Category Archives: Lomba Blog

Ngeblog Membuat Notebook Tipis

Lomba Blog

Siapa yang masih ingat pengalaman pertama punya notebook? Saya masih lhoo, karena notebook yang saya punya sekarang ya notebook pertama saya, ihihi. Apapun yang pertama pasti diingat kan, seperti cinta pertama laah #eh.

first love

cinta pertama

image credit

Sama dengan saya, saya juga selalu mengingat apapun yang serba pertama. Pertama kali punya hape, pertama kali punya penghasilan sendiri, termasuk pertama kali punya notebook. Nah, notebook saya ini saya dapatkan dari tempat terakhir saya bekerja. Bukan, bukan dengan menabung lalu membelinya, bukan juga melalui doorprize. Tapi dengan metode kredit yang diberikan oleh kantor selama 6 bulan, ihihi.

Jadi, di tempat saya terakhir bekerja itu ingin agar karyawannya merasa memiliki fasilitas kantor agar selalu menjaganya dengan baik. Maka dari itu alih-alih dipinjamkan fasilitas kantor (termasuk notebook), karyawannya ya diberikan dahulu lalu kemudian menggantinya melalui uang gaji. Jadi gajinya dipotong sesuai dengan kesepakatan kantor dan si karyawan tersebut. Berapa besar yang ingin dikurangi dari gaji dan berapa lama ingin melunasinya tergantung kesepakatan tadi. Kebetulan waktu itu saya memilih waktu 6 bulan karena gak mau ngutang lama-lama sisa gaji masih mencukupi hidup saya, terlebih karena saya sudah menikah XP.

Ada perasaan yang sangat tidak tergambarkan saat akhirnya gaji saya tidak dipotong lagi, seperti baru saja terbebas dari belenggu hitam *lebay*, hehe. Itu karena artinya notebook yang saya pakai telah lunas dan telah sepenuhnya menjadi milik saya, horeee! #lompatgirang

freedom

bebaas..!!

ballheads_freedom by sheldon

Tetapi notebook saya ini setelah dipakai selama 2,5 tahun ini kok ya lama-lama bikin saya capek juga yaa. Capek selain karena tampilan fisiknya berat, juga karena tidak tahan panas. Baru dinyalakan sebentar saja tanpa diberi kipas sudah langsung panas dan jadi lemot. Yap, rasanya saya butuh notebook baru yang lebih bisa memenuhi kebutuhan saya yang aktif. Dan iya, saya selalu ngiler kalau sudah membicarakan notebook Acer seri terbaru, yaitu Acer Aspire E1 Series.

Kenapa saya bisa sengiler ini? Kalau tentang merk Acer-nya sendiri sih karena melihat pengalaman suami yang memang punya netbook Acer dan masih awet sampai sekarang. Sudah sekitar 4 tahun umur netbook yang dimiliki suami dan masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan suami yang tidak ringan setiap harinya.

Nah, kalau untuk seri E1-nya sih karena itu merupakan seri notebook yang paling terbaru yang dikeluarkan oleh Acer. Dan seperti telah saya ceritakan di sini, Acer E1 Slim Series bisa membuat saya lebih produktif dengan mudahnya dibawa kemana saja. Dengan pekerjaan freelance yang bisa dikerjakan dari mana saja, saya bisa seenaknya berganti suasana, dan pergantian suasana tersebut bisa membuat otak saya refresh sehingga saya bisa lebih produktif dan semangat saya bisa ngeboost lagi dalam ngeblog bekerja. 

Kalau di rumah, hiburan utama saya adalah tidur, selain bermain dengan anak tentunya. Jadilah berhubung saya orangnya juga cepat bosan, saya bisa lebih banyak tidur malahan daripada kerjanya #ups. Maka dari itu, dengan asiknya notebook yang bisa ditenteng kemana-mana, saya bisa sering-sering berganti suasana dan jadi tidak cepat bosan deh. *hehe, ngiler kan tuh*(¯﹃¯)

lebih tipis dan ringan

lebih tipis dan ringan lebih enak ditenteng

Terlebih lagi saya ingin bisa tampil lebih profesional. Hal-hal yang mendukung agar bisa tampil lebih profesional telah saya jelaskan pada tulisan saya sebelumnya di sini. Singkatnya, tampilan profesional tersebut bisa saya dapatkan dengan menampilkan first impression yang baik dan dengan menggunakan senjata yang elegan, yang bisa saya dapat dengan membawa Acer Aspire E1-432. First impression yang baik itu bisa saya dapatkan kalau penampilan saya bisa terjaga saat dari rumah hingga di tempat tujuan saat bertemu klien. Yang menambah lebih profesional lagi adalah dengan bisa langsung mencolokkan kabel proyektor ke notebook untuk proses presentasi yang lebih cepat. Mantap lah pokoknya si notebook tipis yang didukung performa Intel® Processor di dalamnya inih.

Selain membuat saya bisa lebih produktif dan lebih profesional lagi, saya bisa membuat keluarga lebih harmonis dengan bisa menonton film lebih tenang. Lebih tenang karena punya banyak pilihan film *psst, sudah sering saya sebut kan kalau Acer Aspire E1 Series, khususnya E1-432 dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB* dan lebih tenang kalau saya lupa mencolokkan charger baterai. Yap, kalau lupa mencolokkan charger baterai kita bisa lebih tenang karena baterainya bisa tahan sampai 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD). Terlebih notebook yang saya pakai sekarang itu sangat cepat panas, makanya harus selalu diberi kipas angin seperti di postingan yang ini.

kipas laptop saya

kipas laptop saya

Untung notebook gk bisa masuk angin yak, kalau bisa isinya sudah angin semua kayak gini deh, :P.

*ceritanya* notebook masuk angin

*ceritanya* notebook masuk angin

Maka dari itu, saya kok ya merasa pantas untuk memiliki notebook baru sekelas Acer Slim Aspire E1, yang didukung oleh  prosesor Intel®, mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% lebih tipis  ya. Tapi mau minta ke suami gak enak karena beliau sedang sibuk banget memikirkan tesis yang sedang dikerjakan, terlebih karena biaya S2nya tidak sedikit sehingga harus menyelesaikan S2 secepatnya, jadi saya tidak mau menambah kepusingan suami. Tapi sekarang saya juga sudah tidak bekerja lagi di kantor, jadi ya gak bisa kredit lagi deh, huhu.

Dasar ya emak-emak, demennya kredit. Karenaa kalau kredit kan setidaknya pengeluaran kita per bulan masih bisa dikontrol, kalau ujug-ujug mengeluarkan uang yang tidak sedikit bisa kacau deh siklus keuangan keluarga, hehehe. Iya sih, notebook Acer Aspire E1 Series tergolong murah untuk ukuran notebook yang bisa memenuhi kebutuhan saya untuk bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya. Tapii dengan harga yang berkisar antara 4,7 sampai 7,6  jutaan (mengacu pada daftar harga notebook Acer E1 slim series di sini) untuk keluarga kecil kan lumayaan. Maka dari itu alangkah lebih baik enak kalau bisa mendapatkannya secara gratis, ehehe. #berdoasungguh-sungguhsambil*pastinya*ngilerr XP

Semoga saja tulisan ini bisa menghantarkan notebook Acer E1 slim series itu ke tangan saya sehingga keinginan saya memiliki notebook baru yang slim, praktis, canggih, dan bisa memenuhi segala kebutuhan saya bisa tercapai. Aamiin 😀

Note: ada yang engeh gak yaa kalau tulisan saya selau berjudul _ _ _ membuat _ _ _, hihihi. #pentingbanget 😛

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Published by:

Performa Maksimal Membuat Keluarga Harmonis

Lomba Blog

Yak, lagi-lagi saya melanjutkan tulisan mengenai Acer. Sudah ketiga kalinya ini saya menuliskan mengenai produk Acer terbaru, sebelumnya ada di sini dan sini 😀

Berhubung saya freelancer, ya jadinya saya lebih sering untuk bekerja di rumah sambil jagain Naia. Iya, masih kepengen kok bisa sering-sering kerja di mana saja tapi ya alasannya sudah saya kemukakan di tulisan sebelumnya toh?, hehe. Nah, kalau di rumah gini, untuk bekerja di depan laptop saya harus mencuri-curi waktu *mencuri waktu halal kok XP*. Soalnya, Naia (19m) itu kalau belum tidur ya dia gak mau berhenti bergerak, apalagi kalau saya sudah mulai membuka notebook saat dia bermain sendiri. Walaupun bermain sendiri, dia itu maunya saya perhatikan, jadi saat melihat notebook saya terbuka dan saya mulai sedikit bekerja biasanya dia menghampiri lalu menutup notebook saya sambil memasang muka lucu, hahaha. Yaudah, gagal deh pencurian waktu di saat dia bermain sendiri ini. Maka dari itu biasanya saya menunggu dia sampai tertidur saja.

Tapi suatu hari belum lama ini, saat saya bekerja *baru sebentaaar banget*, Naia terbangun dan tidak lama hujan turun begitu derasnya diiringi dengan petir dan gledek. Biasanya kalau Naia tertidur pulas dalam keadaan capek, dia gak peduli tuh dengan suara sebising dan seramai apapun, termasuk petir dan gledek yang saling menyambar. Tapi kali ini berhubung dia baru bangun, jadilah dia menangis keras karena takut akan petir dan gledek itu.

Nah, berhubung notebook belum saya matikan, akhirnya saya ajak dia untuk menonton film kartun. Saya itu punya kebiasaan menghapus film yang sudah selesai saya tonton demi menjaga tersedianya tempat penyimpanan. Tapi untungnya film-film kartun tersebut masih saya simpan jadi bisa dipakai untuk menenangkan Naia deh *Alhamdulillah yah*. Saya lalu memutar film Ratatouile saat itu, kartun seekor tikus yang menjadi juru masak. Di adegan awal terdapat rumah yang diguyur hujan besar dan diiringi petir dan gledek. Nah, saat itulah dia berhenti menangis lalu mengatakan “ama”, yang maksudnya sama sambil menunjuk-nunjuk keluar rumah. Huaa, dia sudah bisa menyamakan keadaan ternyata. Dan yes, saya berhasil menenangkan Naia. *senyum puas*

Jadilah akhir-akhir ini saat saya ingin bekerja disaat Naia bangun, saya lalu memutar film tersebut di setengah layar notebook, dan setengahnya lagi saya lanjut bekerja, hihihi.

Berbagi Notebook

Berbagi Notebook

Tapiii, notebook saya ini gak tahan kalau lama-lama mengerjakan banyak hal sekaligus begitu. Pasalnya, suhu notebook saya cepat sekali menjadi panas, terlebih lagi kalau multitasking yang memang membutuhkan kinerja maksimal. Jadilah kalau suara atau gambar di film sudah mulai sedikit melambat, yang bisa saya lakukan adalah mematikan notebooknya lalu lanjut bermain dengan Naia. Pekerjaan, yaa gampanglah nanti lagi, sekarang saatnya mengistirahatkan laptop dulu, pikir saya. Nah, begitu pula kejadiannya saat saya dan suami sedang menikmati waktu berdua untuk menonton film romantis action di notebook saya ini. Film belum habis, e laptop sudah keburu panas, huaa. Yasudah terpaksa disambung nanti deh nontonnya *gak enak yeuh* :(.

Biasanya sih sekarang untuk mensiasati suhu yang panas itu, saya akhirnya memberi kipas di samping laptop. Bukan, bukan kipas khusus untuk laptop kayak gini.

kipas laptop seharusnya

kipas laptop seharusnya

credit

Tapi kipas angin kayak gini XP.

kipas laptop saya

kipas laptop saya

Soalnya pakai kipas angin kayak gini lebih langsung memberi angin di prosesornya, hehehe. Padahal gak punya kipas khusus laptop.

Apalagi kalau saya kelupaan untuk mencolokkan charger. Baru sebentar menonton bisa-bisa sudah kehabisan baterai. Apalagi kalau sedang menonton begitu, biasanya ya tidak terdengar peringatan baterainya sudah mau habis, hiks. Naia bisa marah lagi kalau film yang asik-asik ditonton eh selesai di tengah jalan, huhu. Enak banget yah kalau hidup notebook bisa tahan lama dan bisa menjaga suhu sedemikian rupa. Sifat pelupa saya ini kan bisa sedikit terobati gitu dengan daya yang lebih tahan lama. Jadi ya begitu film selesai baru deh baterai kedap-kedip *mengkhayal sambil ngiler*.

Ah, jadi inget Acer Aspire E1-432 lagi deh. Dengan didukung performa Intel® Processor di dalamnya, yaitu Intel 4th Gen terbaru (Haswell) yang dikombinasikan dengan baterai 4-cell (2500mAh), daya tahan baterai notebook Acer Aspire E1-432 dipastikan akan menjadi jauh lebih maksimal lho. Bayangkan saja, notebook ini bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game. See, saya tidak perlu khawatir lagi kan kalau saya kelupaan mencolokkan charger. Selesai sudah, ketemu deh solusinya, saya harus punya Acer E1 Slim Series ini. *semangat berkobar*

Apalagi kalau lama-lama dipakai multitasking, saya bekerja sambil Naia menonton, Acer E1 Slim Series sangat bisa diandalkan. Pasalnya, notebook Acer Aspire E1 Series ini tidak cepat panas. Selain bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, dengan dimensi yang tipis itu, notebook Acer memberikan solusi pendinginan yang memadai. Yaa, asalkan ditempatkan di tempat-tempat rata dan menghantarkan panas sih (seperti meja kayu atau lantai, bukannya di atas kain atau karpet), suhu kerjanya dapat terjaga dengan baik. Jadi, jauh-jauh deh gambar dan suara yang tiba-tiba melambat disaat saya sekeluarga menonton :D.

Nah, menonton film juga enaknya yang HD kan? HD itu dari segi gambar dan kualitas videonya lebih bagus, maka dari itu biasanya film-film HD membutuhkan space yang cukup banyak juga di harddisk, maka dari itu juga saya suka menghapus film yang telah saya tonton, takut harddisknya kepenuhan euy. Tapi kalau saya punya space yang lebih banyak, ya gak usah pusing-pusing menghapusnya kan? Saya jadi bisa menyimpan film-film favorit deh. Btw, Acer Aspire E1-432 dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB. Huwhuw, saya jadi tenang menyimpan file film HD itu, hehehe. Apalagi ya, Acer Aspire E1 Series ini bisa tetap menampilkan film HD yang saya simpan dengan tajam dan terang dengan resolusi yang tinggi. Wajar sih, itu karena Acer Aspire E1-432 menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px. *tuh kan ngiler lagi*(¯﹃¯)

Tuh kan saya jadi gak henti-hentinya ngiler akan kehandalan notebook Acer E1 Slim Series. Selain handal untuk kerja dengan membuat saya semakin terlihat profesional, asik juga untuk bermain bersama keluarga dengan menonton. Naia bisa menonton disaat saya kerja, suami pun senang saat menonton tidak diganggu oleh gambar yang tiba-tiba melambat atau mati saat film belum selesai. Keluarga jadi lebih harmonis deh, hehehe. *PD*

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Published by:

Kotornya Mencuci Sepeda

Lomba Blog Review

Tulisan ini diikutsertakan dalam Laiqa & Rinso Writing Competition

Suatu hari Minggu di bulan Juni *hayah* saya, suami, dan Naia berdiam diri di rumah sekedar bersantai untuk merecharge kembali tenaga kami untuk menghadapi minggu berikutnya, family time laah istilah kerennya 😀

Etapi bersantai dan family time itu juga diisi dengan membereskan rumah dan mengerjakan segala sesuatu yang berguna kok, hehe. Jadi ya gak nganggur-nganggur banget gituu. Saya sekalian membereskan cucian dan tumpukan pakaian serta membereskan rumah, si suami juga gak ketinggalan untuk mencuci sepeda yang biasa digunakannya untuk kerja. Iya, suami pulang pergi kantor naik sepeda lho, cuma 15 menit soalnya, hihi.

Nah, di saat suami mencuci sepeda itu, Naia kepo *seperti anak kecil lainnya yang serba ingin tahu* papanya itu sedang apa dan kalau bisa dia ikutan deh. Berhubung saya dan suami memiliki pemahaman yang sama, tidak melarang segala kegiatan  yang dilakukan Naia kecuali yang berbahaya, jadi ya kita mempersilakan saja dia kalau ingin main membantu, hehe. Dan berhubung waktu itu juga si Naia belum mandi ya sekalian saja deh. Bukan sekalian mandinya lho, tapi sekalian kotornya 😀 Iya, kita tau dia pasti akan terkena kotoran, terlebih dia memakai celana putih waktu itu. Tapi, apalah artinya pakaian kotor kalau dibandingkan dengan kebahagiaan anak *lebay*. Berani kotor itu baik kan? Gak kotor gak belajar 😀

nyuci sepeda

nyuci sepeda

Dan  hasilnyaa, ya sepedanya bersih doonk *bangga*. Nih terlihat foto sepedanya dengan si Naia yang seneng dan bangga sudah membantu ngerecokin papanya nyuci sepeda. Berhasil deh membuat Naia senang sekaligus belajar caranya merawat barang yang kita punya, hehehe.

Tapi gimana dengan celananya yang super duper kotor itu? Nah, kali ini giliran saya deh yang berperan. Saya tidak khawatir mencucinya akan susah lho, berhubung saya menggunakan Rinso cair, ya langsung saja saya oleskan di celananya yang kotor itu lalu direndam selama 15 sampai 30 menit. Selanjutnya saya tinggal menguceknya sebentar saja *tanpa kekuatan penuh juga XP* dan hasilnya langsung kelihatan bersih. Benar-benar tidak tertinggal lho nodanya *banggalagi*

image

Ah iya, saya dan suami juga cukup sering membiarkan Naia bermain di luar. Karena dengan begitu dia bisa bergerak dan tidak selalu berdiam diri di depan TV *gak punya TV juga sih, hihi*. Kami berpikir dengan membiarkannya bermain di luar, dia bisa belajar banyak, belajar tentang alam, binatang, juga permainan fisik seperti bermain pasir, ayunan, juga bola. Saya benar-benar tidak peduli dengan pakaiannya yang akan menjadi kotor nantinya. Ya karena nantinya akan diatasi dengan Rinso cair, karena Rinso cair 2x lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari. Jadi, buat apa khawatir kan? 😀

Sebelum menikah sih saya belum menggunakan Rinso cair jadi sewaktu mencuci pakaian yang terkena lumpur tidak bisa sebersih celana Naia itu. Jadi, saya pernah mengikuti reli sepeda dan kebetulan saat itu hujan deras mengguyur saat kira-kira baru 45 menit start. Nah, karena sepeda saya tidak berbemper belakang, jadilah kaos putih yang saya kenakan saat itu penuh dengan cipratan lumpur. Tidak tanggung-tanggung, cipratannya sampai kerah *hiks, nangis T_T*. Tapi karena waktu itu saya mencuci masih dengan deterjen bubuk, ya noda lumpurnya masih aja ada walaupun sudah dicuci berkali-kali. *mau ngasih gambarnya e kaosnya udah gak ada XP*.

Begitu nikah, saya kok ya tertarik sama Rinso cair, yaudah ampe sekarang pakainya itu deh. Apalagi sekarang tersedia web http://www.rinso.co.id/ tempat mencari segala info dan tips mencuci, jadi makin cinta deh sama Rinso :*

image

*yak, hari ini hari paling produktif ngeblog kayaknya. udah 3 postingan diposting pada hari yang sama, ahaha. 2 untuk lomba, 1 pengumuman lomba, fyuh*

Published by:

Pengumuman Giveaway Idul Adha Hijaiya

Lomba Blog

Yak, Alhamdulillah giveaway sudah selesai dan ternyata ada 30 peserta *sayangnya 1 blog tidak ditemukan, hiks*

Nah, setelah penilaian dari saya dan juri satunya *yang tidak lain tidak bukan adalah suami saya XP*, kami akhirnya memutuskan 3 orang inilah yang menjadi pemenangnya. Kami memilih mereka karena cerita yang bagus, alurnya sangat mengalir, memberi inspirasi tanpa terkesan menceramahi, serta memberi tips singkat yang bermanfaat.

  1. Yanuarty Paresma Wahyuningsih. Berhijab Syar’i dengan Double Paris
  2. Intan Novriza Kamala Sari. Solusi Cantik Berhijab Tanpa Banyak Biaya
  3. Inna Riana. Tips Hijab Gaya Tanpa Banyak Biaya

Selamat yaa untuk para pemenang. Buat semua peserta, nanti saya akan meng-email kupon diskon yang bisa digunakan untuk belanja online di hijaiya *berlaku sampai 31 Desember 2013*.

Sekali lagi terima kasiiih untuk para peserta yang bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengikuti giveaway saya ini. Semoga kalian selalu diliputi keberkahan yaa 😉

Published by:

Kepraktisan Membuat Semakin Profesional

Lomba Blog

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Acer, dengan penampilan yang lebih tipis dan ramping serta desainnya yang menawan itu, selain bisa semakin produktif kemana-mana, saya pastinya bisa lebih gaya dengan bawaan yang semakin praktis lho *eaa*.

Jadi kalau kemana-mana yah *yang berhubungan dengan pekerjaan*, saya harus membawa at least 2 tas yang sama besarnya. Satu untuk tas notebook beserta chargernya, satu lagi untuk bawa barang bawaan Naia. Belum kalau ada bawaan lain seperti tempat minum yang tidak muat di manapun, jadi harus bawa 3 tas deh. Kalau pergi berdua saja sama Naia kan jadi ribet karena tidak ada yang membantu membawa tas berat itu. 🙁

Apalagi saya pakai jilbab *lha terus hubungannya apa?*. Dengan bawaan yang banyak plus saya yang kalau kemana-mana mesti ngangkot karena tidak memiliki kendaraan ingin menambah jumlah mobil di jalan raya, baju dan jilbab saya terkadang bisa tertarik ke sana kemari untuk membetulkan posisi tas yang saya bawa. Jadi terkadang sudah berdandan rapi-rapi dari rumah, e belum sampai tempat yang dituju sudah berantakan lagi. Mau naik taksi juga kok ya agak sayang yaa kalau masih bisa dicapai dengan ngangkot, hihi. Dandanan jadi berantakan itu menyedihkan? Enggak juga sih, cuman ya gak enak aja, jadi gak keren gituh XP.

Dengan memiliki notebook yang lebih tipis dan lebih ringan, saya jadi tidak perlu lagi memisahkan tas pakaian dengan tas notebook. Ya karena notebook Acer Aspire E1-432 lebih tipis *30% lebih tipis dengan ketebalan hanya 25,3 mm*, pastinya lebih ringan dari notebook yang lain. Jadi kalau digabung menjadi 1 tas saja, berat dan ruang yang terpakai dalam tas tidak bertambah secara signifikan. Apalagi, Acer Aspire E1 series ini tidak meninggalkan fitur esensial berupa optical drive alias DVD-RW-nya. Jadilah saya tidak perlu lagi membawa-bawa DVD driver tambahan, makin praktis kan?, hehe #ngilerr

30% lebih tipis

perbandingan ketebalan

gambar dari sini

Kalau bawaan saya udah praktis dengan hanya membawa 1 tas saja, saya bisa makin terpercaya. Baju dan jilbab jadi gak tertarik ke sana kemari karena sering membetulkan letak tas. Dengan penampilan yang keren dan tidak berantakan itu, saya bisa menampilkan first impression yang baik saat bertemu klien.

Iya, first impression itu penting lho. Setidaknya hal pertama yang dilihat adalah penampilan bukan? Dengan berpenampilan rapi dan bersih, poin pertama akan kepercayaan tidak tercoreng 😀

Kalau penampilan sudah terjaga seperti itu, selanjutnya yang dilihat adalah senjata yang saya gunakan. Seperti telah saya sebut sebelumnya, senjata utama saya bekerja adalah notebook. Dengan notebook Acer E1 Slim Series yang canggih dan tampilannya yang elegan dengan 2 pilihan warna, piano black dan silky silver, saya jadi semakin terkesan keren profesional deh, hehehe. *nyengir puas*

gambar dari sini

Nah, first impression dan senjata canggih yang didapat dengan memiliki Acer Aspire E1-432, selain menambah kepercayaan diri, juga membuat praktis saat saya melakukan presentasi di hadapan klien. Karena ya, saya kan tidak bisa menebak kapan akan presentasi ditampilkan langsung melalui proyektor. Nah, kalau ujug-ujug saya diharuskan menampilkan presentasi di layar besar ya saya tidak usah capek-capek memindahkan datanya dulu ke komputer yang terhubung, tinggal hubungkan langsung saja proyektornya ke Acer Aspire E1-432 milik saya nanti *PD*. Semakin terlihat profesional kaan? *cling* #benerinkacamata

Oh iya, saya juga tidak perlu khawatir gambar akan pecah donk kalau ditampilkan di layar yang lebih lebar. Karena eh karena Acer Aspire E1-432  dilengkapi dengan HDMI port yang mampu menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar. Semakin praktis saja yah? #makinngilerdeh

Ah, dengan memiliki notebook Acer Aspire E1 series, saya baru membicarakan kepraktisan secara harfiahnya ya. Padahal, ada kepraktisan dari sisi lainnya lho.

Misalnya saja dalam hal melakukan pekerjaan sekaligus banyak alias multitasking. Saya itu punya kebiasaan tidak bisa hanya mengerjakan satu hal. Selagi ngerjain web tiba-tiba kepikiran ide untuk ditulis ke blog, ya secepatnya saya buka blog. Nah, kalau sudah ngeblog begitu biasanya saya juga butuh gambar, entah gambar dari internet atau gambar koleksi sendiri. Bekerja deh photoshop untuk mengedit-edit foto yang saya perlukan itu. Nah, Acer E1 Slim Series sangat memungkinkan saya untuk melakukan itu semua karena prosesor serta RAMnya sangat memadai sehingga tidak membuat notebook saya jadi lemot.

multitasking

ceritanya multitasking XP

Selain itu, dengan adanya memori yang cukup sangat banyak, akan sangat praktis kalau saya ingin menyimpan berbagai macam file, baik file-file office, multimedia, bahkan game sekalipun. Yaa berhubung saya suka nonton dan menyimpan foto dari kamera saya, jadinya kebanyakan file-file (film dan gambar) itu deh yang ngejogrog di tempat penyimpanan notebook saya. Film dan gambar memerlukan tempat yang cukup banyak kan? Terlebih lagi ditambah file-file mengenai kerjaan yang juga tidak kalah banyaknya. Nah, karena Acer Aspire E1-432 dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB, saya jadi merasa itu sudah cukup dan jadi tidak perlu membawa penyimpanan data tambahan lagi deh.

Kalaupun ada file yang harus dibagi dengan klien, saya tinggal langsung mengirimnya lewat email, karena bisa langsung terhubung dengan internet di tempat-tempat yang menyediakan wi-fi atau menggunakan kabel LAN (kabel sambungan internet). FYI, Acer Aspire E1-432 memiliki port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa converter apapun serta wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n. Kedua kelengkapan itulah yang memungkinkan mudahnya terhubung dengan internet. Praktis yah untuk bisa tetap online? #ngilermenjadi-jadi

Lalu bagaimana kalau sama sekali tidak memiliki akses ke internet? Saya masih bisa tenang kok, karena Acer Aspire E1-432 memiliki 3 port USB yang salah satunya USB 3.0, yang memungkinkan pertukaran data dengan sangat cepat. Jadi ya saya tinggal minta flashdisk klien aja tanpa pikir panjang dan tanpa takut akan menghabiskan waktunya untuk sekedar memberi atau bertukar data :D. FYI lagi ya, USB 3.0 memiliki proses transfer data yang 10x lebih cepat dibandingkan USB 2.0 lho.

Huah, membicarakan notebook Acer E1 Slim Series ini benar-benar membuat saya semakin ngilerr pengen punya. (¯﹃¯)

Bagaimana tidak? Selain kepraktisan dalam hal barang bawaan yang ditenteng saat mobile, Acer E1 Slim Series ini juga memberikan kepraktisan dalam hal pekerjaan serta kepraktisan untuk selalu online. Dan itu semuaa membuat saya bisa semakin keren dan gaya profesional, hihi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Published by:

PLN Bersih Demi Indonesia yang Bersih

Lomba Blog Pribadi

Beberapa waktu lalu saya dan suami berbincang mengenai susahnya hidup “bersih” di Indonesia. Pasalnya, saat itu saya dan suami baru saja membaca mengenai pembuatan SIM yang sangat dipersulit. Bayangkan saja, untuk bisa membuat SIM pada jalur yang benar, terkadang si pengemudi selalu gagal pada tes pertama dan harus mengulangnya berkali-kali *yang di percobaan pertama sudah lulus beruntung sekali*. Suami saya pun mengalaminya sendiri. Para orang awam yang tidak tahan akan repotnya akan langsung saja menuju ke petugas terdekat agar dipermudah dan dipercepat *bisa saat itu langsung jadi lho dengan memberikan sejumlah uang*.

Pun dalam instansi PLN. Kalau dilihat dari upaya PLN dalam membuat sistem pelayanan yang transparan, bisa disimpulkan kalau terkadang dalam pengajuan pasang baru, tambah daya, dan pasang sementara, pemohon memberikan “uang pelicin” agar urusannya cepat selesai dan tidak dipersulit. Tampaknya senjata yang harus dimiliki oleh semua warga adalah “uang pelicin” alias suap demi mempermudah dan mempercepat segala urusan.

Membuat sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan pegawai PLN.
Contoh : layanan pasang baru, tambah daya, pasang sementara secara online melalui website http://www.pln.co.id/pbpd/index.php

Hal tersebut rasanya sudah mendarah daging, sudah menjadi hal yang sangat lumrah. Bahkan dalam pemikiran anak kecil yang baru mempelajari mana yang benar dan salah pun menganggap hal itulah hal yang benar. Maka, tidak heran saat mereka menyandang jabatan sebagai apapun suatu saat kelak, akan sangat mungkin terkena kasus suap dan korupsi serupa seperti kasus-kasus yang beredar sekarang. Itu karena yang mereka pelajari adalah suap dan korupsi itu bukan suatu kesalahan, melainkan suatu hal yang lumrah dan benar. Kalau ingin mudah dan cepat mengurus segala sesuatu, maka pergunakanlah uang untuk membayar pihak yang berwenang. *sediih melihatnya*

uang suap

uang suap

Gambar didapat dari sini

Saya percaya kalau setiap tindakan kita itu selalu diawasi oleh Tuhan, maka saya selalu ingin melakukan hal yang benar. Mulai dari pengurusan surat nikah yang sama sekali tidak memberikan uang tambahan selain tarif resmi *yang dipersulit dengan tidak adanya cap dari kantor KUA setempat*, sampai pembuatan KTP yang bebas biaya. Berharap pada pemerintah juga kok ya rasanya sia-sia saja karena ya itu tadi, sudah mendarah daging, generasi yang ada sekarang adalah generasi yang selalu menghalalkan segala cara demi pengurusan yang cepat, mudah, dan lancar.

Maka dari itu saya hanya ingin berharap pada diri sendiri saja dulu, pada pasangan, dan juga keluarga yang saya bentuk. Berharap lebih sih pada pemuda-pemuda seumur saya yang sudah menjadi orangtua agar mendidik anaknya dengan nilai yang benar, bukan nilai yang kebanyakan dianut masyarakat sekitar yang terkadang salah.

Tetapi harapan kosong pada pemerintah lambat laun mulai memudar. Mulai muncul secercah titik terang disaat satu per satu organisasi pemerintahan mulai berbenah. Mulai dari terkuaknya banyak kasus korupsi, kepolisian yang berbenah, hingga kelurahan-kelurahan yang mulai memasang tarif yang seharusnya di meja pelayanan demi mencegah pungutan-pungutan liar.

Begitupun saat BUMN semacam PLN mendeklarasikan instansinya ingin bebas dari korupsi dengan mencanangkan gerakan “PLN bersih“, no suap, no gratifikasi. Saat saya mengetahui gerakan “PLN bersih” tahun lalu melalui lomba blog yang diadakan *saat itu temanya harapanku untuk PLN*, tanpa berpikir panjang saya ikut serta demi mendukung gerakan PLN bersih itu.

lomba blog PLN 2012

lomba blog PLN 2012

Saya sangat antusias lho dengan siapapun yang terus menerus berusaha melakukan perbaikan tanpa terkecuali, termasuk PLN. Dan sebisa mungkin saya melakukan berbagai cara untuk menunjukkan dukungan itu. Maka, saat tahun ini pun PLN mengadakan lomba blog lagi, saya sangat antusias ingin berpartisipasi lagi. Bukan apa-apa, saya hanya ingin menyebarluaskan perbaikan yang ingin dan terus menerus dilakukan oleh PLN. Hitung-hitung ikut menjadi salah satu dari empat pilarnya program PLN bersih juga lah dengan berpartisipasi 😀

Iya, PLN sampai membuat empat pilar demi melangsungkan gerakan PLN bersih. Ya salah satunya adalah partisipasi itu. Pilar-pilar lainnya adalah integritas (kualitas pegawai yang semakin baik), transparansi, serta akuntabilitas (pelayanan yang semakin responsif). Bisa dilihat di tentang PLN bersih.

Miris sekali saat lomba blog tahun ini dimulai terdapat beberapa orang yang memandang sinis PLN. Mereka bilang tidak akan mau ikut dan kalau mau lombanya diikuti oleh banyak peserta, perbaiki dulu layanannya. Saya hanya heran, terlepas dari listrik yang memang masih sering mati *saya percaya, dalam hal layanan pun PLN masih terus menerus berbenah*, mengapa niat baik menyebarluaskan gerakan PLN bersih disambut dengan pemikiran negatif seperti itu?

Padahal, kalau saja mereka tahu, PLN sudah selalu melakukan inisiatif dalam upayanya melakukan gerakan PLN bersih. Seperti membuat empat pilar yang telah saya sebut, bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TII), juga menerapkan Good Corporate Governance (GCG), bahkan sampai membuat lomba blog seperti ini demi mendapatkan partisipasi dari semua masyarakat, khususnya blogger. Usaha yang sudah cukup banyak bukan?

Jadi, ayo donk kita sebagai blogger bersama-sama mendukung gerakan PLN bersih ini demi Indonesia yang bersih juga. Ya perubahan gak akan bisa berlangsung dengan cepat, diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengubah sesuatu yang tampaknya sudah mendarah daging, tidak ada yang instan istilahnya. Maka dari itu kita harus mendukung segala perubahan menuju kebaikan tersebut dengan cara kita masing-masing.

Mudah-mudahan saja gerakan semacam PLN bersih ini tidak hanya dilakukan oleh PLN saja, tapi semua BUMN dan instansi pemerintahan demi terbentuknya Indonesia yang lebih bersih lagi. Dengan begitu, saya jadi semakin optimis akan kemudahan hidup “bersih” di Indonesia nantinya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomb “Blogger Dukung PLN Bersih

Blogger Dukung PLN Bersih

Blogger Dukung PLN Bersih

Published by:
%d bloggers like this: