Category Archives: Pribadi

Arti Tolong, Terima Kasih, dan Maaf

Keluarga Pribadi

Buat saya kata tolong, terima kasih, dan maaf itu sangat penting. Iya donk penting, gimana enggak? Itu semua menunjukkan kalau kita menghargai orang lain. Setidaknya orang yang merasa sendirian akan merasa dirinya dianggap dan bermanfaat oleh orang lain dengan kata sederhana seperti itu.

Apalagi dalam komunikasi sebagai pasangan. 3 kata itu benar-benar harus sering ada.

Kata tolong contohnya. Walaupun kita hanya butuh ~misalnya~ diambilkan minum oleh pasangan disaat kita sendiri sedang repot, kata tolong tetap harus ada. Pasangan akan merasa dibutuhkan dengan kata tolong ini. Setiap orang senang merasa dibutuhkan kan? Saya sih begitu, hehe.

Terima kasih diucapkan ketika melihat pasangan melakukan sesuatu, baik untuk diri kita, rumah, atau anak. Ah, rasanya setiap kali saya capek, dapet ucapan terima kasih dari suami tuh salah satu cara yang bisa menghilangkan rasa capeknya. Setidaknya berpikir kalau tidak capek yaa, walaupun badan tetap terasa capek. Badan capek ya dihilangkannya dengan istirahat 😛

Terima Kasih

Terima Kasih

Gak mesti hal besar ko yang dilakukan. Kemarin saya habis mencuci semua pakaian kotor kami ~hal yang memang biasa dilakukan kan?~ dan setelah semua selesai, dapat ucapan terima kasih dari suami. Enggak, gak spesial sih, tapi kata “terima kasih” itu benar-benar bisa menghangatkan hati saya, hehehe.

Untuk kata maaf, setiap ada ucapan atau tindakan ~walaupun kecil juga~ yang menyebabkan pasangan jadi sedikit “gak enak” (kalo udah kesal sih ya berarti tindakan/ ucapannya sudah keterlaluan :D) gak usah gengsi untuk bilang maaf.

Maaf

Maaf

Yaa, pasangan benar-benar merasa dihargai dan dimengerti dengan ucapan maaf itu. Walaupun belum tentu kita yang salah atau pasangan yang salah, kata maaf diucapkan untuk mengembalikan keadaan. Ketika keadaan kembali membaik, baru deh berpikir kembali atau cerita atau beri penjelasan secara baik-baik mengenai keadaan sebelumnya. Dengan cerita itu kita bisa tau tindakan atau ucapan yang mana yang membuat keadaan sebelumnya menjadi “gak enak” 😀

Tapi jangan kebanyakan minta maaf juga ya, nanti jadi kaya mpok minah deh *ada yang inget gak yaa, mpok minah di bajaj bajuri* 😛

Oh iya, keadaan “gak enak” seperti itu juga penting untuk diceritain. Karenaa, biar perasaan itu tidak terpendam, menumpuk, dan lama-lama malah jadi bom waktu. Jadi, setiap ada perasaan “gak enak” seperti itu benar-benar jangan gengsi untuk saling minta maaf dan jangan segan untuk membicarakannya kembali ~pastinya secara baik-baik~.

Dalam berkeluarga, penting banget membiasakan ketiga kata ini biar semua anggota keluarga bisa saling menghargai, merasa dibutuhkan, dan merasa dimengerti ;). InsyaAllah saya akan membangun kebiasaan ini dalam keluarga kami.

Ah, saya sama sekali bukan yang paling mengerti akan arti ucapan tolong, terima kasih, dan maaf ini. Ini benar-benar murni pengalaman sendiri saja 😀

Published by:

Kaos Keren!

Hobi Pribadi

Ini postingan jualan sebenernya, hihi. Iya, jualan, jualannya anakui.com.

Suami iseng-iseng mau jualin kaos di anakui.com, nah saya diberdayakan deh buat melayani pesanan-pesanan kaosnya itu, hehe. Kaosnya keren loh! ~iyalah, namanya juga penjual, pasti bilang kaosnya keren~ 😛 

Kaos yang dijual ini muncul dalam banyak seri, ada seri 9gag, seri couple, seri liga juga ada, liga itali, inggris, & spanyol. Nih saya kasih contoh penampakan kaosnya:

Untuk yang seri lebih lengkapnya sih udah ada di album fotonya anakui.com, silakan diklik ya linknyaa:

Kaosnya itu dari bahan cotton combed 20’s, gak tipis dan gak terlalu tebal. Terus sablonannya juga ada 2 jenis, Superwhite (menyerap ke kain) dan sablon Rubber untuk Exclusive Design. Tapi dua-duanya harganya sama, yang membedakan cuma dari stok aja, yang exclusive design stoknya terbatas 🙂 Ada foto contoh bahannya kok nih, plus sablonnya sih.

Harganya? Cuma 75 ribu ko, gak mahal kan? 😀

Published by:

Sepadankah?

Keluarga Pribadi

Capek dan segala keringat yang kita keluarkan demi mengurus anak dengan kebahagiaannya?

Baby Expressions

Sangat..!! Bahkan terlalu banyak kebahagiaan yang bisa diberikan dengan memiliki anak dan mengurusnya, melebihi rasa lelah dan capeknya.

Saya baru saja membaca 2 artikel bagus.

  1. Can I afford to be a Stay-At-Home-Mother?
  2. Mengapa kita punya anak?

Menurut saya somehow kedua artikel tersebut memiliki hubungan satu sama lainnya. Jika kita tidak tahu alasan mengapa kita punya anak, apakah kita bisa segitu repotnya memikirkan ingin menjadi SAHM (Staying At Home Mother), WAHM (Working At Home Mother), atau sebutan M-M lainnya? Tentu tidak. Yap, hal tersebut menunjukkan kalau kita benar2 telah siap memiliki anak. Bahkan jika sudah memikirkannya jauh sebelum menikah lebih bagus lagi 😀

Lalu, apakah tidak sama capek dan lelahnya bagi penyandang sebutan M-M yang banyak itu? Menurut saya apapun pilihannya minumnya teh botol s*sr* #eh, semua sebutan M itu sama lelahnya. Tapi mereka juga selalu menyadari kalau kelelahan itu akan segera sirna begitu mereka melihat anaknya yang menakjubkan.

Ketika capek dengan segala urusan rumah tangga, begitu bercanda lagi dengan anak hilanglah rasa capek itu seketika. Ketika kesal dan marah dengan suatu keadaan, melihat anak yang senyum begitu senangnya dan tertawa kita jadi ikut tertawa dan terlupakanlah rasa kesal dan marah itu. Ketika sedang “galau” ~hayah, ibu2 bisa galau juga kan? :p~, melihat anak tidur dengan tenangnya hati menjadi tentram kembali. Huah, betapa banyak kesenangan dan ketenangan yang bisa diberikan oleh anak kita, hanya cukup dipikirkan kembali, dilihat lebih dekat lagi, dan dirasakan dengan hati terbuka. Ya, hati terbuka. Ada kan ibu2 yang gak peduli dengan kebahagiaan2 kecil dari anak seperti itu dan cuma merasakan repotnya?

Ah, jadi hampir ngelantur, padahal pertanyaannya cukup singkat dan sudah terjawab. Sepadankah capek dan segala keringat yang kita keluarkan demi mengurus anak dengan kebahagiaannya?? Ternyata tidak kan? Kebahagiaan yang kita dapatkan justru sangat melebihi rasa capek dan keringat yang kita keluarkan. 😉

Published by:

Be More Grateful and You’ll Be Happy

Pribadi

There are so much beautiful things if we start to see our life deeper and think more positive. Yea, we just need a little more effort so that we can be grateful about our life and see how beautiful it is.

Being Thankful

Being Thankful

Yesterday, me, my husband, and Naia was enjoying the Sunday evening with doing some walk in our neighborhood and start to walking down the former candidate of our rented house.

There are some house which the neighbors are dominated by men. There are some house that doesn’t get any sunlight because there is a big wall right in front of the house. And there are some house that right next to the pond (just thinking when Naia start to walk, she will not be able to stop her step until she fall right to the pond :P). By looking at those, we start to think how lucky we are to get the house we live in now and we start to be more grateful.

That’s not all. Last year, my husband ever mentioned that he wanted to open some small restaurant and looking for the person who wanted to spend some money on it and the person who could running the operational. Sounds impossible for me. What is my husband do if he couldn’t spend his money and didn’t do the operational either?

But, last Friday the small restaurant called “Kedai ORI12” was officially opened. ORI12 means Oscar, Ricky, and Ilman in 2012. That is my husband’s group of S2, they are studying the master of creative business at IDS, year 2012. And yea, that restaurant belongs to my husband and his friends.

At the beginning, we do forget all of my husband’s desire to open a small restaurant like that. But after I visited those restaurant, I’ve got some flashback when my husband mentioned his desire a year ago. And guess what? After I thought back, My husband doesn’t spend some money on it and doesn’t do the operational either. Hahah, dream comes true in a year, what a luck..!

Then, what my husband do? He do the marketing and finance, heheh.

And those thought surely make us believe and make us be more grateful of Allah’s greatness. Alhamdulillaah. Now, I’m start to think how good and how meaningful my life motto is.

Happy to be grateful instead of grateful of being happy ^^

Bahagia karena bersyukur, bukan bersyukur karena bahagia ^^

You will always get what you need the most, not what you want the most.

Published by:

Renungan Diri: Perdebatan Pikiran

Pribadi

Yap, saya sering sekali mengalami perdebatan dalam pikiran saya sendiri. Perdebatan kenapa kehidupan saya begini dan kenapa begitu. Karena itu, saya jadi sering menyimpulkan kalau saya orangnya gampang sekali iri dengan orang lain, termasuk dalam hal harta.

Cukup sering saya berpikir kalau saya iri dengan teman-teman saya  yang mempunyai harta lebih melimpah dari saya. Saya merasa hal itu manusiawi, lha wong saya juga manusia, perempuan pula, yang memang mudah tergiur dengan harta duniawi. Tapi hal itu tidak semata-mata menjadikan saya menuhankan harta dunia dan terobsesi dengan kekayaan.

Oke, kehidupan rumah tangga kami jauh sekali dari yg namanya kaya raya ataupun punya harta melimpah. Rumah saja kami masih mengontrak. Tapi sungguh banyak sekali yang saya syukuri dari pernikahan kami ini (walaupun usianya baru seumur jagung).

Kalau belum menikah saya mungkin bisa punya handphone lebih bagus dari yg sekarang saya miliki, punya baju2 baru yg bagus2 juga, dan banyak hal lainnya. Tapi mungkin saya gk bisa dapet ketenangan hati dan kepercayaan diri seperti sekarang.

Merasa begitu dicintai, merasa dikagumi, disayangi, dimanja, dilindungi, dan ah banyak hal lainnya yg bisa saya dapatkan dari suami saya, termasuk rasa syukur. Dan sungguh semua inilah yg saya butuhkan. Allah memang selalu memberi apa yg dibutuhkan hambaNya bukan?

Maka sekali lagi perdebatan pikiran saya itu saya akhiri dengan

Maka nikmat tuhanmu yg mana lagi yg kau dustakan?

Dan dengan doa semoga keluarga kami selalu diberkahi, diberikan perlindungan, harta yg halal, serta keturunan yg soleh/ solehah. Aamiin..

Published by:

Newly Wed

Hobi Pribadi

Heheh, this is our pictures when we were going to bandung for honeymoon 😛

Forehead Kiss

Forehead Kiss

Actually, these pictures should be uploaded one and a half years ago instead of now, but I was ~sort of~ forgot where I put these pictures back then.

And, yesterday, when we (my husband and I) were sorting some pictures to be printed in photo album, we started to think where the honeymoon pictures are. So, we were searching it once more, in my laptop as well as my husband’s. Then, tadaaaa, we found those in my husband’s notebook 😛

Here are ~some of~ our pictures back then, and yea, both of us are blue lovers 😀

~maklum norak, namanya juga penganten baru 😛

Published by:
%d bloggers like this: