 6th event) dan saya hadir di kedua event tersebut *hehe, yang terakhir ga penting* :P. Video speechnya beliau di TEDxJakarta ke 6 bisa ditonton di sini:

Nah, sudah banyak program yang mengirim guru ke tempat-tempat pedalaman dan terpencil di Indonesia demi mengatasi persebaran yang tidak merata tersebut sehingga program semacam ini sudah menjadi hal yang biasa.

Namun, beliau mengemas “Indonesia Mengajar” dengan sangat menarik dan keren dengan mengirimkan anak-anak muda terbaik ke SD di pelosok-pelosok Indonesia selama 1 tahun.

Yang perlu dicatat: Anak-anak muda terbaik dan hanya 1 tahun!

Anak-anak muda terbaik: anak-anak muda yang lulus dengan nilai tinggi dari universitas-universitas ternama, memiliki sifat kepemimpinan, punya pengalaman organisasi, dan tangguh sehingga yang menjadi guru di pelosok-pelosok merupakan guru yang benar-benar memiliki kualitas terbaik.

Hanya 1 tahun. Kenapa 1 tahun?

Karena tujuannya membuat program ini bukan hanya memenuhi kebutuhan akan guru tetapi juga mempersiapkan pemimpin masa depan. Dengan mengirim anak-anak muda berkompeten ke pelosok-pelosok Indonesia selama 1 tahun, mereka bisa merasakan bagaimana hidup tanpa listrik, tanpa sinyal telpon, dan belum tentu mendapatkan sumber air.

Tapi tenang, begitu 1 tahun tadi terselesaikan, akan datang guru-guru ~yang disebut pengajar muda~ berkualitas baru yang akan mengajar di pelosok-pelosok yang sama selama 1 tahun dan begitu seterusnya.

Ya, beliau berharap dengan menempatkan anak-anak muda terbaik ke pelosok-pelosok Indonesia bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin Indonesia masa depan yang memiliki kompetensi tingkat dunia namun juga memiliki pemahaman masyarakat ‘grass root‘.

Harapannya, ketika kelak mereka menjadi pemimpin di kemudian hari, mereka adalah anak-anak muda Indonesia yang memiliki World Class Competence tetapi memiliki Grass Root Understanding

Anies Baswedan

Sudah mengerti kan kenapa beliau membuatnya keren dan kenapa saya tambah kagum? Belum?

Oke, sekali lagi saya tekankan, beliau bukan hanya mengirim guru-guru yang sangat berkompeten ke pelosok-pelosok Indonesia demi mengatasi persebaran guru yang tidak merata tadi, tetapi juga menciptakan pemimpin-pemimpin baru yang sangat berkualitas.

Kebetulan salah satu teman dekat saya, Agung Firmansyah namanya, berpartisipasi di program Indonesia Mengajar dan terpilih menjadi pengajar muda angkatan I serta mengajar di daerah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Dan dia pernah diundang juga ke acara TEDx Makassar, ini dia videonya:

~PS: suami saya bantuin bikin slidenya, hihi *gapenting* XP

Anyway, bagi saya beliaulah Ki Hajar Dewantara masa kini.

Pahlawan Pendidikan yang begitu mencintai negerinya. Beliau mampu mengembangkan konsep mengajarnya sendiri sehingga mendirikan Perguruan Tamansiswa serta mampu menciptakan semboyan pendidikan yang masih dipakai hingga saat ini.

ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

“di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”

~Semboyan dari Ki Hajar Dewantara

Anies Baswedan sendiri?

Beliau mampu menciptakan pahlawan-pahlawan baru dan menyebarkannya ke seluruh Indonesia. Guru yang dikirim ke daerah pelosok merupakan pahlawan-pahlawan pendidikan dan dijadikan inspirasi oleh murid-murid didikannya.

Dan beliau juga mampu mendidik pahlawan-pahlawan baru tersebut menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang sangat berkompeten. Hal tersebut dilakukan demi menciptakan Indonesia yang lebih baik.

Mendidik adalah tugas setiap orang terdidik.

~ Anies Baswedan

Sayapun memiliki tugas mendidik dan InsyaAllah akan saya mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Ya, keluarga, karena sayalah guru pertama bagi anak-anak saya kelak.

Karena saya dan jutaan wanita Indonesia masih bisa melahirkan pejuang yang akan dididik sebaik mungkin sehingga menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang :).

Tambahan: lagi googling nama Anies Baswedan, dapet link ini: Mahasiswa Inginkan Anies Baswedan jadi Rektor UI, Bagaimana Gumilar?. Bahkan mahasiswa UI sampe mau dia jadi rektor UI, hihi. Setujulah saya, selaku alumni UI jadi ikutan bangga kalo bener dia jadi rektor UI 😛

Published by:

Pizza Hut Kapan Saja

Lomba Blog

Pizza Hut, itulah tempat makan favorit saya yang tidak tergantikan 😀

Pizza Hut

Pizza Hut

Jadi, diawali sejak saya SMA dan mengikuti kegiatan beladiri Kempo. Di kelas 2 SMA (tahun 2003), saya mengikuti kejuaraan Kempo antar Dojo (tempat latihan) di mana itu pertama kalinya saya mengikuti kejuaraan Beladiri. Nah, Alhamdulillahnya Dojo kami, Dojo SMA13 jadi pemenang di kejuaraan tersebut.

Untuk merayakan kemenangan, Sempai (pelatih) kami, Sempai Nasrul mengajak kami ke Pizza Hut. Kalau tidak salah waktu itu di Pizza Hut Mall Kelapa Gading 1 😀

Pizza Hut

Pizza Hut Kelapa Gading 1

Pada saat Sempai Nasrul lulus dan masuk kuliah di UNJ, dia mendirikan Kempo di sana dan menjadi pelatih Dojo UNJ juga. Akhirnya Dojo SMA kami berhubungan baik dengan Dojo UNJ dan biasa merayakan kemenangan bersama. Dan pilihan tempat perayaannya lagi-lagi di Pizza Hut 😀

Selain itu, sejak saya lulus SMA dan tetap mengikuti Kempo sampai akhirnya menjadi atlet daerah Jakarta Utara, tempat perayaan kami tetap di Pizza Hut. Selalu di Pizza Hut walaupun cabangnya beda-beda.

Akhirnya setiap ada kejuaraan, gak peduli tim kami menang atau kalah selalu kami rayakan di Pizza Hut.

Pizza Hut Kelapa Gading 5

Waiting List di Pizza Hut Kelapa Gading 5

Karena itulah saya pribadi juga akhirnya menjadikan Pizza Hut sebagai tempat makan favorit. Selain memang makanannya enak, harganya terjangkau, juga tempatnya enak untuk ngumpul-ngumpul. Yup, Pizza Hut di mana aja emang enak buat ngumpul dan ngobrol-ngobrol 😀

Setiap saya dan teman-teman berkumpul juga memilih Pizza Hut, biasanya sih di Pizza Hut Mall Artha Gading. Saya jadi merasa tidak terpisahkan dengan restoran itu 😛

Ngumpul-ngumpul di Pizza Hut

Ngumpul-ngumpul di Pizza Hut

Ngumpul-ngumpul di Pizza Hut

Ngumpul-ngumpul di Pizza Hut

Pernah sekali waktu saya ceritanya keranjingan main ice skate di Mall Taman Anggrek. Nah, sehabis main itu juga pilihan tempat makannya lagi-lagi di Pizza Hut. 2 foto di atas diambil pada saat saya dan kawan-kawan berkumpul setelah bermain ice skate setelah kejuaraan di Pizza Hut Mall Taman Anggrek 😀

Pernah juga saya dan sahabat-sahabat saya belanja bersama ke ITC Cempaka Mas, lagi-lagi makannya ya di Pizza Hut yang ada di lantai dasar, hehe.

Berhubung saya kuliah di UI, Depok, Pizza Hut yang terjangkau dari kampus adalah Pizza Hut Margo City. Jadi, kalau ada teman yang ulang tahun dan ingin dirayakan, lagi-lagi ke Pizza Hut 😀

Pizza Hut Margo City

Setelah Makan2 di Pizza Hut Margo City

Pada saat saya melaksanakan KP (Kerja Praktek) di daerah Buncit juga pernah bertandang ke Pizza Hut Buncit. Jadi ceritanya waktu itu saya ulang tahun dan 2 teman yang KP bareng minta traktir, yaudah jalan deh kita ke sana.

Terus, pernah juga salah seorang teman kuliah ceritanya mau belanja ke Mangga Dua. Saya kebetulan mau beli sesuatu juga dan akhirnya ikut. Dan ternyata kawan saya itu mau mentraktir Pizza, yeay, jadilah kita makan siang di Pizza Hut Mall Mangga Dua.

Makan Pizza

Waktu nganterin temen belanja di mall mangga dua

Begitu saya sudah menikah, hampir setiap bulan saya dan suami makan di Pizza Hut walaupun tidak ada event tertentu yang spesial.

Pernah di akhir bulan, saya ceritanya udah gajian tapi suami belum tau. Saya langsung ngajak makan di Pizza Hut, dan kita langsung meluncur deh ke Pizza Hut Cilandak, soalnya yang terdekat dari rumah sekarang ya di situ, hehe. Dia bingung kenapa tiba-tiba saya ngajakin makan Pizza. Setelah selesai makan dan bayar, baru deh saya bilang kalau saya sudah gajian *ceritanya sih a little surprise gitu deh* 😛

Setelah suami bekerja di daerah kuningan, tepatnya di Epicentrum Walk di belakang Pasar Festival, saya dan suami kalo sedang ingin Pizza jadinya makan di situ deh. Berhubung suami pulangnya malem, jadinya saya yang nyamperin ke Pizza Hut Pasar Festival 😀

Ada tradisi di keluarga suami, setiap hari ulang tahun salah satu anggota keluarga dirayakan dengan makan bersama, entah di luar atau delivery. Dan pilihannya juga sebagian besar ke Pizza Hut. Tapi disini saya udah gak berperut karet pastinya *jaga image bok* 😛

Pizza Hut PGC

Ulang Tahun Saudara Ipar di Pizza Hut PGC

Nah, itu waktu lagi ngerayain ultah adik suami saya. Kita memilih makan di Pizza Hut PGC, pernah juga di Pizza Hut Cilandak. Benar-benar gak lepas dari Pizza Hut 😀

Pizza Hut Cilandak

Ulang Tahun Saudara Ipar di Pizza Hut Cilandak

Begitu saya cari-cari di Streetdirectory, ada keterangan restoran dengan lengkap dan alamat cabang-cabangnya lengkap juga. Ini dia peta salah satu cabang Pizza Hut di Mall Kelapa Gading 1, tempat pertama kali saya dan tim Kempo Dojo SMA13 merayakan kemenangan kejuaraan 😀

Kalo iseng-iseng didaftar cabang-cabang mana saja yang pernah saya kunjungi itu kurang lebih seperti ini:

  1. Pizza Hut Mall Kelapa Gading 1
  2. Pizza Hut Mall Kelapa Gading 5
  3. Pizza Hut Mall Artha Gading
  4. Pizza Hut Mall Taman Anggrek
  5. Pizza Hut ITC Cempaka Mas
  6. Pizza Hut Margo City
  7. Pizza Hut Buncit
  8. Pizza Hut Mall Mangga Dua
  9. Pizza Hut Atrium Senen
  10. Pizza Hut Cilandak
  11. Pizza Hut Pasar Festival
  12. Pizza Hut PGC
  13. Pizza Hut Pesona Khayangan, Depok
  14. Pizza Hut Plaza Semanggi

Banyak juga ya. Pizza Hut emang ada di mana-mana siih 😀

Published by:

Rumah Impian – Berbagi Cerita bersama BCA

Keluarga Lomba Blog

Begitu saya menikah, saya dan suami ingin tinggal terpisah dari kedua orang tua kami. Bukan apa-apa, hanya saja kami ingin mandiri.

Maunya sih, tinggal terpisah itu benar-benar tinggal di tempat tinggal sendiri, rumah milik kami sendiri. Tapi, karena dana kami belum mencukupi, jadilah kami mengontrak sementara 😛

Rencana untuk mewujudkan hunian ideal itu tentu ada, pasti. Hal ini sudah termasuk ke dalam rencana masa depan kami. Ya, kami ingin memiliki rumah impian kami sendiri.

Rumah Minimalis

Rumah Impian

Maunya siih, kita bisa mencapai kebebasan finansial biar bisa langsung membeli rumah tanpa kredit. Tapi, saya pernah denger kalimat kaya gini:

Beli rumah itu memang harus dipaksa, kalau enggak, ya gak punya-punya akhirnya

Maksain sih emang, tapi saya pikir ya emang bener juga. Kalo gak dipaksain, gimana mau punya rumah?

Nah, dengan mikir kaya gitu, kenapa kita tidak memutuskan untuk menggunakan layanan  perbankan berupa KPR saja? Akan lebih mudah dan meringankan keuangan kita kan jadinya 😛

Mulailah saya mencari informasi mengenai KPR. Ternyata BCA menawarkan KPR sebagai salah satu produk perbankan yang dimiliki. Begitu saya cari tahu melalui situs baru BCA di http://www.bca.co.id dan menuju halaman hunian ideal, ternyata KPR BCA tidak hanya memberikan layanan berupa pembelian hunian baru tetapi juga renovasi dan dalam melengkapi hunian.

Saya jadi ingin tau dan mencoba-coba simulasi yang ada. Oiya, simulasi yang diberikan berupa perhitungan kredit jika harga rumah telah diketahui (Simulasi KPR) dan perhitungan harga rumah untuk kredit yang kita inginkan (Simulasi Budget).

Rasanya lengkap deh, simulasi KPR jika kita sudah menentukan harga rumah yang kita inginkan, tinggal cari tau berapa kredit yang kita keluarkan.

Simulasi KPR BCA

Simulasi KPR BCA

Atau simulasi budget jika kita ingin menentukan berapa kredit yang dikeluarkan setiap bulannya, tinggal cari tau berapa harga rumah yang kita dapatkan dengan kredit sebesar itu 😀

Simulasi Budget KPR BCA

Simulasi Budget KPR BCA

Iseng-iseng saya nyoba simulasi KPRnya dengan harga rumah sebesar Rp. 350.000.000 dengan luas tanah 100m2 dan luas bangunan 75m2. Yap, yap, harus lengkap dengan luas tanah dan bangunan untuk simulasi. Begitu saya klik hitung, voila, langsung muncul di kolom sebelah kanan rincian semua hal yang diperlukan. Hum, ini dia hasil simulasi saya.

Simulasi KPR

Simulasi KPR

Kalau mau cicilan per bulannya lebih ringan lagi, bisa memilih jangka waktu yang lebih panjang lagi sih sebenernya. KPR BCA menyediakan jangka waktu sampai dengan 240 bulan (20 tahun). Tapi, di sini saya milih yang cepet (5 tahun) biar cepet2 beres gak mikirin hutang terus 😛

Hasil simulasi ini cuma perkiraan lho, kan nantinya tergantung suku bunga per tahunnya. Tapi setidaknya kita punya gambaran harus menyiapkan dana berapa untuk punya rumah 😉

Nah, karena saya dan suami adalah nasabah BCA dan kami sudah mengalami sendiri kemudahan transaksi yang diberikan, kenapa tidak kita pergunakan solusi perbankan yang menarik ini?

Mudah-mudahan saja rencana KPR ini bisa segera kami wujudkan, Amiiin ^_^

Published by:
%d bloggers like this: