Category Archives: Parenting

[Parenting] Infografis Kekeliruan Komunikasi dari Seminar Elly Risman

Hihi, pernah mengikuti seminar Ibu Elly Risman Musa, S. Psi. itu menurut saya suatu keberuntungan banget. Karena seminar itu, saya jadi belajar terus gimana cara komunikasi yang enak sama Naia. Ikutan seminarnya juga udah lama sih, tapi ada yang masih terus diingat di kepala ini. Yaitu mengenai kekeliruan-kekeliruan orangtua dalam berkomunikasi dengan anak.

Ringkasan seminar itu juga sudah saya posting di blog sebetulnya. Tepatnya di postingan yang ini. Tapi karena udah lama banget, jadi udah kelewat gitu aja deh postingannya. Nah, kemarin saya dapet lagi sharing dari grup WA. Materi yang sama yang didapat dari sumber yang sama namun dari seminar yang lebih baru. Setelah saya baca, isinya sama persis. Yasudah deh saya iseng membuat infografisnya. Ini saya buat sebetunya supaya saya bisa lebih mudah mengerti dan nempel banget di kepala. Saya lebih mau membaca dengan tampilan yang kayak begini soalnya, hehe. Semoga infografis ini bermanfaat yaaa.

Yuk liat infografisnya! ^^

Published by:

Tips ini Bisa Membuat Bayikubobo Lebih Mudah!

Kid's Activity Parenting Review

Tidur buat anak itu termasuk salah satu kegiatan paling penting. Salah satu alasan pentingnya tidur itu agar anak terhindar dari tantrum atau marah berlebihan. Saya udah pernah bahas sih di postingan mencegah anak tantrum ini, kalau perut yg lapar dan rasa mengantuklah salah dua penyebab anak menjadi tantrum. Bener kan ya? Anak itu kalau udah ngantuk atau lapar, beuh, bisa jadi monster deh mereka. Mereka udah merengek2 gk jelas dan gk tau maunya apa. Mau makan kue, udah dikasih eh gk mau, nunjuk mainan. Mainan udah dikasih tetep salah juga. Kita sebagai ortu dibikin pusing kalo udah begini. Kadang malah bisa sampai emosi. Iya gk sih? Ya Alhamdulillahnya, saya kalau sudah akan emosi begitu, saya malah mulai mencari tau penyebab anak bisa seperti itu sih, bukannya malah memarahinya.

Makanya kalo udah ngeliat tanda2 Naia ngantuk, saya langsung tembak aja dan nanya ke dia “Naia ngantuk ya?”. Karena sekarang dia udah ngerti apa yg dia di rasain, dia akan mengangguk. Saat dulu dia belum ngerti, saya langsung ajak ke kamar untuk tidur dan menciptakan suasana yg nyaman dan tenang untuk tidur.

Selain untuk menjaga kondisi emosinya, tidur juga penting banget nget nget untuk perkembangan otaknya. Simak kenapanya yuk

Published by:

Naia Belajar Tanggung Jawab

Parenting

Akhir-akhir ini saya mulai mengajarkan ke Naia kalau sedang main ingin beranjak ke permainan selanjutnya, dia harus merapikan mainannya saat ini terlebih dahulu. Bukan obsesi supaya rumah rapi ya, tapi ya biar dia belajar bertanggung jawab. Pun saat dia ingin membawa sesuatu saat saya pergi. Saya memberinya tanggung jawab penuh akan apa yang dibawanya itu.

Saat weekend kemarin misalnya, dia lagi seneng-senengnya banget tidur sama Soothe & Glow Seahorse™ (sekarang dinamakan kula oleh kami, hihi) yang didapet dari Fisher-Price waktu itu, jadilah saat ingin menginap di rumah eyang atau utinya dia selalu ingin membawanya. Yasudah, saya ijinkan asal dia ingat untuk membawa pulang kembali. Di rumah utinya si Kula jadi ketemu sama saudaranya deh, hahaha. Alhamdulillah sebelum pulang dia ingat sekali apa yang dibawanya saat itu. Dia mencari2 dimana si kula berada. Sebelumnya saat dia lagi seneng banget main puzzle juga gitu. Puzzle-nya dibawaa terus sampai kemanapun. Sampai sekarang juga masih sih. Kalau saya sedang ingin mengajaknya ke acara yang saya nikmati ya dia membawa puzzle-nya untuk dimainkan agar tidak bosan.

Kula dan Saudara di rumah Uti

Kula dan Saudara di rumah Uti

Nah, tapi di rumah masih belum bisa merapikan mainannya, gimana donk?

Published by:

[Parenting] Kebiasaan Buruk 15: Gengsi untuk Menyapa

Kid's Activity Parenting

Waktu remaja pernah gak sih berselisih faham sama orang tua? Terus kalau sudah begitu, hubungan kalian gimana?

Saya sih Alhamdulillah gak pernah dulu, tapi lumayan sering ngeliat yang kayak gini, kakak saya kayanya pernah deh. Nah, keadaan begitu harusnya sih gak boleh lama-lama ya. Ya tau sendiri kan kalo sebel-sebelan sama orang itu jadi gimana? Hubungannya akan renggang. Gak heran kalau lihat banyak yang sudah dewasa pun agak gimana-gimana gitu sama orangtuanya. 🙁

Ternyata sebagai orang tua, kita jangan gengsi untuk menyapa duluan. Malah, kita bisa jadi contoh buat mereka kelak kalau bisa jadi orang yang mau memperbaiki hubungan serta gak segan untuk minta maaf kalau salah.

Eh, tapi gak harus nunggu remaja kok, simak deh cerita saya sama Naia ini

Published by:

Project Sunlight Demi Masa Depan yang Sehat

Parenting Pribadi

“Ma, atel ma”, kata Naia suatu petang.
“Gatel apanya?”
“Inii” *sambil nungging nunjuk daerah anus.
“Coba sini mama cek”
Setelah ngecek gak ada apa-apa. “Coba mama kasih bedak ya supaya gak gatel lagi”
“Yaa”

—Malam harinya—

“Atiiitt”, kata Naia sebelum beranjak tidur. Kali ini dia menunjuk2 bagian anus ke depan mendekati vagina dan terlihat sangat kesakitan.
“Coba sini buka celananya, mama cek”

Dan, jeng jeeeng… Begitu kagetnya saya saat mendapati ada 2 cacing kecil sedang berjalan menuju vagina. Salah satunya malah sudah berada di mulut vagina, itulah yang membuat Naia sangat kesakitan. Setelah browsing sebentar baru saya ketahui itu adalah cacing kremi, hiiy. Pantas saja saat petang hari dia merasa gatal di sekitar anus, mungkin saat itu cacing-cacingnya menetas dan siap melancarkan aksinya yang lain.

Saat itu saya betul-betul shock, panik, dan speachless mengetahui kenyataan kalau Naia cacingan! huaaa. Malu pada suami, malu pada diri sendiri, terlebih lagi malu pada Allah karena tidak bisa menjaga amanahNya ini. Seketika itu juga saya berpikir kenapa Naia bisa cacingan.

Kenapa Naia bisa cacingan?

Published by:

Pilih-pilih Pujian ke Anak

Hobi Parenting

Kemarin saya dikagetkan dengan salah satu tulisan di mommiesdaily yang berjudul “Jangan Memuji Anak” dan ditulis oleh mbak Lita. Dibuat penasaran dengan judulnya yang cukup anti mainstream, dimana semua orangtua ramai-ramai justru ingin banyak-banyak memuji anak, saya akhirnya membacanya sampai akhir.

Setelah membaca dan paham akan alasannya, saya jadi teringat dengan artikel “Why I’ll never tell my son he’s smart” dan video TEDx yang pernah saya tonton mengenai growth vs fixed mindset. Video TEDx berdurasi 11 menit itu cukup membuka mata saya akan adanya perbedaan yang menonjol tentang seorang yang sukses dengan yang tidak. Perbedaan tersebut ada pada pikiran bawah sadar mereka. Orang-orang sukses kebanyakan cenderung memiliki growth mindset. Sebaliknya, orang-orang yang biasa saja sepintar apapun dia cenderung memiliki fixed mindset.

Lalu apa itu growth dan fixed mindset?

Published by:
%d bloggers like this: