Category Archives: Review

Play IQ: Mainnya Mereka Bukan Sekedar Main

Parenting Review

Menjadi orangtua, (terlebih orangtua baru yaa, yang baru melahirkan gituu) itu gak enak tapi enak. Lhoo, kok kontradiksi sih, hahaha. Gak enaknya sih saat menghadapi anak yang rewel atau saat kita terjaga sepanjang malam demi anak, atau saat-saat membersihkan kotorannya yaa. Tapii enaknya lebih banyaaak. Salah satunya itu kita seakan-akan punya “mainan” baru. Malah, saat anaknya sudah bisa diajak bermain, kita jadi ikutan mainan deh ama mereka. Asik kaan? Udah segede gini masiih aja mainan dan terkadang melakukan hal konyol demi anak kita ketawa dan ceria lagi, hihi.

Ya habiis, dunia mereka kan memang dunia bermain yaa? Mereka bermain bukan sekedar main sih, tapi lebih dari itu. Mereka belajar dan mengembangkan keterampilannya serta mengasah kemampuan otaknya lewat bermain. Iya, anak-anak mengembangkan dan mengasah kemampuan otaknya tidak hanya saat mereka tidur, tapi juga saat mereka bermain. Karena, aktivitas paling penting dari anak itu adalah tidur, bermain, dan mengobrol. Jadi, pastikan deh anak kita maksimal dalam ketiga aktivitas tersebut.

Aktivitas Utama Anak

Aktivitas Utama Anak

sumber gambar

Fisher-Price Play IQ Workshop

Saya jadi gak heran kalau jaman sekarang makin banyak orangtua yang sanggup memberikan waktu berkualitasnya untuk bermain sama anak. Ya demi itu tadi, demi memaksimalkan perkembangan otaknya. Malah banyak juga yang bikin mainan sendiri untuk anaknya. Saya juga pernah sih beberapa kali bikin mainan sendiri dari barang bekas, ya sambil iseng juga gitu di rumah, hehehe. Alhamdulillahnya sih dimainkan sama Naia. Tapi namanya dari barang bekas, ya umurnya juga gak lama. Paling lama itu seminggu mainannya juga udah gak dimainkan lagi, hahaha.

Tapi banyak juga kok mainan yang beli. Kebanyakan sih bukan kita sendiri yang beliin, tapi hadiah dari yangti-utinya. Tau kan ya kalo nenek-nenek itu emang sayaaang banget sama cucunya, hihihi. Jadi ya gitu deh, jarang banget kita membeli mainan untuk Naia, keseringan buku, karena kami ingin merangsang Naia agar suka membaca juga. Nah, saat saya mudik ke Semarang bareng keluarga suami, ada sepupu yang membelikan anaknya story book rhymes -semacam buku tapi ada lagu-lagunya gitu deh-. Sejak itu saya kepincut banget, pengen beliin juga buat Naia. Dasar emang saya orangnya pelupa pake banget, ya ampe sekarang gak terlaksana deh niat itu, huhuhu.

Continue reading

Published by:

Pentingnya Memanjakan Blogger

Pribadi Review

Saya ngeblog udah lama juga ya, dari tahun 2006 euy. Tapi, baru akhir-akhir ini aja, kayanya baru setahunan terakhir, ngikut acara-acara blogger yang lumayan rutin. Gak rutin juga sih, ya kalau ada event aja. Tau info event-event tersebut juga gara-gara saya masuk komunitas Emak-emak blogger. Alhamdulillah yah, makasih banyak loh KEB 😀

Biasanya sih setelah mengikuti acara tersebut saya tulis reviewnya di blog. Bukan kewajiban sih, ya hanya memenuhi rasa tanggung jawab aja. Lha brand2 atau institusi ngadain acara blogger dan ngundang blogger buat apa? Ya buat ditulis sama blogger itu kan? Biar mereka makin terkenal di dunia maya, hehehe. Jadi saya merasa bertanggung jawab aja gitu buat menulis review acara-acara tersebut. Simbiosis toh. Apalagi kalau konten acara yang dibawakan memang sesuai dengan hati saya, wah tambah merasa bertanggung jawab buat menyebarkannya lewat blog deh. Mereka udah memberi saya pengetahuan lebih serta terkadang hadiah yang cukup lumayan, saya memberi mereka nama baik di dunia maya deh 😀

Tapi dari sekian event blogger yg saya datangi itu, ada 1 hal yg saya amati, khususnya buat para brand yang emang menjadikan acara blogger begitu sebagai salah satu upaya peningkatan atau promosi diri di internet ya. Kalau ternyata:

Memanjakan blogger itu penting!

Supaya apa?

Published by:

Sabtu Bersama Bapak

Parenting Review

Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat.

Iya, sih. Tapi, mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat.

Dari dulu saya memang suka sekali untuk mengambil pelajaran dari kisah2. Bukan kisah yang berat2 seperti kisah Einstein atau ilmuwan lainnya sih *walaupun pada akhirnya tertarik juga membaca kisah hidup mereka, hehe*, novel remaja atau kumpulan cerpen saja sudah cukup. Karena jujur saja, waktu saya remaja, saya mendapat banyak pelajaran dari cerpennya Asma Nadia. Pelajaran bagaimana menghargai orang, pelajaran mengenai islam lebih lanjut, dan masih banyak pelajaran lainnya. Karena ini pula saya suka banget sama “Teka-teki Terakhir“nya Annisa Ihsani yang sarat akan ilmu Matematika.

Berhubung saya udah punya anak, saya lalu jadi concern banget sama segala sesuatu yang berbau parenting atau pengasuhan. Sejak Naia lahir, semangat saya jadi sangat terpacu untuk mempelajari segala hal mengenai pengasuhan, baik dari internet maupun membeli buku2 fisiknya. Saya sampai ikut gabung di milis parenting, subscribe di website parenting juga, sampai mengikuti webinar *seminar melalui web* terkait gaya pengasuhan yang sesuai. Nah, hal yang menarik adalah: saya belum menemukan topik parenting ini dibahas dan dijadikan tema utama dalam sebuah novel. Ingat ya, belum. Belumnya saya bukan berarti bukunya memang belum ada, mungkin ada hanya saya saja yang belum menemuinya. Karena itulah saya bertekad mau menulis sebuah cerita dengan tema utamanya pengasuhan tadi.

Lalu tetiba semalam saya mendapati buku ini di kamar adik ipar. Dan secara tidak sengaja, sambil ngelonin Naia, saya membacanya iseng saja. Tidak disangka, buku ini sangat bagus dan saya jadi menunda waktu tidur saya demi menyelesaikan membacanya. Buku ini bisa dibilang merupakan buku “impian” saya *lebay yah? Emang! hehe*. Saya bisa belajar lebih banyak mengenai hal yang saya ingin tahu dengan membaca kisah seperti ini. Alhamdulillah sudah ada yang bikin. Berikutnya saya juga mau lho bikin novel kaya gini, saya masukkan dalam salah satu capaian saya malah. Semoga terwujud suatu hari nanti. Aamiin *ayo amini yang keras sodara2 😀

*****
Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Karangan: Adhitya Mulia
Tahun: 2014
Penerbit: Gagas Media
Rating: 4/5

Preview

Published by:

Kenapa Perbaikan Jalur Pantura Tidak Pernah Selesai?

Review

Sebetulnya waktu di bulan puasa kemarin, tepatnya tanggal 17 Juli 2014 saya kebetulan menghadiri acara dari kementrian PU berupa launching website untuk mengawal para mudikers pulang ke kampung masing-masing. Website-nya menarik, walaupun punya kementrian, webnya gak kaku. Yaa biasanya apa sih yang kita harapkan dari jajaran pejabat? hihihi. Tapi kali ini sungguh di luar ekspektasi lho.

Ayo Mudik 1

Ayo Mudik 1

Kalau mau lihat dan nyobain langsung webnya, coba ke ayomudik.com saja, seriusan keren!

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri PU, Joko Kirmanto, lho.

Published by:

My Annual Project

Hobi Keluarga Review

Seperti telah saya ceritakan di sini, saya punya proyek tahunan berupa membuat album foto. Album foto tersebut melambangkan umur pernikahan saya dan suami. Dan yap, jumlah album foto tersebut nantinya sesuai dengan umur pernikahan kita, hihi. Iya, memang proyek yang iseng banget, tapi saya memang suka banget memotret dan mencetaknya. Rasanya ada yang kurang saja kalau foto-foto yang kita hasilkan hanya “ngejogrog” di laptop atau komputer. Suatu saat, bukan tidak mungkin kan seluruh file-file foto kita menghilang. Emang itu worst case-nya sih, tapi yaa intinya saya memang suka melihat-lihat foto momen-momen tertentu, terlebih saat beberapa tahun nanti kita melihatnya kembali. Foto-foto tersebut akan membawa ingatan dan memori kita ke saat momen dalam foto itu terjadi. Dan itu rasanya menyenangkan aja, brings back memory gitu deh, hihihi.

Dan, setelah 1 tahun lebih saya punya “hutang” karena belum menyelesaikan album yang kedua, akhirnya sekarang sudah selesai, bahkan sampai album foto yang ketiga pun sudah saya selesaikan, horray! (^^)/

Sebetulnya sih album foto yang ketiga malah jadi semacam

Published by:

Pure It Menghasilkan Air Layak Dikonsumsi

Lomba Blog Review

Dulu, saat galon belum setenar sekarang, keluarga saya itu kalau minum selalu dari air keran yang dimasak. Jadi, dari kecil yang terpatri dalam otak saya air yang layak diminum adalah air yang sudah dimasak terlebih dahulu.

Masak Air

Masak Air

Image credits

Tetiba saat menonton film, film orang “bule” dulu mah bilangnya, saya melihat orang-orang itu minum langsung saja dari air keran tanpa memasaknya terlebih dahulu. Saya mikir, orang-orang itu gak mementingkan kesehatan banget yak, masa air kotor begitu bisa langsung diminum sih? Tapi, ternyata saya salah. Air yang mengalir melalui keran-keran di lingkungan itu *saya betul2 lupa itu negara apa* ya sudah merupakan air layak minum.

Air Layak Dikonsumsi

Etapi air layak minum atau layak dikonsumsi itu sebenernya yang kaya gimana sih? Nah, standar air minum layak dikonsumsi di Indonesia itu merupakan standar yang berdasarkan pada Permenkes no. 492/ MENKES/ PES/ IV/ 2010 dan sama seperti yang digunakan oleh WHO. Intinya sih, harus memenuhi persyaratan fisik, mikrobiologis, kimiawi, dan radioaktif.

Syarat lengkapnya air layak dikonsumsi itu apa donk?

Published by:
%d bloggers like this: