Category Archives: Parenting

Practice Doesn’t Make Perfect

Parenting Pribadi

“Doesn’t always” sih lebih tepatnya 🙂

Pernah gak ngerasa atau mengalami deh 1 kelas, misal kelas bahasa inggris. Ada 1 orang yang jagonya bukan main, padahal waktu yang kita habiskan di kelas sama, soal-soal yang dikerjakan pun sama, gurunya juga, tapi dia bisa jauh lebih baik dari kita. Terus kita kurang apa donk? Kurang latihankah? Iya sih kita gak tau dia gimana kalau di luar kelas, tapi setidaknya kita sudah punya waktu belajar serta tingkat latihan yang sama kan ya sama dia. Nah, ternyata waktu dan tingkat latihan itu semua gak cukup untuk bikin kita ahli di bidang yang satu itu.

Lalu kemarin saya baca artikel dengan judul menarik seperti itu, Practice doesn’t always make perfect. Penasaran, saya baca donk, berhubung judulnya itu bertentangan dengan yang selama ini saya yakini dan imani kalau practice makes prefect.

Practice doesn't always makes perfect

Photo Credit: cardsfan4ever via Compfight cc

Continue reading

Published by:

[Parenting] Toilet Training Tips

Infografis Parenting Pribadi

Lagi-lagi saya ngomongin tentang toilet training euy, hehe. Tapi tenang, kali ini bukan cerita Naia sih. Dia udah saya ceritain di sini, sini, dan sini. Udah banyak kan? huehehe 😀

Nah, berhubung Naia udah hampir 2 tahun melakukan toilet training dan sudah 1 tahun full gak pakai pospak baik di rumah maupun saat bepergian, saya jadi iseng mau bikin sedikit tips untuk melakukan toilet training ini. Semoga bermanfaat yaaa buat yang mau melakukan ini ke anaknyaa 😉

Oiya, saya bikinnya dalam bentuk gambar, liat ya 🙂

Published by:

[Parenting] Iklan Bisa Mendidik?

Parenting Review

Bisa donk, hehe. Tapiii, saya bukan ngomongin iklan yang di TV-TV itu yaaa. Saya ngomongin pengertian iklan secara umumnya. Iklan itu tampilan yang dikemas sangat menarik agar targetnya bisa mengikuti apa yang diinginkan pembuat iklan kan? *definisi saya pribadi, muahaha*. Nah, yang kita inginkan buat anak itu apa? Kita kemas saja apa yang kita inginkan tersebut dalam bentuk seperti iklan. Menurut saya pribadi sih ada beberapa jenis iklan yang bisa diterapkan buat anak. Berikut ini beberapa contohnya:

Buku

Iyes, dengan membaca *at least dibacakan ya kalau belum bisa membaca*, anak bisa paham mana baik mana buruk. Malah, kita juga bisa mengajarkan emosi dengan membaca juga. Ya misalnya saja, ada seorang anak yang sedih kehilangan ibunya. Kita yang membacakan buku juga ikutan sedih dan ngasih tau ke anak kalau kehilangan seseorang itu sedih banget.

Koleksi Buku Naia Tambah Satuu

Buku-buku Naia

Atau, saat di buku tersebut ada cerita anak yang sedang bermain tiba-tiba mainannya direbut. Saat itu si anak marah. Nah, kita kasih tau deh kalau marah itu seperti apa, dan gimana seharusnya tindakan kita saat marah tersebut. Mengajarkan kecerdasan emosi ke anak ini betul-betul penting lho! Saya mau menjelaskan pentingnya mengajarkan kecerdasan emosi ini di postingan yang berbeda ya, hehehe. 😉

Bentuk iklan lainnya apa?

Published by:

[Parenting] Bangun Tidur Mau Ngapain?

Parenting Pribadi

Bangun tidur ku terus mandi
Habis mandi kutolong Ibu
Bersihin tempat tidurnya kuuu
Tidak lupa menggosok gigi

Akhir-akhir ini Naia suka banget sama lagu “Bangun Tidur” ituh. Ya gitu deh dia nyanyinya, liriknya dibalik dan diganti sesukanya. Udah dikasih tau berulang kali “tidak lupa menggosok gigi” terlebih dulu dibanding “habis mandi kutolong Ibu”, ya teteeep aja begitu. Ya wes, sak karepmu lah ndook ndok xp

Tapi, jangan kira dia asal bernyanyi saja lho ya. Ternyata dia sudah mengerti arti nyanyian itu. Gak jarang juga begitu bangun tidur dia mau langsung bergegas ke kamar mandi. Gak jarang juga habis itu sikat gigi. Malah akhir-akhir ini dia lagi demen-demennya beresin tempat tidurnya dia. Ini berkah nyanyinya sesukanya dia dan happy yah, haha. Jadi ya masuk lah itu lagu sampai ke bagian otak paling dalem kayaknya. Makanya bisa diikutin akhirnya.

Karena itu juga, saya dan suami jadi harus pilih-pilih lagu anak yang bagus. Dan kalo bisa yang menunjang kegiatannya dia kayak itu deh. Bagus banget ya kaan, baru umur 3 tahun udah bisa bantuin emaknya beresin tempat tidur, ihihih. Ya gak tiap hari sih, tetep masih sesukanya aja.

Tapi semoga kita, saya dan suami, juga tetep  bisa ngasih contoh yang baik-baik supaya kebiasaan baiknya bisa bertahan lama dan bisa dibawa sampai gede deh <3

Published by:

Happy Me!

Parenting Pribadi

Ada masanya kita para ibu, khususnya saya sih, membutuhkan waktu untuk ber me-time agar bisa me-refresh keadaan diri dan mengeluarkan semua emosi yang terpendam. Terkadang saat bersama anak di rumah, emosi yang ada hanya “diparkir” sementara bukan benar2 dikeluarkan demi mengelola anak dengan asik dan tetap bisa berkomunikasi yang baik dengan anak.

Apakah sebegitu menguras emosi saat menghadapi anak? Terkadang iya, haha *jujur nih jujuur*. Apalagi saat2 saya PMS, wuiiih, sangat2 menguji kesabaran banget deh si Naia ini, hihi.

Untuk itu, saya sungguh bersyukur punya suami seperti Muhammad Ilman Akbar yang mau memberikan saya waktu untuk sendiri dan sangat bersedia untuk bersama Naia. Me-time saya itu terkadang dengan pergi ke luar sendirian, menjalani aktifitas yang saya sukai dan kalau bisa bermanfaat. Atau pernah saya pergi untuk belanja sendirian (ujung2nya sih beliin hadiah juga untuk suami xp). Dengan begitu saya bisa happy lagi dan siap lagi menghadapi Naia seminggu ke depan. Buat saya itu jadi me-time, buat suami dan Naia itu jadi waktu pendekatan diri (fahter & daughter’s day gituh, secara senin-jumat ketemu & mainnya kan juga cuma sebentar, hehe).

Kalau di hari biasa sih saya wajib bawa Naia ke mana2. Suami juga membolehkan banget saya pergi2 hari biasa, asaal… bawa Naia donk pastinya. Mau itu cuma ke pasar, ketemu temen, sampai ke acara2 blogger. Pokoknya hari biasa wajib Naia bareng saya 😉

Apa tiap minggu saya harus pergi sendiri? enggak juga. Saya juga suka pergi bersama suami bahkan bersama keluarga besar, family time lah. As long as it makes me refreshed, he will happy to give me some me-time. Yeay, lucky me ^_^

Because, like I always said, Happy mother raise happy kids. So, happy parenting guys! 😀

Published by:

Naia’s “Owh” moment

Keluarga Parenting Pribadi

Suatu pagi, saya sedang masak seperti biasa. Naia sudah bangun sih, untungnya papa masih belum berangkat kerja, jadi bisa menemani Naia main dulu sebentar. Tiba2 Naia menghampiri saya sambil nyolek2 dan bilang “Naia mau elus2 kepala mama”. Yaudah saya menunduk lah biar kepalanya bisa dijangkau sama dia. Sambil elus2 itu dia lalu berbisik “Naia sayang mama”. Ooowh, hati saya meleleh deh. :’)

Di lain waktu, saya lupa sih papa sedang bermain apa dengan Naia. Tapi dia tiba2 menerjang papanya lalu mencium pipinya. Papanya tersenyum sambil bilang terima kasih. Naia menjawabnya dengan “sama2”, “Naia sayang papa” *sambil ngelus2 kepala papanya*. Huaaa.. Kejadian itu bikin Papanya jadi males berangkat kerja deh, hahaha. Tapi tetep kerja kok akhirnya 😀

Oiya, kebiasaannya mengelus kepala itu sepertinya sih karena kita juga mengungkapkan rasa sayang dengan cara mengelus kepalanya. Jadi, dia pikir “sayang” itu ya kepalanya dielus. Makanya tiap kali bilang sayang ke saya atau papanya dia pasti sambil ngelus2 kepala, hihihi.

Nah, suatu waktu saya pernah nanya Naia, ceritanya nguji gitu.

Saya: Naia lebih sayang mama atau papa?
Naia: Naia ayang mama, Naia ayang papaaa…
Saya: terus Naia lebih mau main sama mama atau sama papa?
Naia: Naia mau main ama mama ama papaa, yeay *sambil tepuk tangan*

Anak kecil kok ya udah paham jawaban yang aman yak kalo ditanya hal begitu, muahaha.

Published by:
%d bloggers like this: