Category Archives: Pribadi

Working Home Mom

Hobi Pribadi

Apakah sekarang saya sukses? Tentu saja.!

Sekilas mengenai masa lalu *hayah*

Saya lulus dari Universitas Indonesia jurusan Ilmu Komputer pada tahun 2010 lalu. Pada waktu kuliah, saya adalah orang yang tidak begitu serius menjalani segalanya.

Kenapa begitu?

Karena saya memiliki 1 perasaan yang sangat mengganjal, yaitu tidak memiliki tujuan hidup atau impian selanjutnya :(. Ya, sejak kecil impian saya adalah bisa memasuki bangku perkuliahan di Universitas Indonesia, bahkan ada tingkatan-tingkatannya. Sejak dari SD, saya sudah berangan-angan untuk bisa masuk SMP 30 (SMP favorit di daerah saya, Jakarta Utara), SMA 13 (SMA favorit juga di daerah saya :D), serta kuliah di Universitas Indonesia ~jurusannya terserah~, hehe.

Dan, semuanya tercapai. Jadilah waktu itu saya terlalu senang hingga tidak bisa lagi memikirkan impian saya selanjutnya.

Selain itu, saya juga orang  yang kurang bisa membagi waktu. Jadi, selama kuliah pun saya tetap mengikuti kegiatan bela diri Kempo yang saya ikuti sejak SMA dan akhirnya 2-2nya keteteran, hiks.

Begitu memasuki semester terakhir dan harus memilih ingin lulus dengan jalur apa (di Fasilkom ada 3 jalur kelulusan, Tugas Akhir (TA), Student Project (SP) berkelompok, atau hanya menggenapkan SKS yang ditentukan), saya bingung. Akhirnya saya memilih untuk mengambil Tugas Akhir yang bisa dikerjakan sendiri.

Tapi sayangnya pembuatan Tugas Akhir itu berbarengan dengan diterimanya saya menjadi tim Pelatda Kempo DKI. Jadilah saya jarang sekali mengerjakan TA dan akhirnya harus diulang. Tapi, semester selanjutnya, mengulang TA tidak berpengaruh apa-apa. TA saya tetap belum selesai dan sayapun tidak terpilih menjadi salah satu atlet yang bertanding di Bali (waktu itu ada kejuaraan Indonesia open). Sediih banget waktu saya tidak terpilih itu. Tapi akhirnya saya tetap diberangkatkan ke Bali untuk mempelajari situasi kejuaraan besar. Apalagi ada kejuaraan internasional juga selain Indonesia open itu 😀

Akhirnya saya mengambil 1 semester tambahan lagi sambil bertekad untuk harus bisa lulus. Tapi kali ini saya menyerah dengan TA dan memutuskan untuk menggenapkan SKS saja sambil bekerja di perusahaan web consulting milik teman saya. Selain itu saya akhirnya mengundurkan diri dari tim Pelatda DKI. Di sini saya hanya ingin membebaskan diri dari hal-hal yang telah memberatkan sih sebenarnya. Jadi, semuanya saya lepas dan mencari lingkungan baru.

Nah, selama menjalani semester inilah saya berpikir nantinya saya ingin bisa menjadi freelancer web developer saja dan bekerja dari rumah sambil mengurus anak dengan tangan saya sendiri. Saya membayangkan betapa enaknya bekerja seperti itu 😀

Daan, di tahun 2010 akhirnya saya lulus. Tahun berikutnya, 2011, saya akhirnya menikah dengan teman saya, Ilman Akbar, salah satu pemilik usaha web consultant tempat saya bekerja itu, hehe. Oiya, sayangnya usaha web consultant itu sekarang sudah tidak ada, hiks T_T

Sekarang, setahun lebih saya telah menikah dan inilah saya, menjadi freelancer web developer dan sudah memiliki anak serta mengurusnya dengan tangan saya sendiri. Impian saya waktu itu rasanya sudah tercapai dalam waktu singkat, senangnyaaa.. (^_^)/

Yap, hal tersebut adalah kesuksesan untuk saya, bisa menjadi working home mom buat anak saya dan menjadi manajer keuangan buat keluarga saya 😀

Tapi sekarang saya sudah mempunyai impian lain lagi dan semoga saya bisa bekerja lebih keras lagi untuk menggapainya, Amiiin 😀

Published by:

Choose The One Who Loves You

Pribadi

For the girls, trust me. Choose the one who loves you, not whom you loved so much.

Because,

  • He always there for you
  • He never ever want to see you cry
  • He gives you unconditional love
  • He can make you love him more than everything
  • He always give you infinite love
  • He always try to make you happy. And trust me, he always did.
  • And, there is soo much more he can give to you, even the heaven.

”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia dan  diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah).

Heheheh, it’s my own experience. Thanks to my husband to give me so much love. Hope our love will always grow and will be last forever. Forever.

Ilman ~ Isti

Ilman ~ Isti

*there is no special ocation, I just want to write how happy I am to be Ilman Akbar‘s wife 😛

Published by:

Kangen Bacain Blog Ilmanakbar

Pribadi

Heheh, kebangun malem2 gini tiba-tiba kepikiran buat baca blog suami tentang ulang tahunnya ke 22 pada tahun 2010 dulu :p

Dan sekarang entah kenapa dia jadi sangat jarang ngeblog. Saya tiba-tiba pula kangen baca tulisan-tulisan ringannya lewat blog.

Padahal tadinya suami saya itu berkecimpung dalam hal tulis-menulis. Bahkan pernah sampai jadi penulis di Penn Olson dan freelancer advertorialnya Detik.

Ah, betapa kangennya saya dengan hobinya yang satu itu.
Ayo donk Ilmanakbar, tulis menulis lagi, setidaknya lebih rajin lagi ngeblognya. Hobi saya yang satu (ngeblog) itu kan ditularkan olehmu.

Ah, saya juga tiba-tiba jadi berharap semoga dirimu menjadi penulis besar, membuat beberapa buku yang menginspirasi, serta membangun bisnis di bidang tulis menulis. *harapan seorang istri, semoga bisa menjadi kenyataan, heheh. Amiiiin*

Padahal waktu itu saya juga ya yang memanas-manasi dirimu untuk bisa bersekolah lagi :p

Published by:

Sekedar Update

Pribadi

Hoho, sebulan sudah saya gak berceloteh di blog ini.

Sekedar update aja ah.

  1. Mudik membawa Naia naik kereta cukup sukses. Yaa karena Naia anteng Alhamdulillah, dia malah tidur terus sepanjang perjalanan. Ataupun, kalau gak tidur, ya dia ngeliat2 jalanan aja 😀

    Naia di kereta

    Naia di kereta

  2. Naia punya saudara sesusuan, kaka sepupunya sendiri, hehehe. Jadi ceritanya kaka saya sudah lahiran lagi, anaknya perempuan dan diberi nama Fazila Ghaisani Hanisah ~saya sih manggilnya Ghaisani ~. Ini sudah anak ke-2 dan mendapat masalah seperti anak pertama yaitu ASI kaka saya kering. Yang kedua ini sih masih mending, masih keluar sedikit dan masih bisa untuk menyusui, gak separah anak pertama. Pas saya main ke rumahnya, Ghaisani emang nenennya banyak, dan gak berenti2. Akhirnya saya ikut nenenin juga ~kebetulan anak saya juga perempuan, hehe~. Jadilah si Ghaisani resmi jadi saudara sesusuan sama Naia 😀 Yah, jadinya ASIP saya lumayan kepake lah. Tapi kaka saya juga gak berenti usaha buat merah dan memperbanyak produksi ASInya.
  3. Naia sudah lancar tengkurep dan muter2. Bukan gegulingan, tapi muter, haha. Belum lancar buat gegulingan dia. Balik dari tengkurep baru sesekali dan belum faseh betul. Oh, ada 1 lagi gaya favoritnya Naia yaitu gaya terbang ~tengkurep sambil lepas tangan 2~ 😛
  4. Ipad dari BCA sudah sampai. Udah dari sebulan yang lalu sih, tapi belum saya apa2in. Cerita lengkapnya bakal jadi postingan terpisah ah 😀
  5. Kunjungan lebaran ke saudara2 belum selesai. Haha, saking banyaknya saudara dari suami dan saya, ampe sekarang kita belum berhasil berkunjung ke semua saudara. Baru saudara suami yang di Semarang dan di Bandung aja yang udah kita kunjungi, saudara saya belum.
  6. Saya butuh proyekan web nih #eh. Yang ini beneran, pengen freelance bikin web lagi nih saya. Sampai sekarang sih saya maintenance aja, belum bikin yang atas nama sendiri. Buat yang baca, kalo ada yang mau bikin web, boleh donk di saya. Atau, kalo temennya yang mau bikin web, promosiin saya yaa, hehe.

Heheh, cukup deh segitu aja updatenya. Buat memenuhi hasrat saya yang lagi pengen ngeblog aja nih 😀

Published by:

Penyebab Ketuban Hijau Keruh

Kehamilan Pribadi

Berhubung waktu itu saya jadinya operasi caesar karena air ketuban saya yang sudah berwarna hijau keruh, saya jadi penasaran kenapa air ketubannya bisa berwarna seperti itu.

Awal saya cari tau, suami saya yang bertanya ke dokter kandungan saya apa yang jadi penyebab air ketuban jadi seperti itu. Dokternya jawab itu karena si bayi sudah pup di dalam perut saya. Dan kenapa si bayi sudah pup itu karena si bayi sudah stress selama masa persalinan.

Nah, ada 1 lagi yang bikin saya penasaran. Kenapa si bayi bisa sampai stress. Tapi pertanyaan suami saya berhenti sampai kenapa si bayi bisa pup di dalam itu. Alhasil kenapa si bayi sampai stress gak terjawab.

Banyak asumsi yang menyatakan kalau si bayi stress karena si ibu stress. Tadinya saya juga akhirnya jadi mikir begitu, bayi dalam kandungan saya stress karena sayanya stress.

Nah, tapi saya bingung. Saya merasa saya baik-baik aja selama kehamilan. Gak ada hal yang membuat saya stress. Hum, ada sih tapi begitu masuk bulan ke 8 udah gak ada lagi hal yang bisa membuat saya stress.

Tapi, kebetulan saya punya kakak yang sudah lama banget bekerja sebagai perawat di RS. Hermina. Saya jadi mau tanya-tanya lebih jelas sama dia.

Jadi begitu saya sampai di priuk dan punya kesempatan untuk ngobrol panjang lebar dengan kakak saya, saya tanya dan minta penjelasan lengkap deh kenapa si bayi bisa stress dan pup di dalam.

Dan dia bilang si bayi itu stress karena dia sudah terlalu lama mencari jalan untuk segera keluar. Untuk menuju ke pembukaan selanjutnya juga sudah terlalu lama.

Tapi dari penjelasan itu saya jadi bingung lagi. Kan saya merasa kontraksinya baru dari jam 4.20 senin paginya dan sudah 10 menit sekali. Nah, kata dia mungkin kontraksinya sudah lama tapi saya yang gak ngerasa itu kontraksi.

Hum, setelah saya pikir betul juga sih. Dari hari minggu pagi perut saya memang sudah terasa kencang tapinya saya yang gak ngerasa kalau itu kontraksi. ~Namanya juga baru pertama kali hamil dan baru pertama kali ngerasain apa itu kontraksi 😛

Sebenarnya sebagian besar penyebab kenapa air ketuban bisa berwarna hijau keruh itu karena usia kandungan yang terlalu lama (lebih dari 40 minggu). Tapi dalam kasus saya, dimana kandungan saya baru berusia 37 minggu, pastinya bukan karena usia kandungan yang lama kan, hehe.

Akhirnya jelas kenapa air ketuban bisa berwarna hijau keruh dalam kasus saya.

Jadi karena si bayi sudah mencari jalan keluar tapi terlalu lama pertambahan pembukaannya akhirnya si bayi jadi stress. Karena si bayi jadi stress, akhirnya dia pup di dalam. Nah, pupnya itulah yang membuat air ketuban jadi hijau keruh.

Kalau diurutkan langkahnya jadi seperti ini:

~ Bayi terlalu lama mencari jalan keluar -> bayi stress pada masa persalinan -> pup di dalam -> ketuban hijau keruh.

Yak, begitulah. Akhirnya rasa penasaran saya terpenuhi juga 😀

Published by:

Baby Blues Teratasi?

Pribadi

Belum sepenuhnya sih, tapi sekarang sudah cukup teratasi.

Jadi, banyak yang menyarankan agar saya tinggal bersama orangtua saja. Saya pun maunya begitu, sewaktu baby blues sedang parah kemarin saya kepengeeen banget pulang ke priuk.

Keinginan pulang ke priuk rasanya karena saya merasa kesepian. Di rumah priuk begitu banyak orang di rumah dan saya sudah terbiasa dengan suasana rumah yang ramai. Sedangkan di rumah mertua, saya merasa sepi 😛

Tapi saya gak enak sama mertua. Dia sudah rela mengambil cuti tahunannya agar kami (saya, suami, dan Naia) tinggal di rumahnya.

Lalu, saya disarankan oleh suami dan kaka saya agar bersabar dan menunggu sampai cutinya habis. Tapi saya merasa gak bisa bersabar.

Akhirnya sepulang kantor, suami berusaha menyenangkan saya dengan memberikan saya kejutan. Dan, cukup berhasil. Suasana hati saya sedikit lebih tenang.

Esoknya, jadwal saya kontrol ke dokter untuk buka perban. Karena jadwal dokter Shinta pada hari itu siang, jadi suami tidak bisa menemani. Akhirnya kita sepakat kalau diundur aja kontrolnya jadi hari setelahnya yang jadwal dokternya malam agar bisa ditemani suami.

Tapi, begitu suami pengen berangkat ke kantor, saya tiba2 menangis lagi. Akhirnya suami rela untuk gak masuk kantor demi menemani saya seharian itu. Nah, karena udah ijin, akhirnya kontrol ke dokter jadi di hari itu. Hari itu suasana hati sudah jauh membaik.

Esoknya lagi, suami masuk kantor tapi dia selalu mengirim kabar atau setidaknya mengobrol lewat sms agar saya tidak kesepian. Mulai hari itu akhirnya dia selalu mengirim dan mengobrol lewat sms dengan saya jika sedang di kantor.

Dan sekarang, saya engeh kalau keadaan saya jauh membaik. Dan saya baru engeh juga keadaan saya membaik sejak suami memberikan saya kejutan itu.

Akhirnya baby blues saya lumayan teratasi dengan sikap suami yang sangat pengertian itu. Terima kasih ya Ilman Akbar :*

Published by:
%d bloggers like this: