Momopururu » Blog Archives

Tag Archives: tujuan finansial

Keluarga Lomba Blog

Bijak Merencanakan Masa Depan

Memang yah setiap keluarga punya pengaturan keuangan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki penghasilan hanya 4,5 juta saja tapi sudah mampu membeli kendaraan bahkan rumah (sebut saja keluarga A). Tapi ada juga yang memiliki penghasilan 9 juta per bulan masih saja belum mampu membeli rumah bahkan dengan mencicil (yang ini yaa keluarga B lah yaa :P). Apa yang membedakan keduanya? Salah duanya sih jelas gaya hidup dan kebutuhan yang dimiliki. Keluarga B punya kebutuhan lebih banyak dengan memiliki 2 orang anak sedangkan keluarga A baru memiliki anak 1.

Tapi.. Ada 1 lagi yang membuat mereka berbeda. Keluarga A lebih pintar mengatur keuangan serta mau berusaha melalui jalan apapun *yang halal pastinya* untuk menambah penghasilan mereka. Penghasilan sampingan utamanya sih jual beli properti yang keuntungannya memang besar. Tapi dengan keuntungan yang besar seperti itu kalau tidak diatur dengan baik tetap saja akan habis begitu saja kan? Jadi, hal terpenting yang membedakan kedua keluarga ini adalah dalam pengaturan keuangan. Keluarga A jauh lebih bijak dalam mengatur keuangan mereka. Setiap kali mereka mendapat penghasilan lebih, sebagian uang itu akan diputar lagi untuk mendapat keuntungan lebih dan sebagian lagi ditabung hingga akhirnya mereka mampu membeli kendaraan layak serta rumah tinggal.

Nah, sekarang tanya deh ke diri kita sendiri, khususnya yang sudah berkeluarga, apakah kita sudah bijak dalam mengatur keuangan keluarga selama ini?

Published by:
Hobi Keluarga Review

Buku Perencanaan Keuangan

2 buku ini sangant-sangat direkomendasikan buat yang baru belajar perencanaan keuangan.

Yang pertama, buku karya Ligwina Hananto yang berjudul “Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin”

Untuk Indonesia yang Kuat

Untuk Indonesia yang Kuat

Sebulan kemarin saya dan suami belajar bagaimana merencanakan keuangan keluarga. Kebetulan tahun lalu suami saya punya buku yang berisi mengenai betapa pentingnya kita merencanakan keuangan kita itu. Sudah selesai dibaca dari kapan tau sih, tapi akhirnya bulan lalu kita baca ulang lagi karena kita berniat perencanaan keuangan keluarga kita HARUS lebih baik mulai dari sekarang.

Bukan, manfaatnya bukan cuma untuk diri kita sendiri, bukan untuk memperkaya diri sendiri, tapi dengan merencanakan keuangan kita hingga bisa mencapai kebebasan finansial, kita bisa membantu orang lain dan bisa menguatkan perekonomian negara tercinta kita ini, Indonesia. Kalau ingin “dikomporin” mengenai betapa pentingnya kita merencanakan keuangan, baca deh. Dan, bisa jadi buku ini benar-benar mengubah cara kita mengatur keuangan setiap bulannya.

Saya dan suami baru bener-bener engeh langkah-langkah yang harus secepatnya dilakukan untuk memperbaiki pengaturan keuangan keluarga kita setelah kita baca ulang buku ini lagi.

Yang kedua, buku karya Andreas Hartono yang berjudul “Nasibmu di Dompetmu”

Nasibmu DI Dompetmu

Nasibmu DI Dompetmu

~buat saya judul dan covernya agak norak sih~ 😛

Tapii, buku ini berisi teknis perencanaan keuangan, dan gak kalah pentingnya dengan buku yang pertama tadi. Di sini menjelaskan lebih ke teknis atau perhitungan kasar perencanaan keuangannya. Apa instrumen investasi yang pas serta perhitungan ke depannya. Yap, buku ini mengupas tuntas cara memperhitungkan nilai di masa depan dan cara investasinya.

Nah, perbedaan buku pertama sama buku kedua menurut saya.

Buku pertama lebih ke “why” > mengapa kita harus melakukan perencanaan keuangan dan mengapa hal itu sangat penting. Cara pemaparan buku ini adalah maju ke depan. Jadi dimulai dari penjelasan mengapa kita harus melakukan perencanaan keuangan, menentukan tujuan finansial, menghitung besarnya nilai uang pada tujuan finansial tersebut, lalu menentukan instrumen investasi yang tepat.

Buku kedua lebih ke “how” > bagaimana langkah konkrit kita dalam merealisasikan perencanaan keuangan  yang telah kita bikin dan bagaimana menentukan instrumen investasi yang tepat sesuai tujuan keuangan yang direncanakan. Dan cara pemaparannya adalah mundur ke belakang. Pembaca dibuat tergiur terlebih dahulu dari betapa besarnya yang kita bisa dapatkan dari investasi, menentukan investasi yang tepat baru diakhiri dengan tujuan finansial yang dicocokkan dengan instrumen investasi  yang tepat tadi.

Begitulah, setelah membaca kedua buku tersebut, kita mulai merealisasikan dan melakukan perencanaan keuangan keluarga sendiri. Pusing juga ngurusin perencanaan keuangan ternyatah sodara-sodara, hahaha. *pusing demi hidup yang lebih baik* 😛

Published by:
%d bloggers like this: