Category Archives: Review

Kenapa Perbaikan Jalur Pantura Tidak Pernah Selesai?

Review

Sebetulnya waktu di bulan puasa kemarin, tepatnya tanggal 17 Juli 2014 saya kebetulan menghadiri acara dari kementrian PU berupa launching website untuk mengawal para mudikers pulang ke kampung masing-masing. Website-nya menarik, walaupun punya kementrian, webnya gak kaku. Yaa biasanya apa sih yang kita harapkan dari jajaran pejabat? hihihi. Tapi kali ini sungguh di luar ekspektasi lho.

Ayo Mudik 1

Ayo Mudik 1

Kalau mau lihat dan nyobain langsung webnya, coba ke ayomudik.com saja, seriusan keren!

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri PU, Joko Kirmanto, lho.

Published by:

My Annual Project

Hobi Keluarga Review

Seperti telah saya ceritakan di sini, saya punya proyek tahunan berupa membuat album foto. Album foto tersebut melambangkan umur pernikahan saya dan suami. Dan yap, jumlah album foto tersebut nantinya sesuai dengan umur pernikahan kita, hihi. Iya, memang proyek yang iseng banget, tapi saya memang suka banget memotret dan mencetaknya. Rasanya ada yang kurang saja kalau foto-foto yang kita hasilkan hanya “ngejogrog” di laptop atau komputer. Suatu saat, bukan tidak mungkin kan seluruh file-file foto kita menghilang. Emang itu worst case-nya sih, tapi yaa intinya saya memang suka melihat-lihat foto momen-momen tertentu, terlebih saat beberapa tahun nanti kita melihatnya kembali. Foto-foto tersebut akan membawa ingatan dan memori kita ke saat momen dalam foto itu terjadi. Dan itu rasanya menyenangkan aja, brings back memory gitu deh, hihihi.

Dan, setelah 1 tahun lebih saya punya “hutang” karena belum menyelesaikan album yang kedua, akhirnya sekarang sudah selesai, bahkan sampai album foto yang ketiga pun sudah saya selesaikan, horray! (^^)/

Sebetulnya sih album foto yang ketiga malah jadi semacam

Published by:

Pure It Menghasilkan Air Layak Dikonsumsi

Lomba Blog Review

Dulu, saat galon belum setenar sekarang, keluarga saya itu kalau minum selalu dari air keran yang dimasak. Jadi, dari kecil yang terpatri dalam otak saya air yang layak diminum adalah air yang sudah dimasak terlebih dahulu.

Masak Air

Masak Air

Image credits

Tetiba saat menonton film, film orang “bule” dulu mah bilangnya, saya melihat orang-orang itu minum langsung saja dari air keran tanpa memasaknya terlebih dahulu. Saya mikir, orang-orang itu gak mementingkan kesehatan banget yak, masa air kotor begitu bisa langsung diminum sih? Tapi, ternyata saya salah. Air yang mengalir melalui keran-keran di lingkungan itu *saya betul2 lupa itu negara apa* ya sudah merupakan air layak minum.

Air Layak Dikonsumsi

Etapi air layak minum atau layak dikonsumsi itu sebenernya yang kaya gimana sih? Nah, standar air minum layak dikonsumsi di Indonesia itu merupakan standar yang berdasarkan pada Permenkes no. 492/ MENKES/ PES/ IV/ 2010 dan sama seperti yang digunakan oleh WHO. Intinya sih, harus memenuhi persyaratan fisik, mikrobiologis, kimiawi, dan radioaktif.

Syarat lengkapnya air layak dikonsumsi itu apa donk?

Published by:

Pantaskah Kita Mencintai Ibu?

Keluarga Lomba Blog Review

Bentuk Cinta Ibu

Pernah menonton film korea berjudul “Hello Ghost?“. Film itu bercerita mengenai seseorang yang mengalami amnesia, hidup seorang diri, dan hanya ditemani oleh 4 sosok hantu yg mengikutinya kemanapun. Di akhir cerita, barulah ia sadar dan teringat bahwa keempat hantu tersebut ternyata adalah keluarganya. Ia baru ingat kalau dalam suatu kecelakaan yang membuatnya amnesia itu, semua keluarganya meninggal dan hanya ia yg tersisa untuk hidup di dunia ini. Ia masih hidup sampai saat itu tidak lain tidak bukan adalah berkat jasa ibunya yg melindungi dengan mendekapnya saat terjadi kecelakaan tersebut.

Hello Ghost

image credits

Kisah yg sama juga pernah kita dapati pada kejadian seorang ibu di Cina yg melindungi anaknya saat terjadi gempa. Saat itu, ia bahkan tidak peduli nantinya ia akan selamat atau tidak. Yg terpenting baginya adalah anaknya masih tetap bisa hidup dan masih bisa menikmati dunia. Pertaruhan hidup dan mati sekali lagi selain saat melahirkannya dahulu.

Baca selengkapnya…

Published by:

Bersyukur

Pribadi Review

Konon katanya bersyukur itu adalah menerima keadaan yang sekarang tanpa banyak menuntut. Apa iya sesederhana itu? Apa iya kita semua pasti bisa benar-benar memahami dan menjalani rasa syukur ini segenap hati?

Beberapa waktu lalu saya baru saja menonton ulang serial Nodame Cantabille, serial Jepang yang bercerita mengenai Nodame dan Chiaki yang mengejar mimpinya masing-masing dalam bidang musik sampai ke Eropa. Chiaki ingin menjadi Conductor profesional, Nodame ingin menjadi pemain piano dalam orkestra yang dipimpin Chiaki.

Yang menarik adalah, Chiaki sejak kecil sudah memiliki ‘guru’ dalam bidang memimpin orkestra tadi di Eropa bernama Vieira dan berjanji begitu dewasa akan kembali untuk berguru dengannya. Tapi karena suatu kecelakaan pesawat yang membuat Chiaki trauma, dia jadi tidak yakin dan tidak bisa kembali ke Eropa.

Di episode pertama, Chiaki sangat putus asa karena mimpinya sejak kecil tidak bisa ia capai. Keinginan untuk berguru lagi pada Vieira sensei dan menjadi conductor profesional rasanya sudah jauh sekali dengan keadaan yang sekarang. Apalagi sekarang, dia bukan berada di jurusan conducting tapi justru nyasar ke jurusan piano. Walaupun permainan pianonya sangat baik, bahkan menjuarai kompetisi, tetap tidak menjadikannya puas. Bahkan, ia tidak hanya menguasai alat musik piano, biola pun sangat fasih ia mainkan. Tapi, karena bukan 2 hal itu yang ia tuju, ia tetap tidak menjadi apa-apa. Ia tetap menjadi Chiaki, seorang murid sekolah musik biasa. Dengan talenta yang luar biasa padahal.

Sejak bertemu dengan Nodame,

Published by:

Tetangga Masa Gitu di Net TV

Hobi Review

Kalau beberapa bulan lalu saya sudah membicarakan acara-acara favorit saya yang ada di Net TV, sekarang acaranya nambah lagi, hihi. Yaa, berhubung acara ini juga baru muncul sih, sekarang malah baru sampe episode 28 dan tayang setiap hari Sabtu-Minggu jam 18.30 malam. Sudah tau serial apa? Yaa, dari judul juga udah tau kalii XP

Iyes, “Tetangga Masa Gitu?”. Ini serial lucu deh. Gak komedi-komedi banget sih, tapi cukup menghibur. Menghibur saya dan suami sih khususnya. Nah, suami tadinya gak aware tiap kali saya ngomongin ini. Tapi, 2 minggu terakhir malah dia yang keranjingan nonton. Terlebih karena ada si Chelsea Islannya -_- Etapi dia emang lucu imut gitu sih, haha.

Tersebutlah ada dua pasangan suami istri tetanggaan. Yang satu baru saja menikah, yaa mungkin 1 bulanan laah. Yang lainnya sudah 10 tahun menikah. Yang lucu adalah, si Adi (suami dari pasangan 10 tahun menikah) ini sering belajar bagaimana caranya bersikap romantis pada Bastian (si suami dari pasangan baru menikah).

Nah, berhubung kita gak ada TV, kita jadinya nonton dari YouTube deh, hihihi. Di situ ada channelnya tersendiri, lengkap loh dari episode 1. Jadi, sekarang saya dan suami kalo mau menghabiskan waktu santai yang tidak begitu lama, tinggal nonton Tetangga Masa Gitu aja, hihi.

Btw, ada playlist YouTube-nya juga lho:

Sebenernya ada 1 lagi sih serial yang lucu. Judulnya “Keluarga Masa Kini”. Kalau yang ini menceritakan keluarga yang unik gitu deh. Walaupun sama-sama lucu, tapi saya gak bisa bercerita banyak, karena jarang-jarang nonton ini, lebih kepincut sama Tetangga Masa Gitu soalnya, hehe.

Makin demen deh mantengin Net TV kalo begini, hihi.

 

Published by:
%d bloggers like this: