Category Archives: Parenting

[Parenting] Cegah Kekerasan Seksual dengan Sex Education

Keluarga Parenting

Masih ingat dengan kasus kekerasan seksual yang terjadi di salah satu sekolah bertaraf internasional di Jakarta? Tentunya masih ya, lha wong belum lama ini kok kasusnya terjadi. Media massa ramai sekali memberitakannya.

Belum lagi ada kasus Emon, yang telah melakukan kejahatan seksual pada lebih dari 100 orang anak. Sampai-sampai kasus kekerasan seksual pada anak (KSA) ini menjadi sorotan tersendiri bagi para agamawan. Bahkan para ulama menghimbau agar pendidikan agama harus lebih intensif lagi agar tercipta manusia yang lebih tinggi kualitas keimanannya. Harapannya, dengan keimanan dan ketaqwaan yang tinggi, maka kasus-kasus serupa dapat dihindari dan dikurangi.

Memang betul kalau pelaku kasus seperti ini sangat erat kaitannya dengan agama seperti telah dijelaskan oleh salah satu member KEB, Ida Nur Laila, dalam file kampanye #KEBAgentOfChange yang berjudul “Kekerasan Seksual Thd Anak Lawan dg Pengetahuan“. Oleh karena itu, kita memang harus menanamkan keimanan yang kuat pada anak kita agar terhindar dari kekerasan seksual ini, baik terhindar dari menjadi korban maupun terhindar dari menjadi pelaku itu sendiri.

KEB Agent of Change - File PDF

KEB Agent of Change – File PDF

Tapi, bukankah agama juga erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan? Jadi yang sebaiknya kita lakukan adalah…

Published by:

[Parenting] Kebiasaan Buruk 14: Marah yang Berlebihan

Parenting Pribadi

Pernah membaca cerita kemarahan ayah yang mengakibatkan tangan anak sampai diamputasi?

Cerita itu mengisahkan anak 3,5 tahun yang ditinggal kerja oleh kedua orangtuanya dan ditinggalkan hanya dengan ART di rumah. Namun, karena ART sibuk dengan urusan rumah, ia jadi tidak bisa selalu mengawasi anak itu bermain. Nah, saat sedang bermain itu, si anak menemukan paku berkarat dan berpikir bisa berkreasi dengan paku tersebut, dimulai dari lantai garasi sampai mobil baru kedua orangtuanya. Saat pulang kerja, ayahnya yang melihat mobil barunya penuh coretan yang tidak mudah dihilangkan tersebut sangat murka dan memukuli si anak dengan ranting yang diambil dari pohon di depan rumahnya. Setelah pelampiasan marah yang berlebihan tersebut terpuaskan, giliran si anak sangat kesakitan dengan luka-luka yang dihasilkan. Bahkan sampai demam berhari-hari. Sampai akhirnya saat dibawa ke dokter, tangan tersebut sudah sangat parah keadaannya karena sudah terinfeksi sedemikian hebatnya sehingga harus diamputasi. Si ayah sangat terpukul dengan keputusan itu dan sangat menyesal dengan tindakannya saat marah lalu. Tapi apa daya, tangan anaknya tidak akan bisa kembali seperti semula. T_T

child_

Image by DAVIDKNOX from Freeimages.com

Saya membaca kisah tersebut sudah agak lama, namun sampai sekarang rasanya masih saja terbayang akan rasa sakit dan menyesalnya si ayah karena pelampiasan amarah yang berlebihan saat itu. Rasa-rasanya memang kisah itu merupakan contoh yang sangat ekstrim dan merasa kita tidak akan sampai sebegitunya ya. Tapi, begitulah, marah yang berlebihan bisa menyebabkan hal buruk lainnya. Mungkin, kalaupun pukulan si ayah tadi tidak sampai membuat tangannya diamputasi, tetap saja perlakuan ayahnya akan terus membekas di hati sang anak dan akan diingatnya seumur hidup. Sungguh, setiap pukulan atau setiap bentakan yang kita arahkan ke anak kita akan membekas di hatinya dan membuat keadaan emosinya menjadi tidak stabil juga.

Tidak percaya? Coba deh buktikan sendiri.

Published by:

Naia Lulus Toilet Training

Keluarga Parenting

Setelah 1 tahun toilet training, akhirnya Naia lulus juga, hehe.

Alhamdulillah sekarang Naia sudah paham dan ngerti kalau mau BAB atau BAK bilang mama atau papanya dan ke kamar mandi. Malah sekarang BABnya maunya di WC yang sama kayak mama-papanya. Padahal dia udah dibeliin WC sendiri -_-

Toilet Naia

Toilet Naia

Untuk pipis sih sebenernya sudah terbiasa dari kapan tau, yaah, kira-kira 2-3 minggu dari mulai toilet training dia sudah bisa bilang kalau mau pipis dan pipis di kamar mandi. Nah, pup ini yang sampai 2 minggu atau 3 minggu yang lalu masih saja di celana.

Tapi pipis yang sudah bisa bilang itupun masih sering “kecolongan” sih. Terkadang, di saat saya yang sedang PMS atau emosinya sedang tidak stabil, Naia ngompol.

Emang ngaruh gitu emosi kita ke anak?

Published by:

Petualangan Mandi Naia

Kid's Activity Parenting Pribadi

Naia itu sekarang kalau mandi gak bisa gak bawa mainan, hihi.

Jadi, sejak umur Naia 18 bulanan, dia sudah agak susah untuk diajak mandi. Entah yang meledek, lari-larian, sampai pura-pura tidur lagi. Iyaa, pura-pura tiduuur. Dia suka pura-pura merem kalau kita bilang “Naia mandi yuk” -_-

Karena itulah saya harus lebih pintar lagi dalam membujuknya mandi. Kenapa saya sebut petualangan mandi? Karena dalam hal membawa mainannya, dia seperti sedang berpetualang untuk mencari cara yang paling pas untuk menemaninya mandi. Entah ya apa imajinasinya sampai dia membawa mainan tertentu. Tapi mainan yang sama bisa bertahan sampai beberapa waktu tertentu. Dan membujuknya mandi akan sangat mudah saat Naia masih dalam rentang waktu menyukai mainan tertentu itu. Kalau sudah bosan, saya dan suami harus mencari cara lagi agar mandinya lebih mengasyikkan dari sebelumnya. Malah kalau bisa, selain mengasyikkan, dia juga belajar sesuatu 😀

Mengapung dan tenggelam

Iyes, saat Naia awal-awal susah diajak mandi, dia lagi seneng-senengnya masukin batu-batu kecil ke got. Saya memberitahunya kalau itu namanya tenggelam, dan dia suka sekali dengan hal itu.

Berhubung di rumah ada mobil-mobilan terbuat dari plastik, saya pergunakanlah mainannya itu untuk membujuknya mandi. Caranya gimana? Berhubung Naia sedang sangat menggemari permainan tenggelam tadi, saya bilang ke dia “Mobil-mobilan ini kalau dicemplungin ke air tenggelam atau mengapung yaaa?” Mukanya langsung terlihat berubah menjadi lebih excited dan ia segera berlari ke kamar mandi. Yes, berhasil!

Oiya, dia tidak sekedar melempar-lemparkan mobil-mobilan ini ke air

Published by:

Naia Ngepel

Keluarga Parenting

Kejadian ini berlangsung kemarin 😀

Naia, 26m. Saat tau saya mau ngepel rumah, dia jalan ke rak buku dan berinisiatif ngambil buku mewarnai lengkap dengan crayonnya. Daaan, dengan tenangnya dia mewarnai di kasur sampai saya selesai ngepel rumah. Subhanallah yah.

Tapi begitu saya mau ngepel teras, dia lalu lari keluar dan ngomong “Naia”. Maksudnyah Naia aja gitu yang ngepel, berhubung dia sebelumnya juga udah pernah 2x saya biarkan mengepel teras yang sebelumnya sudah dipel. Akhirnya begitu saya selesai ngepel teras, saya kasih deh pel yang bergagang itu ke dia.

Rasanya gimanaa gitu  ya melihat anak dengan bangganya bilang “ciih, antai, pel” -> artinya bersiiih lantainyaaa udah dipel. Saya tanya siapa yang ngepel dan dia jawab lagi dengan bangga “Naia”. Wahaha

Haha, sampai gede ya nak begitu, lumayan nanti ngurang-ngurangin kerjaan emaknya XP

Published by:

Brain Child

Parenting Review

brainchild

image credits

Judul: Brain Child – Cara Pintar Membuat Anak Menjadi Pintar
Karangan: Tony Buzan
Tahun: 2003
Rating: 4/5

Preview

Tahukah anda jumlah sel otak anak saat dilahirkan mencapai 166 kali lipat jumlah seluruh manusia yang saat ini tinggal di planet kita? Jumlahnya yang juta-jutaan itu membuat kemampuan otak anak sungguh tak terbatas. Tetapi, kemampuan tersebut harus diasah, dirangsang, dan diberi lingkungan yang tepat agar bisa digunakan secara maksimal.

Ini adalah buku petunjuk bagi para orangtua untuk membimbing anak agar mereka memanfaatkan setiap sel otaknya secara optimal. Di dalamnya terdapat cara-cara untuk:

  • Menggali potensi otak anak
  • Membesarkan anak agar menjadi pribadi yang bahagia dan percaya diri
  • Melatih kecerdasan majemuk anak
  • Berbagi keceriaan bersama anak dengan menggunakan permainan memori, keterampilan berhitung, dan Mind Map berwarna

Melalui buku ini, Tony Buzan mengajak Anda menempuh sebuah perjalanan mengasyikkan untuk menyusuri seluk beluk otak anak dan memunculkan kegeniusannya yang selama ini terpendam.

***

Buku ini sudah saya baca sejak saya lahiran. Untuk mengisi waktu di rumah gitu selain mengurus Naia, hehe.

Buku ini membahas semua hal mengenai

Published by:
%d bloggers like this: