Category Archives: Pribadi

Ingin terus belajar

Pribadi

Iri mendengar cerita orang-orang hebat, orang-orang yang telah memberikan banyak manfaat dalam hidupnya, orang-orang yang tidak pernah berhenti berjuang untuk menggapai mimpinya, orang-orang yang senantiasa ingin berbagi. Iri, iri, iri. Ingin menjadi orang seperti itu juga. Saya bukan apa-apa dan belum menjadi apa-apa. Tapi sangat ingin memberikan manfaat bagi banyak orang, bagi Indonesia, bagi dunia seperti orang-orang hebat itu.

Sekarang ini benar-benar berada di halaman baru dalam hidup dan ingin belajar segalanya mulai dari nol, pelan-pelan dan pasti akan bisa menjadi sesuatu. Pasti..!!! Yang saya perlukan saat ini adalah perasaan kecemburuan terhadap orang-orang hebat ini tidak hilang agar saya terus ingin menjadi seperti mereka dan semangat saya akan terus ada agar saya bisa terus konsisten untuk terus belajar.

Mari terus belajar..!!!

Published by:

Menabung

Hobi Pribadi

Yak, hal yang sedang sangat ingin saya lakukan dan yang seharusnya saya lakukan : Menabung..!!

Sesuai dengan tekad saya untuk menjadikan diri ini lebih baik, menurut saya menabung merupakan salah satu hal yang bisa membuat diri saya lebih baik namun belum saya lakukan dan seharusnya dilakukan dari dulu. Ah, kenapa saya tidak melakukannya dari dulu ya. Yah, anggap saja saya baru mendapat hidayah akan pentingnya menabung :p

Kali ini tidak akan saya tunda lagi kapan mulai menabung. Saya menabung mulai dari bulan ini. Yap, bulan Juli. Awalnya sih rencananya akan saya mulai bulan Agustus, tapi sepertinya kalau ditunda lagi saya malah tidak akan pernah memulainya.

Published by:

Mahram

Pribadi

Hum, karena kemarin membicarakan tentang jilbab, jadi ingin membicarakan tentang mahram :p

Sebenarnya pada postingan “Little lessons in the morning” saya sudah memberikan link pada kata mahram. Link yang saya berikan tersebut telah menjelaskan apa itu mahram dan apa perbedaannya dengan muhrim, jadi silahkan dinikmati sendiri ya :p. Tapi, intinya sih untuk menyebutkan siapa-siapa saja yang haram untuk dinikahi itu adalah mahram, muhrim itu sebutan untuk orang yang ber-ihram. Di sini saya hanya akan menunjukkan siapa-siapa saja mahram bagi wanita dan bagi pria menurut Al-quran. ^_^

Bagi wanita, ada di surat An-nuur 31, sama seperti perintah berjilbab sebelumnya

Katakanlah kepada wanita yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Bagi pria, ada di surat An-nisa 23

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Subhanallah, sungguh Al-quran merupakan tuntunan hidup yang sangat lengkap ^_^

Published by:

Yang dirindukan

Pribadi

Siapa ya?

Oh, pertanyaannya bukan siapa ya? tetapi apa ya? hehe. Ada beberapa hal yang sangat saya rindukan sekarang dan rasanya ingin mengulang itu kembali :p

  1. Menginap bersama ichigo. Huhu, sudah lama sekali kami tidak melakukan ini lagi, berhubung keadaan yang juga belum membaik :(. Saya sangat merindukan kami menginap bersama dengan alasan yang mungkin tidak terlalu penting dan di rumah salah seorang dari kami, entah siapa (paling sering sih di rumah Ero, dan di rumah saya belum pernah ๐Ÿ™ ). Kami bisa saja terjaga sepanjang malam, saling bercerita atau menonton film yang belum kami tonton di dvd, atau hanya bermain (kartu, monopoli, atau abc). Memang tidak semua orang terjaga semalaman juga sih, yang paling sering tertidur paling pertama adalah gema dan yang paling sering tersisa tidak tidur adalah saya dan Popot, jadi kami terkadang bingung sendiri ingin melakukan apa lagi. Di sini kami (saya dan Popot) sering bercerita dan bahkan cerita yang belum kami ceritakan kepada yang lainnya (yang pada akhirnya diceritakan juga sih). Jadi terkadang saya orang yang pertama mengetahui cerita Popot, Popot juga orang yang pertama mengetahui cerita saya :p. Ingin sekali melakukan ini lagi, menginap di rumah entah siapa, mengobrol sepanjang malam dan bermain menghilangkan kepenatan pribadi masing-masing. Kapan ya bisa lagi? :s
  2. Berkumpul bersama kakak-kakak saya sebelum tertidur di malam hari. Ya, dulu (gak dulu banget juga sih), kami terkadang berkumpul bersama untuk membicarakan kehidupan kami masing-masing. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari mereka. Acara berkumpul ini memang tidak pernah direncanakan, it just happened. Terkadang, ketika saya pulang, mereka berempat memang sedang berkumpul, jadi saya pun ikut. Jika sudah berkumpul seperti itu, kami pun bisa lupa waktu, lupa tidur :p. Yang mungkin tadinya direncanakan akan tidur jam 11 kadang-kadang bisa diundur jadi jam 1 :(. Tapi hal itu sangat mengasikkan dan berguna bagi saya karena banyak sekali pelajaran yang bisa saya pelajari dari mereka (khususnya pelajaran hidup :p). Sekarang keadaan sangat jauh berubah. Mereka telah menikah (dan menikah dalam waktu yang sangat berdekatan), jadi saya merasa kehilangan sedikit :(. Memang sih saya tidak terlalu kehilangan juga, kakak pertama saya masih di rumah orang tua dan saya setiap hari masih sering ketemu, jadi sekarang kesempatannya juga hanya dengan dia saja saya dapat bercerita. Sangat-sangat merindukan hal ini…
  3. Bermain benteng bersama kuncung. Kuliah tahun keberapa ya kuncung sering bermain benteng. Yang jelas, saya sangat menikmati permainan ini. Bukan karena masa kecil saya yang kurang bahagia, saya justru sangat bahagia hingga ingin mengulangnya lagi dengan ikut bermain benteng kuncung ini :p. Sepertinya ini yang membuat saya sangat merindukan kuncung juga ๐Ÿ™
  4. Bermain hujan. Haha, betapa bahagianya saya waktu berlari-larian di hujan yang deras :p. Terakhir kali saya bermain hujan ini bersama kawan kempo di SMA sewaktu kelas 2 dan sedang berlatih untuk ujian kenaikan tingkat menuju sabuk hijau, waktu itu hari senin kalau tidak salah (wah, saya masih ingat sekali :p). Sewaktu ingin latihan, tiba-tiba hujan deras sekali. Awalnya kami (saya, kawan2 saya, serta sempay) meneduh di tepian kelas, tapi akhirnya saya dan kawan2 itu bermain yang menyebabkan salah satu dari kami terkena hujan, jadilah kami semua dilatih di tengah hujan deras itu :p. Sehabis latihan, sepertinya hujannya belum berhenti jadi kami lanjutkan bermain lari-larian di tengah hujan tersebut. (Betapa anak kecilnya kami :p) tapi itu sangat-sangat menyenangkan…

Missing those moments so much ๐Ÿ™

People do changed

~Sebenarnya hari ini hanya ingin menulis tentang ini saja, tapi begitu melihat twitternya pak Didin Hafidhuddin jadilah saya menulis 2 postingan hari ini :p

Published by:
%d bloggers like this: